
Beberapa menit setelah Luna dan Khairul Begitu juga dengan Malakiano naik ke dalam pesawat, pesawat take off dari bandara Kualanamu menuju bandara Soekarno Hatta. Di dalam pesawat Khairul terlihat lelap dalam tidurnya, walaupun hanya bersandar di kursi dengan sedikit memiringkan kepalanya menyandar ke bahu luna, Ia tetap terlihat nyenyak menikmati perjalanannya.
Mata Luna pun perlahan terpejam, saat rasa kantuknya mulai melanda, menempuh perjalanan dari Kualanamu menuju bandara Soekarno Hatta memang memakan waktu sekitar dua jam kurang lebih.
Hingga sekitar kurang lebih dua jam mata terjaga. Luna melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ternyata sudah hampir satu jam sudah dalam perjalanan .
Luna sedikit terkejut melihat Mala sudah duduk di sebelah kiri Luna, terpisah Jalan pembatas antara kursi, ia tampak sedang memainkan ponselnya, entah sejak kapan ia pindah tempat duduk. Yang jelas sebelum Luna tertidur yang duduk di sana adalah seorang gadis muda.
Melihat Luna sudah bangun, Mala menghentikan aktivitas di ponselnya.
"Eh sudah bangun Lun? tanyanya sembari membenarkan posisi duduknya.
"Iya, kok Kamu tiba-tiba duduk di sini?"gadis yang di sini ke mana?" Jawab Luna balik bertanya.
"Oh, Gadis itu kebetulan minta tukar tempat duduk karena ternyata ia kenal dengan orang duduk di sebelahku di sana."jawabnya dengan berbinar. Luna hanya mengangguk paham.
"Sebenarnya kamu sekarang tinggal di mana Lun?'
"Aku sekarang tinggal di Jakarta."
"Kamu sudah lama tinggal di Jakarta?"
Luna mengangguk. Luna memang mengenal malas sebagai teman kecil, tapi dulu tak begitu akrab, karena memang masa kecilnya jarang bermain bersama anak laki-laki.
"Aku sebenarnya tinggal di Jogja,tapi aku ada urusan sebentar ke Jakarta."ucapnya. Padahal Luna tak bertanya, Luna hanya tersenyum.
Pramugari sudah menginformasikan kalau saat ini mereka sudah berada di kawasan pulau Jawa. Itu berarti mereka akan segera landing di bandara Soekarno Hatta. Dengan lembut Luna bangunkan Khairul yang masih lelap dalam tidurnya.
"Nak, bangun sayang! sebentar lagi kita akan turun Sayang,"ucap luna palan
Khairul membuka matanya pelan, wajahnya terasa sayu, menahan kantuk.
"Ayo siap-siap kita mau turun." ucapnya lagi dengan lembut, setelah pihak pramugari sudah mengatakan kalau mereka sudah berada di kawasan kota Jakarta, dan tinggal beberapa menit lagi mereka akan landing.
Saat pesawat sudah landing, aba-aba dari pramugari juga Luna tunggu. Setelah dipersilakan untuk turun dari dalam pesawat, Luna baru bergerak dari tempat duduknya. Luna mulai bangkit dengan menggenggam tangan Khairul, agar ia berjalan di depannya menuju pintu pesawat, dan turun dengan hati-hati. Berkali-kali ia melihat Khairul menguap.
Saat sudah berada di ruang arrival, Luna pamit kepada Mala. "Aku duluan ya, Mala!"pamit luna
"Kasian Khairul masih ngantuk banget kayaknya tuh Lun!" Mala tersenyum melihat Khairul.
__ADS_1
Luna menoleh ke arah Khairul, memang benar Khairul masih terlihat sangat mengantuk.
"Iya nggak apa-apa. Nanti lanjut tidur di rumah." jawab Luna sekenanya.
"Biar sini, aku bantu gendong Khairul. Kasihan dia. Tiba-tiba Mala bangkit dan menggendong Khairul, Khairul menurut saja tanpa protes.
"Tapi apa tidak merepotkan, Mala?"ucap Luna merasa tidak enak enak hati
"Sudah nggak apa-apa, Ayo jalan." ucapnya. meminta Luna bergegas keluar dari ruang arrival.
Mala menggendong Khairul dan berjalan mendahuluinya, Luna mengikutinya hingga berada di luar ruang arrival menunggu sebuah taksi.
"Terima kasih, Mala." ucap Luna
"Iya sama-sama, Lun!
"Terima kasih juga ya, Om! kalau tadi nggak digendong, mungkin aku bisa jatuh karena ngantuk."Khairul berkata dengan polos. membuat Luna dan Mala terkekeh geli mendengarnya.
"Iya sama-sama Khairul, hati-hati ya jagain mama di jalan, Khairul kan, jagoan." Mala mensejajarkan tubuhnya dengan bocah enam tahun itu.
"Siap Om! kapan-kapan Om main ke rumah Khairul,ya!"
"Okey, nanti kapan-kapan Om main ke rumah Khairul." Mala mengusap rambut tebal Khairul dengan gemas.
"Dari sini ke rumah kalian naik apa?"tanya Mala memandang ke arah Luna dan Khairul.
"Nanti kami bisa pakai taksi, Mala!"jawab luna
"Tuh, taksinya sudah datang, kami pamit ya Mala."ucap Luna berpamitan kepada Mala.
"Okey hati-hati Ya, Lun." Mala kembali mengambil barang barangnya, lalu ia pun memesan taksi online. Karena ia juga harus segera tiba di mana dirinya memiliki janji dengan seseorang, urusan pekerjaan.
Luna berjalan menjauh, lalu masuk ke dalam taksi. Setelah memastikan barang-barang Luna dan Khairul sudah berada di dalam taksi, Luna dan Khairul naik ke dalam taksi kemudian driver taksi online itu, mengajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah yang selama ini ditempati oleh Khairul dan Luna selama berada di kota Jakarta.
****
Selepas sholatnya subuh, Luna kembali merebahkan tubuhnya di pembaringan, rasanya masih lelah setelah menempuh perjalanan begitu jauh, Khairul juga sepertinya masih lelap dalam tidurnya mengingat iya kurang tidur.
Mulai hari ini, Luna kembali ke aktivitas seperti dulu. Membuka lembaran baru tanpa Bram, fokus hidupnya sekarang hanya untuk Khairul anak semata wayangnya penyemangat hidupnya.
__ADS_1
Sebab doa yang Luna panjatkan agar Allah selalu membimbingnya, karena menjadi single parent memang bukan hal yang mudah. Tapi Luna yakin mereka bisa hidup bahagia tanpa Bram.
Tiba-tiba deringan ponsel berbunyi, Luna sontak menoleh kepada benda pipih yang tergeletak di atas nakas.
Nama Desi tertera di layar yang masih menyala. Segera Luna gulirkan tombol berwarna hijau, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Desi. Setelah sambung telepon selulernya terdengar suara sahabatnya di seberang sana." menjawab salamnya.
"Lun, kamu masih di kampung?"
"Aku sudah kembali ke Jakarta Des. jawab Luna
"Oh, kirain masih di sana, tadinya mau minta dibawain oleh-oleh dari kamu, eh kok udah sampai di sini aja." kekehnya
"Tenang saja, aku bawa oleh-oleh kok. Nanti, aku main ke rumahmu, ya. Tumben jam segini kamu telepon aku, ada apa Des?
"Nggak ada apa-apa, cuman pengen denger kabar sahabatku saja, memangnya nggak boleh?" kelakarnya.
"Oh ya, boleh cuman heran aja kamu telepon jam segini.
"He.....he....he" pengen ngobrol saja Lun,
"Oh nanti sore, aku ke rumah kamu jadi bisa ngobrol-ngobrol."
"Okey jangan lupa bawa oleh-olehnya."
Luna memutuskan sambungan telepon selulernya setelah selesai berbicara dengan Desi.
Stok sayuran di kulkas kosong. Luna memutuskan untuk duduk di teras rumah menunggu tukang sayur keliling lewat. Tak berapa lama, kang Suryo melintas di depan rumah sambil sesekali meneriakkan barang dagangannya.
"Sayuuuuurrr"
Luna melangkah keluar pagar hendak membeli sayur, kang Suryo pun berhenti di depan rumah Luna.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1