
Hingga pagi menjelang Vanessa belum juga bangun, Bram akan mencercanya mengenai lelaki itu.
Bram menyiapkan roti sandwich di dapur, untung sarapan pagi ini. Dan membuat teh hangat untuknya sendiri. Padahal sebelumnya Bram tak pernah menyiapkan semua ini. Bram terlalu naif, dulu hidupnya enak dilayani dengan baik oleh Luna. Sekarang ia sendiri yang membuat sarapan untuknya sendiri dan bahkan untuk Vanessa.
Terdengar suara Vanessa seperti sedang muntah, Bram berlari menuju ke kamar, tapi kosong. Ternyata Vanessa sudah di kamar mandi dan muntah-muntah di dalam, mungkin efek mabuk semalam ia jadi muntah-muntah pagi ini.
"Vanessa kamu nggak apa-apa? tanya Bram sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Iya nggak apa-apa ,Mas!"Vanessa menyahutinnya dari dalam, terdengar kucuran air dari dalam. Bram meninggalkannya dan kembali ke meja makan, melanjutkan minum teh.
Tidak berapa lama Vanessa keluar kamar mandi dan menyusul Bram, duduk di bangku sampingnya, wajahnya sedikit pucat.
Vanessa diam tak banyak bicara, dia seruput Secangkir teh yang sudah Bram siapkan dan menyesapnya pelan-pelan.
"Vanessa tadi malam kamu dari mana? kok pulang dalam kondisi mabuk seperti itu." Bram memulai pembicaraan, terdengar nada suaranya sedikit Ketus, kekecewaan masih menguasai hati ketika mengingat Vanessa pergi bersama dengan seorang pria.
"Vanessa kamu dengar Mas, kan!" siapa laki-laki itu?
Melihat Vanessa tak menjawab pertanyaannya, Bram semakin geram dan nada suara meninggi Bram lontarkan pertanyaan itu.
"Jawab Vanessa!"
"Braak!!
Bram menggebrak meja dengan keras membuat teh hangat yang di meja bergoyang-goyang, bahkan sedikit ada yang tumpah ke meja, akibat getaran yang Bram timbulkan.
Vanessa terdiam membisu. Sikapnya santai menikmati teh hangat dan roti yang dibuat Bram membuat kesabarannya semakin habis.
"Apa sih Mas? pagi-pagi udah berisik bangat! "Kamu mau tahu dia siapa mas? yang jelas dia lebih baik darimu mas!"
Bram tak percaya dengan apa yang dikatakan Vanessa, Ia bahkan berkata dengan mudahnya dan begitu enteng, seolah olah ia tidak menganggap Bram itu suaminya dan hanya seorang kekasih yang tak ada harganya baginya.
"Jadi kamu selingkuh sama dia! Vanessa ingat! kamu itu masih sah istriku!" ucap Bram dengan lantang.
Vanessa tersenyum sinis mendengar Bram mengatasi kalau dirinya masih istrinya.
"Iya, aku memang masih istrimu, Mas! Kalau kamu tidak suka silahkan kamu talak aku! toh juga kita cuman nikah siri, bercerai pun tak perlu sampai ke pengadilan kan!"Vanessa kembali berucap dengan entengnya. membuat emosi Bram semakin memuncak .
__ADS_1
Bram menggeleng tak percaya, semudah itu ia berubah setelah Bram korbankan semua untuknya. "Oh Tuhan! Aku benar-benar laki-laki paling bodoh sedunia yang rela meninggalkan Luna yang setia dan lebih memilih wanita seperti Vanessa yang tak lebih adalah sampah.
"Plaaak!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Vanessa yang mulus.
"Beraninya kamu menamparku, Mas!" ingat Mas rumah ini milikku. Sekali kau menyakiti fisikku, silahkan angkat kaki dari rumah ini. Aku tak butuh lelaki miskin yang sudah tak punya apa-apa sepertimu!" teriak Vanessa.
Ia berkata dengan tatapan nyalang. Pipinya memerah karena bekas tamparan Bram. ucapannya lantang seakan Bram sudah bukan siapa-siapanya lagi.
"Vanessa! Kau benar-benar wanita murahan! baru aku sadari ternyata kau lebih dari seorang pelacur, yang hanya memanfaatkan lelaki karena uang!"ucap Bram dengan lantang. Ia sudah sangat emosi, karna ia merasa tidak di hargai Vanessa lagi.
Bram balas dengan tak kalah sengit. Bram benar-benar merasa tertipu akan sifat manja dan kemolekan tubuhnya dalam merayunya.
"Kenapa, kau baru menyadari sekarang!"ucap Vanessa menarik sudut bibirnya dan kemudian tertawa terbahak-bahak.
"CK, dasar wanita murahan! dulu kata itu sering diucapkan Luna, dan aku tersinggung dengan sebutan itu, tapi hari ini Aku menyesali itu. Semua yang luna ucapkan benar-benar nyata. Hanya aku yang bodoh lebih memilih wanita murahan seperti kamu." ucap Bram.
"Dengar ya Mas Bram, justru aku yang menyesal telah mempercayaimu. Berharap aku bisa mendapatkan semua yang kau miliki. Tapi ternyata aku salah, semua itu pada akhirnya jatuh ke tangan Mbak Luna. Dan kau tak dapat apa-apa. Percuma aku menikah denganmu, Tapi pada akhirnya kau menjadi miskin, dan semua itu membuatku muak!
"Kamu benar-benar perempuan licik, sampah dan murahan Vanessa! umpat Bram.
"Ini semua tak lepas dari rencana kakakmu sendiri,Mas! dan aku menyesal telah menyetujuinya! karena nyatanya, aku tak bisa mendapatkan apa-apa!"
Mata Bram terbelalak mendengarkan kata itu.
"Apa?
"Mbak Rima?
"Apa maksudmu? hah! kedua netranya menyipit seolah tak percaya apa yang ia dengar dan ingin memperjelasnya .
"Kau memang terlalu polos, Mas! Mbak rima yang menjodohkan aku dengan kamu Mas. Setelah aku lihat, Ternyata kau memang seorang pengusaha. Aku tertantang untuk bisa menaklukkan kamu, Aku buktikan pada kakakmu, aku bisa mendapatkanmu dengan caraku sendiri." sebuah kebanggaan bagiku bisa merebutmu dari Anak dan istrimu. berharap aku bisa menjadi Nyonya di rumah itu, dan menjadi istri pemilik perusahaan yang selama ini kamu kelola."
Vanessa membuang nafas kasar. Kemudian melanjutkan kata-katanya.
"Tapi ternyata zonk, tidak mendapatkan apa apa. Bahkan kamu sekarang menumpang di rumahku dan sekarang kamu pengangguran." pungkasnya dengan lantang.
__ADS_1
Rahangnya mengeras dan Gigi mengertak disertai dada yang naik turun. Bram benar-benar merasa tertipu, tak disangka kakaknya sendiri ada peran Di balik semua ini.
"Keterlaluan! kurang ajar kau Vanessa!" detik ini juga aku jatuhkan talak padamu mulai hari ini Vanessa binti Sumijan kau bukan istriku lagi."
Bram berkata dengan lantang, dan dalam keadaan sadar sebuah ikrar talak terucap dari mulut Bram, karna dia sudah tidak tahan melihat dan mendengar kenyataan yang sebenarnya.
Vanessa terlihat sedikit tercengang. Namun, sedikit kemudian ia mampu menguasai keadaan.
"Okey, aku sudah bukan istrimu lagi sekarang mas! maka sekarang juga kamu angkat kaki dari rumahku!"usir Vanessa
Kedua netranya mengerjap, Bram harus tinggal di mana? jika Bram keluar dari rumah ini? tapi tak mungkin juga Bram hidup bersama wanita Arogan yang di kepalanya hanya uang, uang dan uang!
"Okey, aku akan keluar dari rumah ini, hari ini juga."
Bram melenggang masuk ke dalam kamar mengemasi semua baju-bajunya dan memasukkannya ke dalam koper berwarna hitam yang beberapa hari lalu Bram bawa dari rumah Luna. Bram benar-benar tak menyangka hidupnya semakin tragis diusir oleh dua wanita dalam rentan waktu yang tak begitu lama. Niat hati ingin bahagia memiliki dia istri, kini kehidupan Bram benar benar hancur berkeping-keping.
Semua baju Bram masukan ke dalam koper. Pakaian yang tergantung di balik pintu kamar pun tak luput dari sapuannya.
Hingga kedua netranya menangkap sebuah benda kecil tergeletak di lantai samping lemari. Bram mendekat dan memungut benda itu.
Betapa terkejutnya dirinya saat menyakini jika benda itu adalah sebuah alat kontrasepsi. yang biasa digunakan oleh lelaki. Padahal Bram sendiri tidak pernah memakai benda itu selama berhubungan dengan Vanessa. lalu benda ini milik siapa?
Ingatan Bram langsung tertuju pada lelaki yang keluar dari rumah itu, bersama Vanessa kemarin. Mereka pasti sudah melakukan itu di kamar ini. Kurang ajar!" desis Bram.
Bram lempar benda kecil itu dengan kasar ke sembarangan arah. Tak ada niat untuk menanyakan itu pada Vanessa. Untuk apa?toh dia sudah bukan istrinya lagi.
Rasanya hatinya sakit membayangkan tubuhnya dijamah lelaki lain.
"Brugh!
Bram meninju kasar pintu lemari baju yang terbuat dari kayu. Bram memang lelaki bodoh, bisa-bisanya Bram dibodohi oleh wanita murahan itu. Bram mencoba mencari kalung yang ia berikan kepada Vanessa beberapa waktu lalu, sebelum mereka menikah.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN