Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 42. PUSING_ PDHP


__ADS_3

"Sudahlah Mbak! Jangan tanyakan kenapa, Kenapa dan kenapa dulu! sekarang Mbak Rima bantuin aku cari Vanessa! dia pergi sejak tadi, dan tak kunjung pulang!" Bram mengalihkan pembicaraan, karena tidak ada gunanya membahas Kenapa Bram menandatangani surat itu dulu, jawabannya iya karena dulu drum mencintai Luna.


"Apa?


"Vanessa pergi?


"Kemana?


"Kalau Bram tau Kemana perginya, pasti Bram tidak kelimpungan mencari dia Mbak."


Mbak Rima membuang nafas kasar, Sepertinya dia ikut memikirkan di mana kira-kira Vanessa berada.


"Kamu juga, sih! jadi laki kok bodohnya kebangetan! sekarang ayo kita cari Vanessa." Ucap Mbak Rima dengan nada sedikit kesal.


"Mau cari ke mana lagi Mbak? tadi Bram udah cari di tempat yang biasa Vanessa datangi. tapi hasilnya nihil. Vanessa nggak ada di sana


"Tunggu, sepertinya Mbak tahu di mana Vanessa sekarang. Mbak Rina menatap Bram dengan berbinar. Seperti telah menemukan potongan puzzle yang hilang.


"Mbak tahu di mana?"


"Ayo kita ke rumah Luna sekarang." ucap Mbak Rima membuat Bram bingung, kenapa ke rumah Luna.


"Mbak kita mau cari Vanessa, bukan cari Luna. kenapa ke rumah Luna?" tanya Bram tak mengerti menatap wanita di depannya dengan kedua alis saling bertaut.


"Ayo cepetan, kita ke sana feeling Mbak kayaknya Vanessa disana . Mbak Rima meraih tas di sampingnya dan berjalan keluar.


"Ayo buruan Bram!" teriak Mbak Rima yang sudah berdiri di samping motor.


Bram raih kunci mobil yang terletak di atas meja dan menyusul Mbak rima yang sudah duduk. Tak sabar hendak ke rumah Luna, meskipun sebenarnya hatinya itu sangat ragu. tapi tak ada salahnya mencoba ke sana. Siapa tahu memang benar Vanessa ada di sana.


Bram menyalakan mesin mobil miliknya.


"Ayo cepat jalan Bram. Mbak Rima menandakan ia sudah duduk dengan nyaman dan siap Jalan. Bram mengajukan mobil miliknya yang juga akan menjadi milik Luna.


Bram melaju dengan kecepatan tinggi ada sedikit kekhawatiran. Takut kalau kalau Vanessa berbuat nekat dan berbuat onar di sana. Karena sebelum pergi, Vanessa tanpa emosi tak terima dengan kenyataan ini.


"Bram kita cari jalan pintas aja, biar cepat sampainya." ucap Mbak Rima yang duduk di si samping Bram sedikit mengeraskan suaranya.


Bram mengangguk dan mulai mencari jalan alternatif agar bisa sampai lebih cepat. Bram sudah memasuki komplek perumahan tempat tinggalnya dulu. Tinggal beberapa meter lagi, Bram sampai di rumah itu. Rumah yang cukup besar dan menyimpan banyak kenangan dengan Luna dan juga Khairul.


"Mbak! kalau mau pisah sama mas Bram, ya pisah aja, relakan Mas Bram hidup sama aku. Tak perlu membuat Bram seperti ini.

__ADS_1


Suara Vanessa dari dalam rumah terdengar lantang. Bram yang baru saja sampai di depan, pagar cepat-cepat masuk dan memarkirkan motornya di halaman.


"Heh wanita murahan, kamu sudah merebut suamiku sekarang. kamu tak terima jika lelaki yang kau rebut itu jadi miskin? dasar pelakor! tak tahu diri."terdengar Luna membalas ucapan Vanessa.


"Dengar ya Mbak, Mas Bram sendiri yang lebih memilih aku. Aku jauh lebih cantik dan lebih pandai memuaskan dirinya di ranjang. Jadi jangan salahkan aku jika suamimu lebih memilihku.


Vanessa berkali-kali berkata keras di dalam. Sepertinya dia meluapkan semua emosinya pada luna.


Bram dan Mbak Rima bergegas masuk ke dalam, untuk melihat perdebatan mantan istrinya dengan Vanessa.


"Vanessa! Apa yang kamu lakukan di sini? hah! ayo pulang." kehadiran Bram sontak membuat dua wanita yang sedang bersetegang di ruang tamu itu, kaget dan menolehkan wajah ya ke arah Bram bersamaan.


"Akhirnya kamu datang Mas. Bawa wanitamu keluar dari rumahku. Sebelum aku panggil security komplek untuk mengusir dia." Luna menunjukkan wajah Vanessa dengan nafas naik turun, begitupun dengan Vanessa.


"Ayo Vanessa! kita pulang." Bram meraih tangannya dan menariknya keluar rumah.


"Luna kamu itu memang benar-benar menyebalkan."


Setelah Bram berhasil menarik tangan Vanessa keluar rumah, kini justru Mbak Rima yang berada di hadapan Luna. Tangannya yang mengayun hendak menampar luna. Tapi Luna berhasil mencekal pergelangan tangannya dan menepisnya dengan kasar.


"Kenapa Mbak? mau tampar aku? takkan kubiarkan tangan kotormu ini menyentuh pipiku. Sekarang bagaimana usahamu memisahkan aku dengan Mas Bram? sudah berhasil kan, kamu puas Mbak." Luna berkata dengan senyum serta melipat tangan di dada.


"Harusnya kamu puas Mbak, usahamu sudah berhasil sekarang. Mbak juga sudah mendapatkan adik ipar yang sesuai dengan kriteria-mu kan? Apalagi Bram sekarang tak punya apa-apa."balas Luna disertai tawa kemenangannya membuat Mbak Rima semakin geram.


"Luna! kamu be.....


"Sudah mbak,cukup! ayo kita pulang!"cegah Bram saat Mbak Rima ingin membalas perkataan Luna.


"Sebaiknya kalian cepat pergi dari sini sebelum Ayah dan Maya pulang.Aku tak mau darah tinggi ayah kumat gara-gara melihat kalian di sini. tegas Luna.


Bram sudah kehilangan semua harta. Kini Bram dipusingkan dengan dua wanita yang berseteru membuat Bram tambah pusing.


Bram masih berdiri di ambang pintu. tangannya masih menggenggam kuat pergelangan tangan Vanessa, yang meringis kesakitan cukup kencang Bram menggenggamnya. Karena jika tidak, bisa saja dia kembali masuk dan mengamuk lagi.


Mbak Rima berdecak kesal menghentakkan kakinya. Kemudian keluar melewati Bram dan Vanessa. Bram bernapas lega sekarang.


Bram kembali menoleh ke arah mantan istrinya. Tapi Luna justru membalasnya dengan tatapan tajam.


"Ada apa lagi Mas? ada yang ketinggalan, Oh iya, tunggu sebentar Mas. Luna melenggang masuk ke dalam kamar.


Bram sedikit heran. Beberapa menit yang lalu dia mengusir mereka. Tapi kini meminta Bram untuk menunggu sebentar. Apa yang akan diambilnya?" Bram bertanya-tanya sendiri.

__ADS_1


"Ini Ma, bawa semua barang-barangmu. Siapa tahu kamu masih memerlukannya." Luna melemparkan sebuah koper berwarna hitam. Dan ingat itu coper yang dulu Bram beli beberapa hari sebelum pernikahan mereka.


"Bawa koper itu, dan Tolong kamu tinggalkan mobil kamu itu di sini Mas. Bukankah mobil itu sudah bukan milikmu lagi?"


Belum sempat Bram mengeluarkan sepatah kata pun, kini ucapan Luna benar-benar membuatnya tercengang. Dia menyita mobil. Bram benar-benar kecewa. Dia sudah keterlaluan.


"Kamu sudah keterlaluan Luna! Apa tidak bisa aku membelikan motor yang lain dulu dan mobil ini aku kembalikan kesamu? Bram mulai tersulut emosi Melihat tingkahnya.


"Apa Mas? aku keterlaluan, justru ini memudahkan kamu. Jadi kau tak perlu bolak-balik kemari untuk mengambil pakaianmu dan mengantar mobil itu lagi.


"Luna, Mas mohon biarkan beberapa waktu ini mas pakai dulu mobilnya, sampai Mas beli motor baru. Setelah itu mas akan antarkan kemari." Bram menurunkan nada bicaranya berusaha mengiba pada luna


"Enggak, lagi pula kan ada motor milik istrimu itu juga bisa Kamu pakai, kan?" elaknya.


Tiba-tiba terdengar deru suara motor berhenti di depan pagar rumah. Seketika pandangan mereka tertuju melihat ke arah gerbang.


"Ada apa ini rame-ramai di sini? suara bariton laki-laki terdengar setelah membuka pagar itu.


"Ayahnya Luna pulang gawat ini." Bram bisa dicaci maki kalau di sini lama-lama." gumam Bram


"Ada apa Lun? apa orang-orang ini menyakitimu? tanya Pak Karyo mendekati anaknya Dan disambut oleh Luna dengan mencium takzim punggung tangan lelaki paruh baya itu.


"Enggak Ayah, ini Mas Bram mau mengambil baju-bajunya yang masih di sini, dan membawa mobil ke mari." Luna berucap dengan entengnya.


Sontak Bram melotot ke arahnya dan dibalas dengan lirikan mata tajam.


"Oh begitu? kenapa semua terlihat tegang? "Tunggu apalagi Bram? Silakan dibawa kopernya. Pak Karyo menunjuk ke arah koper yang ada di antara mereka.


"Kamu dengar sendiri kan, Mas? bawa koper mu, dan kemarin kan kunci mobilnya." teriak Luna.


"Awas ya kamu Mbak Luna. Kali ini Vanessa menggerutu. Suaranya pelan, namun masih terdengar oleh semua yang di sini.


"Hei, apa kamu bilang? dasar pelakor! tak tau diri." hardik Maya yang kebetulan posisinya berada di dekat wanita sialan itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2