Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 73. MEMINTA MAAF _ PDHP


__ADS_3

Luna menghentikan langkahnya, dan menoleh ke belakang. Terlihat wanita paruh baya turun dari mobil, dan berjalan mendekati gerbang yang baru beberapa menit Luna tutup.


"Permisi, Assalamualaikum!"Sapa wanita paruh baya itu dengan senyum mengembang di bibirnya, wanita yang sudah terlihat ada keriput itu memberi sapaan kepada Luna.


"Waalaikumsalam, Maaf mau cari siapa ya Bu?"tanya Luna dengan sopan dan membalas senyum wanita paruh baya itu. Karena Luna sama sekali belum pernah bertemu dengan wanita itu.


"Dengan Mbak Luna, nggak?


"Iya betul, saya luna, apa sebelumnya kita pernah bertemu? "bergegas Luna membukakan pagar rumah untuknya. Karena sepertinya memang dia mencari Luna, terbukti ia mengetahui nama Luna.


"Alhamdulillah, Akhirnya aku bisa bertemu denganmu Nak Luna. Perkenalkan, saya ibu Sumijan istri dari Pak Karni sumijan, saya ibu kandung dari Vanessa." ucap Ibu paruh baya itu mengulurkan tangannya. Mereka berjabat tangan dan kemudian ia berlalu menuju ke bagasi mobil dan mengambil sesuatu di sana. Setelah Luna perhatikan, sepertinya ia mengambil sebuah kursi roda dari dalam bagasi.


Perlahan Ibu paruh baya itu membuka kursi roda yang terlipat itu dan membuka pintu mobil bagian depan. Dengan telaten, ibu sumijan dengan sigap membantu putrinya Vanessa untuk turun dan duduk di kursi roda.


Luna terus memperhatikan siapa sebenarnya mereka. Seingatnya Luna Tak memiliki teman atau kerabat disabilitas.


Setelah berhasil duduk di kursi roda, wanita paruh baya yaitu kemudian memutar kursi roda itu dan mendorongnya ke arah Luna. Betapa terkejutnya Luna saat melihat wanita yang tengah duduk di kursi roda itu ternyata Vanessa. Luna cukup tercengang melihat kondisinya sekarang duduk di kursi roda, apa yang terjadi padanya hingga keadaannya sekarang cacat.


Mobil yang mereka tumpangi berlalu, meninggalkan kompleks perumahan yang Luna tempati. Karena sebelumnya memang mobil itu merupakan taksi online yang dipesan oleh Vanessa sebelumnya.


Wajahnya sedikit pucat dan rambutnya diikat rapi ke belakang.


"Assalamualaikum mbak!"boleh aku bicara denganmu Mbak Luna!"tanya Vanessa saat ia sudah berada di hadapan Luna.


"Waalaikumsalam Vanessa!"hati Luna masih diliputi rasa terkejut dan penuh tanya.


"Ehem, Mbak Luna Boleh kita bicara di dalam?"melihat Luna masih tak bergeming wanita bernama Vanessa itu membuka suara.


"Oh iya masuklah." ucap Luna cepat.


Luna kembali menutup pagar dan berjalan mengikuti mereka menuju teras rumah.


"Mari kita bicara di dalam saja."ucap Luna mempersilahkan Vanessa dan ibu sumijan masuk.

__ADS_1


"Silakan duduk."Luna menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi sofa yang ada di ruang.


"Sekali lagi Luna menoleh ke arah wanita yang dulu menjadi duri di dalam rumah tangganya. pemicu kehancuran rumah tangga Luna dengan Bram. Ia Hanya duduk dan tertunduk.


Wanita yang dulu begitu Arogan, angkuh menginginkan semua yang dimiliki oleh Luna. Namun, dengan penuh keyakinan akhirnya Luna bisa memupus harapannya itu, walaupun pada akhirnya Luna pun harus melepaskan lelaki yang sudah sekian lama bersamanya.


Wanita yang dulu dengan jelas masih terngiang di telinga luna, akan menyingkirkan luna dari rumah yang ditempati Luna saat ini.


Kini wanita itu kembali datang ke hadapannya, sejenak mereka masih saling terdiam, tidak ada yang berbicara sama sekali.


Ingin Luna bertanya, Kenapa kondisi Vanessa seperti sekarang ini. Namun, rasanya enggan bayangan saat dia begitu berambisi merebut suaminya. Bahkan dengan bangganya Ia melakukan itu semua terhadap Luna. Semua itu masih terngiang jelas di kepala luna.


Bayangan saat ia tengah bergumul dengan lelaki yang masih sah menjadi suami Luna, dan menunjukkan senyum kemenangannya Masih jelas terekam di ingatan dan memori luna.


Janganlah menatap masa lalu, dengan berduka, Iya tak kembali lagi. Hadapilah masa sekarang dengan bijaksana Dan sambutlah bayangan masa depan dengan tanpa keraguan dan dengan disertai keteguhan hati.


Cukup lama mereka saling diam sibuk dengan pemikiran masing-masing


"Mbak kedatanganku ke sini... Aku ingin minta maaf kepada mbak."ucap wanita yang duduk di kursi roda itu dengan tenang.


Luna tidak tahu, apa kata maaf yang dilontarkan dari mulut manis itu sungguh-sungguh, atau karena kondisinya sekarang sudah seperti ini, kemudian ia minta maaf.


Sudah menjadi hal yang lumrah, seseorang yang telah menyakiti kita, kemudian kembali datang untuk meminta maaf di saat dirinya sudah tak berdaya lagi.


"Mbak..."dia memutar kedua roda pada kursi roda itu dan mendekat ke arah luna.


"Aku tak tahu, Apakah aku bisa memaafkan mu, Setelah semua yang sudah kau lakukan kepadaku."Luna tertunduk dalam, di dalam hati Luna seperti tengah berseteru antara hati dan pikirannya.


Hati selalu mengingatkan untuk berdamai dengan keadaan dan memaafkan semuanya, tapi otaknya mengedepankan logika, betapa dia dulu dengan serta-merta datang ke rumah Luna, bersama dengan lelaki yang masih berstatus suaminya, kemudian meminta Luna untuk merelakan lelaki itu untuknya.


"Mbak, aku tahu perbuatanku dulu memang sudah sangat keterlaluan, bahkan mungkin semuanya itu takkan Bisa termaafkan."Vanessa menitikkan air matanya, dan perlahan tangan lembutnya bergerak menggenggam pergelangan tangan Luna. Ia terisak.


Luna mendengarkan kepalanya dan menatap dalam kedua manik mata wanita yang menjadi duri dalam rumah tangga luna dan membuat Luna dan Khairul terluka.

__ADS_1


Tatapan matanya nanar dengan sesekali bulir bening itu luruh begitu saja membasahi pipi mulusnya.


"Maafkan aku Mbak, Aku sungguh menyesal dengan semua yang aku lakukan dulu."kembali ya terisak.


Luna cukup terenyuh dengan penyesalannya, terlihat gurat ketulusan pada sorot matanya. tapi Jika boleh jujur hati Luna masih terasa sakit. Karena dia, rumah tangga Luna hancur. karena dia suami Luna dengan mudahnya bermain gila di belakang Luna. Karena wanita yang ada di hadapannya ini, anaknya harus menghadapi kenyataan pahit orang tuanya bercerai dan kekurangan kasih sayang dari seorang ayah.


Meski semua itu tak sepenuhnya kesalahannya, Bram juga, Mbak Rima juga tak lepas dari semua itu. Mengapa sekarang satu persatu mereka datang dan menyesali semuanya, bukankah semua sudah berakhir, seiring dengan berakhirnya rumah tangganya Luna dan Bram!"


"Mbak...."Vanessa menundukkan kepalanya dan perlahan kedua tangannya yang digenggamnya terasa menghangat. Ia mencium kedua tangan luna. Punggungnya bergetar seiring dengan suara Isakan yang terdengar pilu.


Perlahan kedua netranya berembun dan cepat Luna mendongak ke atas agar bulir beningnya tak jatuh.


"Nak Luna... maaf kalau Ibu ikut campur dalam urusan kalian, Ibu di sini memang ingin menemani Vanessa yang hendak meminta maaf kepada Nak luna."Ibu sumijan berkata dengan lembut.


"Seperti yang kita tahu semua orang memang tak luput dari kesalahan dan dosa. Ibu juga tidak pernah mengajarkan Vanessa memperlakukan orang seperti yang ia lakukan selama ini.


Memang Vanessa orang yang keras kepala dan terlalu ambisius. Terkait dengan masa lalu, Nak Luna dengan Vanessa yang pernah menghancurkan rumah tangga Nak luna, itu semua menjadi masa lalunya yang kelam.


Karena Vanessa yang sekarang kini sedang berusaha untuk menghapus semua itu, dan menyesali semua yang telah ia lakukan, Bukankah setiap orang berhak untuk berubah menjadi lebih baik."wanita paruh baya itu berbicara dengan santun.


"saya tahu Nak Luna adalah wanita yang sangat luar biasa, Nak Luna juga seorang muslimah yang baik, bukankah agama kita menganjurkan untuk kita memaafkan kesalahan saudara kita, yang dengan tulus meminta maaf kepada kita."tambah ibu sumijan.


Luna menyeka air mata yang entah Sejak kapan luruh membasahi pipinya.


Sakit di dalam hatinya begitu dalam, Maaf sebaiknya kamu pulang saja, untuk sekarang aku belum bisa, biarkan aku sendiri dulu. Saya mohon, kalian mengerti."ucap Luna tegas sambil menyeka air matanya dan menatap berbeda generasi itu secara bergantian.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2