Pengantin SMA

Pengantin SMA
Tamat


__ADS_3

Ketika aku membuka mata , aku menautkan kedua alisku lalu mengedarkan pandanganku mengitari ruangan serba putih. Aku bingung dimana saat ini aku berada . Karena ruangan ini tidak seperti kamarku. Apa aku sudah mati dan ini di surga ?


Aku mengangkat tanganku, namun ternyata tanganku terpasang jarum infus pada bagian punggung tanganku. Tak hanya itu, ada pula selang oksigen yang terpasang di hidungku.


Ternyata aku belum mati. Aku melepas jarum infus dan selang oksigen  yang terpasang. Aku turun dari ranjang rumah sakit dan berjalan dengan tertatih-tatih.


Saat pintunya aku buka , ternyata di depan kamar ada Juan , Nenek, orang tuaku, teman-temanku dan juga kakak-kakakku.


" Nonik, akhirnya kau sadar juga," ucap Juan yang langsung memelukku dengan cukup erat.


" Nonik, kenapa malah keluar ? Ayo masuk ke dalam ," ajak Nenek Ida.


" Aku ingin pulang," ujarku.


" Tapi keadaanmu masih lemah, sebaiknya kau di rawat di sini dulu," sahut Ibuku dengan raut wajah khawatir.


" Ya , nak. Kembalilah ke kamarmu," pinta Bapakku yang juga terlihat sangat khawatir.

__ADS_1


" Untuk apa kalian di sini ? " tanyaku pada kedua orang tuaku. Aku melihat raut wajah mereka yang begitu cemas . Tapi mana mungkin mereka mencemaskan aku. Sepertinya aku memang salah lihat.


" Nonik, tolong maafkan Bapak ! Bapak janji akan berusaha memperbaiki semua kesalahan Bapak selama ini . Setelah adikmu meninggal, Bapak akhirnya sadar atas semua kesalahan-kesalahan Bapak selama ini. Ternyata anak laki-laki dan anak perempuan tak ada bedanya . Bahkan kau lebih kuat dari kakak-kakakmu. Dan kau juga lebih berani daripada mereka," terang Bapak sembari meneteskan air matanya.


" Iya ,nak. Tolong maafkan kami," kata Ibu yang juga meneteskan air matanya.


Aku melihat ada penyesalan di wajah mereka. Apakah mereka benar-benar sudah menyadari semua ke salahannya ? Aku berharap mereka telah berubah.


Aku hanya diam saja, namun tiba-tiba kedua orang tuaku berlutut di depanku.


" Apa yang kalian lakukan ? " tanyaku dengan mata membulat dan melangkah mundur sedikit.


" Terima kasih ,nak," sahut Bapak dan Ibuku yang langsung memelukku.


" Seharusnya kalian tidak perlu berlutut seperti tadil. Kalian tidak pantas berlutut di depanku karena kalian adalah orang tuaku ," terangku pada mereka.


" Nonik , ayo masuk ! Dokter belum mengizinkanmu pulang," kata Nenek Ida.

__ADS_1


Aku lalu menuruti ucapan Nenek Ida. Setelah sampai di kamar, aku merebahkan kembali tubuhku di atas ranjang.


" Nonik, maafkan aku ! Aku janji setelah ini aku akan mendengarkan ucapanmu saja. Aku juga sudah memecat Ayu. Aku sadar aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu. Tapi aku berjanji akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu," terang Juan dengan raut wajah sedih.


Selama ini Juan sudah banyak berkorban untukku, jadi mana mungkin aku tidak memaafkannya.


" Aku sudah memaafkanmu," jawabku sembari menatap Juan dengan rambut acak-acakkan dan mata bengkak.


" Terima kasih ,sayang. Sekarang kau makan dulu ya ? " ujar Juan sambil mengambil makanan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Satu tahun kemudian....


Setelah kejadian itu, aku akhirnya mendapatkan sebuah kebahagian. Orang tuaku juga benar-benar telah berubah. Saat ini mereka begitu perhatian padaku.


Lalu di sekolah, semenjak semua anak tahu kalau aku ahli ilmu bela diri, mereka tak ada yang berani mencari masalah denganku

__ADS_1


Sedangkan mengenai Tante Riri dan Om Yuda, saat ini mereka berada di rumah sakit jiwa. Lalu masalah pengobatan anak Tante Riri , Juan yang membiayainya . Aku dan Juan juga akan mengasuh anak Tante Riri , karena Ayahnya telah kabur dengan wanita lain.


__ADS_2