Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 103. MEMINANG RINI_PDHP


__ADS_3

Bram hirup udara banyak-banyak, kemudian perlahan mengangkat wajahnya. Tampak Rini masih setia menunggu Bram melanjutkan kata-katanya.


"Mas, semua yang sudah terjadi biarlah terjadi, jadikan itu semua sebagai pelajaran berharga untuk menapaki kehidupan masa depan, agar tak terulang kembali."pelan Rini bicara, seolah mengerti apa yang kini Bram rasakan.


Bram mengangguk setuju dengan perkataan Rini.


"Beberapa bulan terakhir, kita semakin dekat, dan kurasa tidak ada lagi yang harus kita tunggu, aku berniat ingin meminangmu, jika kau bersedia Aku ingin, kau menjadi istriku, tapi...


Mendengar ucapan Bram yang menggantung, kening Rini mengerenyit. Namun, ia tak bertanya apapun.


"Tapi, aku seperti ini kondisinya, mungkin bisa dibilang aku lelaki tak tahu malu, aku belum mapan tapi sudah berani meminang wanita cantik, secantik kamu, bahkan dengan masa lalu yang begitu buruk, aku...."


"Ssssst! sudah Mas, berhenti kamu menyalahkan dirimu sendiri terus-menerus seperti ini. Kamu selalu bilang, kamu sedang berusaha menghapus semua kenangan pahit masa lalu. Tapi kamu terus-menerus berkata demikian.


Sudah Mas, aku paham, aku mengerti, jadi berhentilah untuk menyalahkan dirimu sendiri. Bukankah masa depan itu lebih penting?" masa lalu biarlah berlalu kubur dalam-dalam dan jangan kau ingat-ingat lagi. Rini menatap lekat ke arah Bram dan berbicara panjang lebar.


Tiba-tiba seorang pelayan Cafe datang menghampiri keduanya


"Permisi Mas, Mbak!"ucap seorang wanita pelayan kafe membawa makanan yang tadi mereka pesan sebelumnya.

__ADS_1


"Iya, terima kasih Mbak,"sahut Rini.


Sedangkan Bram masih diam membisu mencerna perkataan Rini.


" Rin, aku sangat berterima kasih kamu begitu memahami kondisiku. Aku memang bukan laki-laki sempurna, tapi aku ingin di akhir hidup ini bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dengan adanya kamu di sisiku.


Aku juga bukan lelaki romantis, yang melamar seorang wanita dengan sebuah buket bunga dan cincin permata serta kata-kata indah yang terdengar begitu memabukkan. Namun, dari dalam hati ini aku sungguh-sungguh mencintaimu, maukah kamu menikah denganku?"perlahan Bram genggam jemarinya, menatap Mata indah yang lentik, sejenak ia tertegun dan menatap genggaman tangan Bram.


Melihatnya terdiam, perasaan Bram Semakin terasa kacau, tak menentu.


"Ehem,Rin. Apapun jawaban kamu, aku terima dengan lapang dada, Aku cukup tau diri dengan kondisiku sekarang dan buruknya perangaiku dulu."


Namun, beberapa detik kemudian Bram dikejutkan dengan binar di wajahnya. Dan tangan halus itu menghampiri jemari Bram. Bram terkesiap menatap wajah manis yang tersenyum menatapnya.


Bram menatapnya dalam, dan ia mengangguk pelan. Bram Masih belum paham, kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Apa itu artinya kamu mau menikah denganku?"tanya Bram karena suasana hatinya masih tak menentu.


"Iya Mas."sahut Rini

__ADS_1


"Sungguh?"kemudian Rini mengangguk sekali lagi.


"Alhamdulillah,"ucapkan refleks diiringi dengan rasa bahagia yang membuncah di dalam hatinya. Rasa Bahagia yang tak terkira saat cintanya akhirnya bersambut sesuai dengan harapannya.


"Alhamdulillah. Alhamdulillah Terima kasih ya Allah. Engkau datangkan wanita sebaik dan secantik dirinya. takkan ku sia-siakan semua anugerah dan kesempatan yang engkau berikan padaku ya Allah.


"Terima kasih sayang, Terima kasih kamu mau menerimaku apa adanya, dengan segala kekuranganku."ucap Bram dengan binar, bahagia yang tak mampu ia lukiskan.


Bram genggam erat kedua telapak tangannya.


"Sama-sama Mas, kamu juga mungkin sudah tahu bagaimana keluargaku, mungkin juga kamu sedikit banyak sudah tahu Apa sebabnya aku bercerai dengan mantan suamiku dulu, sekarang ini aku hanya ingin hidup bahagia bersama orang yang benar-benar mencintaiku, dan percaya padaku."Rini mengusap bulur bening yang hendak terjatuh, mungkin teringat akan rasa kecewa pada mantan suaminya dulu.


Mereka pun makan siang dengan penuh keceriaan dan berbagi cerita.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2