
"Ada apa sayang?"Kia baru saja bangkit dan melepas kopiahnya.
"Itu Maya nanya Khairul, biar tidur di kamarnya dia ajak gitu, Tapi Aku menolaknya kasihan sudah nyenyak kalau harus digendong pindah kamar."jawab Luna polos
"Tapi kalau udah tidur dia Nggak bangun-bangun lagi kan?"
"Ya nggak sih kalau udah tidur nyenyak sampai pagi."
"Jadi nggak masalah dong kalau kita.... toh dia nggak kan bangun, kan?"ucap Kia menggoda dengan kedua alisnya naik turun dan tersenyum memperlihatkan wajahnya yang mesum.
Luna pun merona mendengar ucapan suaminya. Namun, ia sendiri bingung ada rasa khawatir kalau tiba-tiba Khairul terbangun, ia sedang berkumpul kan malu juga dilihat sama anak sendiri.
"He...he...he aku hanya bercanda sayang nggak usah takut gitu, Aku ngerti kok aku juga khawatir lah kalau tahu-tahu Khairul kebangun dan melihat kita sedang asyik kan nggak enak juga kalau lagi nanggung.
Kia terkekeh melihat sikap istri yang terlihat lucu tadi. Padahal Ia hanya bermaksud menggodanya. Luna memanyunkan bibirnya.
Kia sudah duduk di tepi ranjang, posisi Khairul tidur di tengah, jadi mau tak mau dia tidur di sisi kanan Khairul dan Luna tidur di sisi kiri Khairul.
Beberapa hari sudah pernikahan mereka akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta, selain karena urusan pekerjaan, luna dan Kia yang tak bisa ditinggal lama-lama. Sekolah Khairul juga tak bisa lebih lama lagi ijin tak masuk sekolah.
Mereka menempati rumah Luna meskipun dia sudah membeli sebuah rumah untuk mereka tinggali. Luna tak ingin buru-buru pindah ke rumah baru itu, ia ingin mengadakan acara syukuran ke rumahnya dan mengundang tetangga dan RT setempat, agar mereka pun tahu jika dirinya kini telah menikah dengan Kia. Beberapa rekan kerja dan para karyawan di kantornya juga diundangnya.
Luna juga mengundang Bram dan Mbak Rima mantan suami dan mantan kakak iparnya itu. Tak ada maksud apa-apa. Ia hanya ingin membagi kabar Bahagia itu, agar tak menjadi fitnah.
Acara syukuran di rumah Luna akan digelar hari Minggu, itu artinya dua hari lagi, Luna akan memesan catering untuk nasi kotak Dan beberapa makanan lainnya.
Khairul terlihat ceria sejak Kia sah menjadi Papa sambungnya. Jika ia memanggil Bram dengan sebutan Ayah, maka ia memanggil Kia dengan sebutan papa, agar tidak bingung.
Sejak mereka menikah hari Minggu lalu, mereka belum sekalipun melakukan hubungan selayaknya suami istri, bukannya Tak mau. Hanya saja selama di rumah Pak Karyo, Khairul tak mau tidur dengan di kamar tantenya. Ia selalu ingin tidur dengan mama, papanya. Katanya mumpung masih di sini, kalau sudah di Jakarta tentukan setiap hari harus tidur sendiri.
Kia kebetulan tak keberatan jika harus menahan hasratnya demi anak sambungnya, ia paham, Mungkin Khairul haus akan belaian kasih sayang seorang ayah, meskipun setiap minggu ayahnya datang berkunjung tentu sangatlah singkat dan tak cukup mengobati rasa rindunya akan belaian sosok Ayah di sampingnya.
****
"Alhamdulillah akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya sayang." ucap Kia merapikan anak rambut ke belakang telinga istrinya.
"Maafkan aku Mas, membuatmu menunggu terlalu lama."
"Sssstt. Tak ada yang perlu dimaafkan semua sudah bagian dari rencana Allah."
__ADS_1
"Khairul sudah tidur? tanya Kia pada istrinya.
"Sudah dia sepertinya lelah setelah perjalanan siang tadi."
"Kalau kamu lelah, nggak?"Kia membanlai wajah istrinya kedua netra nya saling menatap dengan penuh cinta.
"Ya lumayan, lumayan melelahkan.
"Sudah siapkah jika aku meminta hakku malam ini?"bisiknya lembut.Luna mengangguk pelan. Ia sendiri juga merasa tak enak hati karena belum melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.
Perlahan Kia mengecup perlahan kening istrinya.
Luna mengangguk, bunga bermekaran di dalam hatinya, hati yang dulu sempat merasakan trauma yang begitu mendalam. kini perlahan terkikis akan hadirnya cinta yang baru, cinta yang kini tumbuh bersama di hatinya. Cinta yang diharapkan mampu membawanya hingga ke jannahnya nanti.
Kia duduk di bibir ranjang, Dia menepuk ranjang di samping ia duduk. Luna pun menurutinya duduk sebelah lelaki yang kini telah menjadi imam dalam rumah tangganya.
Belaian lembut tangannya menyapu setiap inci wajah istrinya, perlahan wajah tampan Kia mendekat dan semakin dekat menyentuh puncak kepala Luna. Wajah tampan seakan terpahat sempurna dengan rahang kokoh dengan jambang halus di sekitar pipinya,
Hidung mancung dengan manik mata tajam pada tatapan matanya sempurna, dengan bentuk alis tebal yang hampir menyatu. Semua seakan perpaduan yang pas begitu indah ciptaan Tuhan yang kini berada di hadapan wanita itu.
Perlahan Luna memejamkan mata menikmati semua sentuhan lembut dari suami tampannya itu.
Ia masih memejamkan mata menikmati setiap sentuhan lembut terakhir kekasih halalnya. Meski ini bukan kali pertama ia merasakan ini. Tapi Entahlah yang ia rasakan ini begitu membuatnya terbuai.
Luna mencoba membuka matanya, saat ia rasakan suaminya terdiam setelah mencumbunya dengan sedemikian memabukkan.
Dilihatnya sang suami tengah tersenyum menatap wajah yang kian memerah.
"Kenapa Mas? Kok kamu diam? rajutnya sedikit kecewa. Tak dipungkiri Ia menginginkan lebih dari itu, dan bisa melakukan kewajibannya secara utuh.
"Aku senang kau menikmatinya Kamu cantik."tanpa menunggu sahutan dari istrinya Ia kembali menelusuri setiap Inci kulit mulus istrinya hingga mereka sama-sama merenggut nikmatnya surga dunia. Mereka Langsung tertidur setelah kelelahan, Kia melingkarkan tangannya memeluk tubuh luna.
****
Terdengar suara adzan berkumandang. Luna terjaga dari tidurnya yang pertama dilihatnya wajah suaminya yang masih tertidur memeluknya.
Perlahan Ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah mandi, ia berniat untuk membangunkan suaminya, tapi ternyata Kia sudah duduk di tepi ranjang menunggunya.
"Kenapa bangun gak langsung bangunin aku sayang? Kalau bangunin aku, kan jadi bisa mandi bareng biar cepat"ucapnya saat Luna memasuki kamar dengan memakai handuk kimono.
__ADS_1
"Nanti, kalau mandi bareng bukannya cepat malah lama Mas," seloroh luna menimpali ucapan suaminya. Kia hanya tersenyum, dalam hati membenarkan perkataan istrinya.
"Tunggu Aku mandi ya, kita salat berjamaah."Luna mengangguk.
****
Hari Minggu sesuai rencana acara syukuran pernikahan mereka digelar. Luna juga mengundang ustadz yang biasa ceramah di masjid komplek untuk mengisi acara. Berharap doa dan petuah beliau bisa menjadi bekal dirinya mengarungi rumah tangga baru bersama Kia.
Bram datang bersama Mbak Rima Kakak perempuannya.
"Ayah!"seru Khairul saat melihat kehadiran ayahnya.
sebenarnya Bram tidak tahu kalau Luna telah menikah, ia hanya dikabari melalui pesan jika ada acara pengajian di rumahnya.
"Khairul Sayang, minggu kemarin ke rumah kakek, ya? ayah kan jadi kangen,lama baru bertemu.
"Iya Ayah, sekarang Om Mala udah jadi Papa Khairul, Khairul punya dua ayah. Celotehan Khairul membuat Bram terkejut, tak menyangka jika kepulangan Luna kemarin itu adalah untuk melangsungkan pernikahan dengan Malakiano.
"Ayah, kok Ayah bengong, papa Mala baik kok. Khairul senang deh, jadi Khairul di rumah nggak kesepian lagi."lagi-lagi kata-kata Khairul seakan mencubit hatinya.
Mbak rima yang berdiri mematung di belakang Bram pun tak kalah terkejutnya. Ia tak menyangka kini Luna benar-benar sudah menghapus dirinya dari dalam hidupnya. Sudah tak ada harapan lagi untuk mereka kembali bersatu.
"Eh Mas Bram, Mbak Rima,"sapa Luna yang tiba-tiba berdiri di dekat mereka. Tampak Kia pun tengah berjalan mendekati mereka.
Bram yang tadinya membungkuk kan tubuhnya, kini berdiri dengan normal setelah melihat Luna datang.
"Selamat ya, Lun!"Bram mengulurkan tangannya, Luna menyambutnya. Mereka berjabat tangan.
"Terima kasih Mas. Mari masuk sebentar lagi akan dimulai."
"Selamat atas pernikahan kalian aku mohon jaga dan rawat Khairul dengan baik, walau dia bukan anak kandung mu,"bisik Bram pelan saat menjabat tangan Malakiano.
Tatapan matanya seakan tak rela mantan istrinya, kini telah digandeng lelaki lain, Namun, ini semua memang kesalahannya. Luna berhak Bahagia dengan pilihan hidupnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN