Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 75. TINGKAH KONYOL MAYA _ PDHP


__ADS_3

Malam harinya setelah Khairul siap mengerjakan PR yang diberikan guru kepadanya, Khairul pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berada di dalam kamarnya. Seperti biasa Luna selalu menemani Khairul terlebih dahulu hingga Khairul benar-benar tertidur pulas. Sesekali Luna membacakan dongeng untuk putra tampannya itu.


Putranya yang menjadi kekuatan dan penghiburan untuk luna. Setelah melihat Khairul sudah tertidur pulas, Luna berlalu ke dalam kamarnya. Ia membuka laptop dan memeriksa laporan-laporan yang dikirimkan oleh Bimo yang menjadi orang kepercayaannya di kantor.


Ia memperhatikan laporan yang dikirimkan oleh Bimo dengan hati-hati. Luna tersenyum puas. Alhamdulillah laporan yang dikirimkan oleh Bimo tidak ada yang melenceng,dan sepertinya perusahaan yang dimiliki oleh Luna saat ini berjalan dengan lancar, bahkan mengalami kemajuan yang signifikan dari saat dipegang oleh Bram dulu.


Tak henti-hentinya Luna terus mengucap syukur atas nikmat dan rezeki yang telah Allah berikan. Perlahan Luna bangkit dan beringsut menuju pemberian setelah memeriksa laporan yang dikirimkan oleh Bimo dengan teliti. Ia Pun menutup laptopnya.


Luna berbaring di peraduan, hari ini terasa begitu melelahkan, sejenak Luna termenung teringat kejadian sore tadi. Jarinya mengerut pelan, dahi yang terasa berdenyut. Teringat kejadian sore tadi cukup menguras pikiran dan emosional luna.


Kedatangan Vanessa membuatnya terkejut, sekaligus membuka kembali luka yang sedang Luna coba sembuhkan sendiri.


Kisah Luna dengan Bram memang sudah selesai. Namun, Luna berusaha menekan egonya demi Khairul, karena ada Khairul sebagai pengikat benang merah antara luna dan Bram. Sampai kapanpun itu tak dapat dipungkiri. karena tak akan ada yang namanya bekas anak. Sampai kapanpun Bram adalah ayahnya Khairul


Namun, kehadiran wanita itu, membuat Luna mengingat kembali sama perbuatan mereka padanya dulu. Ya Allah betapa sulit ikhlas itu hadir menyapa hati. Bukan karena Luna masih mencintai Bram, Bukan, tapi karena rasa sakit yang begitu mendalam yang ditorehkan oleh Vanessa dan juga Bram kala itu.


Karena ulah Vanessa, hancur sudah keutuhan rumah tangga Luna dengan Bram. Andai Waktu itu Vanessa tidak pernah hadir di hidup Bram, mungkin sampai saat ini rumah tangga Luna masih utuh. Dan Khairul tidak akan kekurangan kasih sayang dari seorang ayah.


Rasa cinta pada Bram yang dulu membumbung tinggi, seketika pudar sejak luna menyaksikan sendiri ia berbagai peluh dengan wanita lain yaitu Vanessa. Rasa itu berubah menjadi rasa jijik dan muak pada lelaki itu. Semua itu hanya meninggalkan luka yang teramat dalam di dada.


Malam semakin larut, Khairul Sudah terlelap sejak selesai mengerjakan pr-nya. Sekarang waktu sudah menunjukkan jam dua belas malam, matanya terasa sulit untuk terpejam.


Drrrrrt.Drrrrt.


Getar ponsel milik Luna terdengar olehnya. Maya nama yang tertera pada sebuah notifikasi pesan masuk.


"Mbak besok aku sama Bapak main ke rumah ya, Maaf mendadak baru ngabarin. Soalnya aku Sejak pagi sibuk ngurusin Tesis ku dan Alhamdulillah Tesis ku sudah di-acc oleh dosen dan tidak akan lama lagi aku akan wisuda S2. Maaf ya Mbak.


Luna tersenyum membaca pesan dari adik perempuan satu-satunya itu.


"Satu bulan yang lalu Maya memang ke kota Jakarta untuk mengurus segala pendidikannya, tapi Maya tidak memiliki waktu untuk singgah di rumah Luna. Apalagi setelah beberapa kali kedua orang tua Aldo memohon kepada Maya untuk menemui Aldo terlebih dahulu. Dan dari sanalah Maya mengetahui kalau Vanessa adalah istri Aldo. yang ternyata Aldo menikahi Vanessa hanya karena pelarian saja.


Maya juga dikejutkan dengan Vanessa yang mengalami kecelakaan. Sehingga Maya sendiri yang melarikan Vanessa ke rumah sakit. Maya sudah mengetahui kelumpuhan yang dialami oleh Vanessa. Tetapi Maya tidak pernah memberitahu kepada Luna. Biarlah Luna mengetahuinya sendiri, bahkan Maya menganjurkan kepada Vanessa untuk meminta maaf kepada luna.

__ADS_1


Ia juga berusaha menyadarkan Vanessa atas kesalahan yang sudah ia lakukan. Maya juga mengingatkan Vanessa kalau hukum tabur tuai itu pasti ada. Sehingga Vanessa benar-benar ingin meminta maaf kepada Luna dengan tulus, ia telah menyadari kesalahannya.


"Oke Maya, hati-hati ya. kalian pesawat jam berapa?"


"Pesawat pukul delapan pagi Mbak."


"Okey Mbak tunggu di rumah ya, sekarang sudah malam istirahatlah. Mbak nggak mau kamu sakit karena kurang tidur. Apalagi kamu mau menempuh perjalanan besok.


"Siap Bu, Bos." balasnya disertai emoticon tertawa.


Luna hanya tersenyum membaca pesan dari Maya, dia memang tak pernah berubah dari dulu seringkali bertingkah konyol.


Ada rasa bahagia di hati Luna, mendengar ayah dan adiknya akan datang esok hari. karena sungguh kehadiran mereka sangat menghibur luna, bersama mereka Luna merasa kehangatan keluarga.


Kasih sayang dari keluarga yang tulus dan takkan pernah putus.


Luna memejamkan matanya dan menjemput mimpinya.


Jam sudah menunjukkan pukul empat lewat tiga puluh menit sayup-sayup Luna sudah mendengar suara azan subuh, Alhamdulillah.


Mengingat ayah dan Maya yang akan datang, pagi ini Luna berniat ingin ke pasar, belanja bahan makanan.


Setelah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, Luna berlalu ke dapur. memeriksa persediaan bahan makanan di kulkas memang sudah hampir habis, hanya ada roti dan selai untuk sarapan pagi luna dan Khairul, Alhamdulillah bisa untuk ganjal perut sebelum ke pasar.


Tak apalah Luna sarapan roti, nanti biar di pasar sekalian Luna beli makanan untuk sarapan.


Setelah Luna menyiapkan segelas susu untuk Khairul dan segelas teh untuknya, Luna melenggang menuju kamar Khairul.


"Sayang, bangun yuk udah pagi. Mama mau ke pasar, Khairul mau ikut nggak?"berisik Luna lembut di dekat telinganya.


Saat membuka pintu kamarnya tadi, tampak Khairul menggeliat, itu artinya Khairul sudah setengah sadar. Sengaja Luna bilang akan ke pasar, pasti Khairul akan antusias untuk ikut.


Khairul mengerjap mendengar pertanyaan Luna, pelan-pelan ia mengucek matanya.

__ADS_1


"Apa mama bilang tadi, mau ke pasar?"tanya Khairul untuk memastikan pendengarannya tidak salah.


"Heeem."Luna mengangguk tersenyum. gemas dan lucu melihat ekspresinya Saat bangun tidur.


"Khairul mau ikut Ma!"seru Khairul antusias


"Okey, Ayo mandi dulu, kalau kamu mau ikut."


Luna dan Khairul menyantap roti yang sudah luna siapkan tadi dan bergegas menuju ke tentunya setelah Khairul dan Luna siap mandi dan berpakaian dengan rapi.


Luna melajukan motor matic miliknya menuju ke pasar dan membeli sayur-sayuran buah-buahan dan lain sebagainya.


Sebelum pulang, Luna mampir kedai nasi dekat pasar, karena tadi pagi mereka baru makan roti, jadi sebelum pulang dari pasar Luna dan Khairul bisa makan nasi yang sudah mereka sebelumnya.


"Khairul, hari ini kakek sama Tante Maya mau datang loh!"ucap Luna pada Khairul sesaat setelah mereka sampai di rumah.


"Oh ya, Ma. yesssss horeeee....."teriak Khairul bersorak kegirangan mendengar kalau kakek dan tantenya akan datang hari ini.


"Iya mungkin siang nanti mereka akan tiba, kakek kangen katanya sama Khairul."ucap Luna


"Khairul juga kangen Ma, sama kakek dan Tante Maya."


"Oh iya. kalau gitu nanti Khairul bantuin Mama masak ya, buat menyambut kakek dan Tante Maya datang."ucap luna sambil mencolek hidungnya dengan gemas.


"Okey Ma, siap." sahutnya gembira.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2