Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 56. AKAL BUSUK VANESSA TERBONGKAR _ PDHP


__ADS_3

"Jadi Aldo masih sering mabuk-mabukan?"


"Saat ini Aldo masih sama, dengan kebiasaan buruknya."


Seketika keningnya berkerut mendengar ucapan ibu Alena, apa yang beliau maksud itu Vanessa. Tapi dengan siapa Dia berbicara, Vanessa sibuk dengan pikirannya, hingga tanpa sengaja gagang kain pel yang ia pegang terjatuh, menimbulkan bunyi yang cukup keras.


"Siapa di sana?" seru Ibu Alena dari dalam kamar.


Vanessa langsung beringsut mundur, Vanessa takut Ibu Alena mengetahui Vanessa sudah mendengar pembicaraannya.


"Vanessa kembali ke dapur, dengan menenteng ember yang berisi air pel. sejenak Vanessa memikirkan perkataan Ibu Alena.


Sejak Vanessa menikah memang Vanessa Sudah jarang pergi keluar, bahkan untuk bertemu dengan teman-temannya pun Vanessa urung.


Vanessa bahkan di rumah ini seperti pembantu, bangun paling pagi, dan menyiapkan semuanya, Vanessa hanya berharap Ibu Alena dan Aldo menghargainya.


"Vanessa! Kenapa kamu, di situ? kapan keluarnya ngepel, kalau sambil ngelamun gitu!" teriak Ibu Alena yang tiba-tiba sudah berdiri dan membentuk dapur, seketika membuatnya.


"I...Iya Bu, ini lagi mau ganti air pel aja kok,"sahut Vanessa beralasan.


"Kamu itu harusnya bersyukur bisa jadi istri Aldo, jadi jangan malas-malasan," cetus ibu Alena.


"Bu! sebenarnya Kenapa sikap Ibu berubah? dulu sebelum kami menikah, ibu selalu bersikap baik, tapi kenapa sekarang ibu berubah?" Vanessa memberanikan diri untuk bertanya, meski kata yang keluar dari mulutnya ini terlihat kaku, penuh dengan keraguan.


Mendengar pertanyaan Vanessa, seketika Ibu Alena mengalihkan pandangannya.


"Ibu nggak apa-apa, Ibu hanya sedikit kesal, setelah Aldo menikah, bukannya lebih baik malah Justru lebih buruk, bahkan tak jarang Aldo sampai tak pulang ke rumah."


Jawaban Ibu Alena membuat kedua alisnya bertaut, jika itu semua kelakuan anaknya, Mengapa Vanessa yang disalahkan, mengapa beliau justru melimpahkan kekesalannya pada Vanessa? Apa yang sebenarnya yang ada di pikiran ibu? jika beliau kesal dengan kelakuan anaknya, Ia seharusnya menasehati Aldo. Bukan malah Vanessa yang kena imbasnya.


"Ibu pikir Vanessa tidak kesal dengan kebiasaan mas Aldo yang selalu pulang dalam keadaan mabuk-mabukan? Vanessa juga sebenarnya sudah muak, Bu! tapi Vanessa bertahan demi mas Aldo berhar...."


"Demi apa?

__ADS_1


"Demi harta? berharap kami akan menjadikanmu menentukan kesayangan, dan memberikan semua aset berharga milik kami untuk? Iya? Hah!"


Degh!


Bagai tersambar petir di siang bolong, mendengar ucapan Ibu Alena, Ibu mertuanya, Kenapa beliau bisa berkata seperti itu.


Vanessa masih tercengang mendengarkan ucapan sang mertua, leher Vanessa terdekat berusaha keras menelan silvanya yang akan tertahan di tenggorokan.


"Kenapa?


"Kamu kaget?


"Jangan Kamu kira aku tak tahu niatmu menikahi Aldi, hanya menginginkan harta." Ibu Alena masih berbicara dengan suara lantang. seakan beliau meluapkan semua keresahannya yang membuat sikapnya berubah terhadap Vanessa.


"Bu! Kenapa Ibu bicara seperti itu?"


"Halah! Sudahlah jangan kira kami bodoh bisa kamu tipu daya. Kami tak akan tertipu oleh akal bulusmu!"Ibu bersilang dada tepat di depannya, netranya menatap tajam ke arahnya.


"Tunggu, tipu daya?


Vanessa, masih belum bisa mencerna perkataan yang beliau sampaikan, dan mencoba meminta penjelasan, mengapa beliau berubah seperti ini.


"Sudahlah Vanessa! tak perlu kamu pura-pura bersikap polos seperti itu! Ibu sudah tahu semuanya, Seperti apa sebenarnya kamu itu. Sudah cukup Kamu merusak rumah tangga orang lain, dengan menjadi seorang pelakor! Namun, setelah kamu berhasil merebutnya kamu meninggalkan laki-laki itu begitu saja, karena dia tak punya apa-apa, Hah! kali ini kamu salah target, Ibu sudah lebih dulu tang akal busuk mu,"ucap Ibu Alena penuh penekanan, dadanya naik turun akan menahan emosi Yang tertahan.


Vanessa menggeleng tak percaya, Ibu Alena yang lemah lembut, seakan kini sangat membenci Vanessa. Mengapa dia tahu tentangnya yang merebut mas Bram dari Mbak Luna? gumamnya


"Kenapa?


"Kamu kaget ibu bisa tahu semuanya? dengar baik-baik, ya. Kalau kamu masih ingin tinggal di rumah ini, kamu jangan macam-macam!" ancam Ibu Alena dengan memicing menarik sudut bibirnya menyeringai. Kemudian berlalu meninggalkan Vanessa yang masih mematung.


Semua perkataan Ibu Alena membuat Vanessa seolah tercekat, sungguh mengejutkan, tangan dan kakinya terasa dingin.


Vanessa mengusap wajahnya dengan kasar. Sial!!! kenapa ibu Alena bisa tahu kalau aku menikah dengan Aldo salah satunya karena ingin jadi orang kaya? Bahkan aku meninggalkan Mesran lelaki yang juga menyukaiku, karena aku pikir dengan memilih Aldo, aku bisa hidup enak." gumam Vanessa dalam hati

__ADS_1


Iya Mesran lelaki beberapa kali kencan dengan Vanessa, bahkan pernah bertemu dengan Bram saat mereka usai makan di sebuah restoran, tapi Vanessa memutuskannya saat Aldo mengutarakan ingin menikahinya.


"Aargghh!


Belum apa-apa, Vanessa sudah dapat ultimatum untuk jangan macam-macam. Vanessa harus putar otot lagi, Bagaimana caranya untuk meluluhkan hati ibu Alena.


"Ah, paling tidak saya harus membuat Aldo berpihak dengannya, jika Aldo selalu di pihak padanya, Ibu Alena takkan bisa mengusir Vanessa dari rumah itu.


Vanessa harus bersikap semanis mungkin di depan Aldo, dan juga Vanessa harus bersikap baik di depan Ibu mertuanya, seolah Vanessa bisa berubah. Bukan seperti wanita yang mata duitan, mungkin dengan sedikit berakting, lambat laun ibu Alena akan mempercayainya.


Vanessa kembali melanjutkan aktivitasnya, Vanessa rela bertahan sebelum tujuannya tercapai, sambil terus berpikir Siapa yang sudah membuat ibu Alena mengetahui semuanya. Mustahil jika ia tiba-tiba tahu, tanpa ada yang memberitahu


"Vanessa! Ibu pergi dulu, kamu diam di rumah, jangan macam-macam, kerjakan apa yang sudah menjadi tugasmu. Mengerti?" ucap Ibu Alena tiba-tiba sudah ada di ambang pintu dapur. Vanessa yang sedang mencuci piring, posisinya memunggunginya segera membalikkan badan.


"Iya, ibu hati-hati di jalan." sahut Vanessa basa-basi.


Beliau berlalu keluar rumah, tanpa menghiraukan ucapan Vanessa. Vanessa meliriknya, tampak menghampiri sopir pribadinya.


Ke mana ibu akan pergi, Lebih baik aku mengikutinya. Mungkin dengan mengikutinya, aku akan tahu jawabannya Siapa yang sudah memberitahu Ibu soal pernikahan ku dengan Mas Bram dulu." gumam Vanessa dalam hati.


Tanpa pikir panjang Vanessa menyambar tas yang tergantung di balik pintu kamarnya, dan bergegas berjalan keluar, terlihat mobil Ibu mertuanya sudah keluar gerbang. Dengan cepat Vanessa keluar dan menoleh ke kanan dan ke kiri. Tampak tukang ojek sedang mangkal tak jauh dari rumah. Vanessa melambaikan tangan dan tak Berapa lama seorang dari mereka menghampiri Vanessa.


"Bang ikuti mobil itu, cepat ya!" ucap Vanessa cepat dan naik ke jok belakangnya.


"Itu kan, mobilnya Ibu Alena, kan? bukannya Mbak ini menantu Ibu Alena? untuk apa membuntuti beliau Mbak? tanyanya saat motor sudah melaju mengejar mobil yang ditumpangi Ibu Alena.


"Iya, saya menantunya. Justru Saya khawatir tidak akan kenapa-kenapa, karena tadi terlihat beliau pergi terburu-buru makanya saya ikut takut terjadi apa-apa pada beliau." kilah Vanessa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2