Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 54. PERNIKAHAN VANESSA _ PDHP


__ADS_3

Vanessa tau betul jika Bram sudah begitu tergila-gila padanya, jadi Vanessa pastikan permintaannya pasti akan dilakukan.


"Yes! usaha Aku berhasil." Kalimat itu yang Vanessa ungkapkan saat Bram bersedia menceraikan istrinya, dan memilih hidup bersama Vanessa.


Namun, Vanessa dibuat terkejut, sangat terkejut. Bagaikan disambar petir di siang bolong, saat sidang putusan perceraian, semua harta jatuh ke tangan istrinya, Vanessa sungguh syok dengan semuanya.


Vanessa Bahkan tak percaya jika Mbak Luna bisa dengan mudah menguasai semuanya, entah bagaimana caranya, dia bisa membuktikan semua ucapannya, jika Vanessa tak akan bisa menikmati apapun.


Vanessa merasa benar-benar terjebak dalam permainan yang Vanessa mainkan sendiri. "Sial! bukannya Vanessa bahagia bersuamikan seorang pengusaha yang kaya, justru Zonk yang Vanessa dapatkan.


Vanessa begitu marah, dan kesal kepada Bram. Kenapa dari awal dia tidak pernah cerita Jika dia pernah menandatangani surat perjanjian itu, Vanessa sudah terlanjur jauh berharap, tapi kenyataannya tak sesuai dengan rencana awal, sungguh membuat Vanessa marah dan muak.


Bukan suami kaya yang Vanessa dapatkan, justru suami kere yang Vanessa dapat, benar-benar menyebalkan.


Sejak itu Vanessa sudah tak lagi peduli dengan Bram, Vanessa akan kembali menjadi dirinya sendiri mencari kesenangan untuk dirinya sendiri. Meskipun statusnya dia masih suaminya. Tapi Vanessa tak peduli, Karena dia sudah menjadi kere. Apa yang mau diharapkan? pantas saja Beberapa hari lalu Vanessa meminta mobil tak kunjung ia belikan. Huh, menyebalkan.


Vanessa kenal Aldo beberapa bulan lalu, Dia seorang fotografer yang baru beberapa minggu ini ikut gabung di grup riasnya.


Aldo usianya masih muda sangat supel, dan pandai bergaul, membuat Vanessa terpikat padanya, Apalagi dia anak orang kaya.


Aldo memiliki studio foto sendiri, ternyata dia juga mengatakan menyukai Vanessa Sejak pertama bertemu. Ini kesempatan Vanessa untuk mendapatkan Aldo, lelaki kaya mapan dan tampan nyaris sempurna


Hari itu, dia datang menjemput Vanessa ke rumah, awalnya mereka akan ketemuan di cafe, tapi motornya dipakai sama Bram. Jadi akhirnya dia datang menjemputnya. Saat di rumah, ia kembali mengungkapkan cintanya pada Vanessa.


Vanessa pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu membalas cintanya. Hingga akhirnya Aldo meminta pembuktian cinta Vanessa dengan memadu kasih di ranjang, Vanessa tak keberatan, asal Vanessa bisa mendapatkan apa yang ia inginkan, apapun akan Vanessa lakukan.


Usai melakukan itu, ia mengajak Vanessa keluar, untuk makan dan jalan-jalan. Hingga malam harinya Vanessa dan Aldo ke klub malam, semua itu mampu membuatnya sejenak melupakan kegundahannya terhadap Bram.


Vanessa tak peduli Bagaimana Bram di rumah, kalaupun dia marah kepada Vanessa dia juga nggak peduli, kalau bisa dia segera ditalak, karena sudah tidak ada harapan apa-apa lagi, untuk mempertahankan semuanya.


pagi hari, entah Bram tahu dari mana Vanessa telah pergi dengan laki-laki bermobil, atau mungkin kemarin dia melihat Vanessa pergi dengan Aldo, ah biarlah. tubuh Vanessa masih terasa lemas akibat mabuk semalam.


Vanessa tadi malam kamu dari mana pulang dalam kondisi mabuk seperti itu?"tanya Bram pada Vanessa. saat itu Vanessa duduk bersamanya sarapan, menikmati secangkir teh yang dibuatnya.

__ADS_1


Dari raut wajahnya, terlihat menahan emosi. Vanessa memilih diam seolah tak peduli dengan drama sama sekali. Membuat Bram semakin emosi hingga Bram sampai menggebrak meja makan.


Vanessa tidak menyangka Bram begitu mengerikan jika sedang marah.


"Jangan marah-marah pagi-pagi seperti ini, Aku tidak suka. Yang jelas dia lebih baik dari."jawab Vanessa karena sudah jengah mendengar kemarahan Bram.


"Jadi kamu selingkuh sama dia?"Vanessa! ingat kamu itu masih sah istriku.


Vanessa mencoba mendengarnya. Ia hanya istri siri yang ketiban sial karena tidak ada dapat apa-apa. batin Vanessa.


"Iya aku memang istri masih istri kamu, Kalau kamu tidak suka dengan tingkahku silakan kamu talak aku! toh juga kita cuman nikah siri, bercerai pun tak perlu sampai ke pengadilan, kan!" tantang Vanessa


Bram pun semakin murka mendengar ucapan Vanessa hingga akhirnya dia menampar pipi Vanessa.


Pertengkaran sengit pun terjadi pagi itu, hingga akhirnya Bram mengucapkan kata talak untuk Vanessa. Ada sedikit lega di hati Vanessa. Karena menurutnya ia sudah lepas dari lelaki seperti Bram, lelaki kere dan miskin.


Hingga akhirnya meninggalkan rumah Vanessa, Vanessa tak peduli justru ia merasa bahagia dengan kepergian dari rumah miliknya.


****


Hari terus bergulir, hingga bulan pun berganti hubungan Vanessa dengan Aldo semakin dekat. Mereka berencana akan melangsungkan pernikahan dua minggu lagi.


Vanessa juga sudah dikenalkan dengan orang tuanya, mereka semua baik terhadap Vanessa, Aldo berasal dari keluarga yang cukup mapan, hatinya senang karena sebentar lagi akan menikah dengan Aldo. lelaki yang tepat.


Semua keperluan pernikahan juga sudah siap, karena mereka punya banyak kenalan tim wedding organizer jadi tak repot untuk mengurus semuanya.


Dua minggu kemudian pernikahannya pun digelar, semua acara diadakan di rumah Aldo, karena semua sudah diatur oleh ibu mertua Vanessa. Vanessa hanya menurut saja sebagai calon pengantin. Setelah menikah rencananya Vanessa akan tinggal di rumah Aldo.


Ijab kabul pun diucapkan dengan lancar oleh Aldo


"Sah..sah" suara beberapa orang saksi terdengar tegas.


Pernikahan berjalan lancar beberapa teman sanak saudara berdatangan memberi ucapan selamat, keluarga Vanessa juga hadir dari luar kota sejak kemarin. Hati Vanessa berbunga-bunga, pernikahan kali ini jauh berbeda dengan pernikahan Vanessa dengan Bram. Kali ini Vanessa tak Salah memilih Aldo anak tunggal, jadi dia akan jadi pewaris tunggal keluarga ini.

__ADS_1


Hampir setengah hari sudah Vanessa duduk di pelaminan, kebanyakan tamu undangan dari keluarga Aldo, Vanessa Hanya mengundang teman dekat dan keluarga.


Setiap tamu yang datang turut mengucapkan selamat dan memberikan doa Restu, dengan naik ke atas pelaminan menyalami Aldo dan juga Vanessa.


"Kamu?"ucap seorang wanita paruh baya yang terlihat terkejut setelah memperhatikan Vanessa dengan seksama, Vanessa sendiri bingung dengan ibu itu, karena Vanessa sama sekali tak mengenalnya.


"Tante Rina! iya, tante ini istrinya Aldo, cantik kan, Tante?"sela Aldo dengan gayanya, melihat ke arah wanita itu, sedangkan tatapannya masih tajam ke arah Vanessa, seolah tak mendengar kata-kata Aldo.


"Sayang! ini Tante Aldo, dia sepupu ibu jelas Aldo dengan menyenggol lengan Vanessa dengan sikunya.


"Oh sepupu ibu!"Vanessa hanya mengulang senyum karena agak risih melihat wanita itu seperti tak menyukai Vanessa, tapi Apa sebabnya Vanessa pun tak mengenalnya.


Vanessa merah tangan hendak mencium tangan tante Rina untuk menghormatinya Karena dia adik sepupu Ibu mertuanya. Tapi justru dengan cepat ia menyembunyikan tangannya ke belakang tubuhnya, seketika membuatnya terkejut, Siapa wanita ini, Kenapa dia bersikap seperti itu.


Tanpa berkata sepatah kata pun, dia berlalu begitu saja, melewati Vanessa yang masih bingung dengan sikapnya.


"Selamat ya, Aldo!"ucap perempuan itu, pada Aldo, kata-katanya datar. Bahkan tak ada senyum hangat yang ditunjukkan untuk keponakannya.


Setelah mengucapkan itu, Tante Rina itu berlalu. Vanessa yang masih diliputi rasa penasaran, matanya terus memperhatikan tante Rina yang tergopoh-gopoh menemui Ibu mertuanya. Terlihat mereka tengah bicara serius hingga sesekali Ibu mertuanya terlihat membelalak, mendengarkan cerita Tante Rina itu.


"Sayang, kenapa? lihatin apa sih?"tanya Aldo mengagetkan Vanessa


"Tante Rina, itu dekat sama ibu, Mas?


"Iya dekat, sayang! Tante Rina itu sepupu ibu, Dia itu orangnya baik. Kenapa sayang, Kok kamu tanya seperti itu? Aldo menatap Vanessa penuh selidik.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2