
"Maafkan Aku, aku tidak bisa menyembunyikan ini lagi darimu. Dulu kami berpisah karena terhalang restu Ibu, tapi setelah kepergian Maya, aku jatuh terjerembab ke dalam pergaulan yang salah, Beberapa kali Ibu terlihat menyesali keputusannya dulu. Setelah melihat aku jadi berubah.
Sepertinya hadirnya kembali Maya dalam hidupku, ibu akan membuka hatinya untuk Maya, aku yakin itu. Hanya Maya yang bisa membuat hidupku berarti," Aldo menjelaskannya lagi, dan itu membuat Vanessa benar-benar muak.
"Kamu keterlaluan, Aldo!"
"Plak!!!
Sepertinya sebuah tamparan keras yang Vanessa hadiahkan di pipi Aldo tidak sebanding dengan sakit yang ada di hatinya. Dengan mudahnya dia membuang Vanessa begitu saja.
Aldo masih tak bergeming, tamparan di bibinya seakan tak merasa apapun.
"Sudahlah Vanessa! Kamu pikir aku nggak tahu, kamu mau menikah denganku juga bukan karena cinta kan? tapi karena harta! tak perlulah kamu sok-sokan seperti orang yang tersakiti seperti itu, aku tahu semuanya. Sebelum Tante Rina juga memberitahunya. apa Kamu pikir aku tidak mengenali Mbak Luna, Mbak Luna itu kakak kandung dari Maya kekasihku.
Aku tahu kamu merebut mas Bram dari Mbak Luna, dan itu jelas-jelas aku tahu. Jangan kamu pikir aku bodoh, diam ku selama ini menatap tante Rina yang begitu tidak menyukaimu. Bukan berarti aku tidak mengetahui Siapa kamu sebenarnya. Jadi tidak perlu sok-sok suci seperti itu, walaupun Maya tidak pernah memberitahu kepadaku tapi aku tahu semuanya." ucap Aldo kepada Vanessa yang sukses membuat Vanessa membulatkan matanya.
"Aldo!"
"Ada apa kalian pagi-pagi sudah ribut?"tiba-tiba Ibu Alena sudah ada di depan pintu. Vanessa lupa menutup pintu tadi, jadi ibu Alena dengar Vanessa dan Aldo ribut-ribut. Vanessa dan Aldo terdiam.
"Aldo Ada apa sebenarnya?"tanya ibu Alena pada anak lelaki satu-satunya itu.
"Bu, Alhamdulillah kalau sudah bisa menghubungi Maya, Bu!"ucapkan menghambur ke arah ibunya, dengan mata berbinar.
"Benarkah?"ibu menyahuti nya dengan raut bahagia di wajahnya.
Sungguh adegan di depan Vanessa ini membuatnya semakin muak.
"Iya Bu! Aldo mohon untuk kali ini Ibu mau merestui kami, Bu! percayalah padaku Bu, Maya begitu sempurna, Aldo yakin dia akan menjadi menantu yang baik untuk ibu dan ayah."
Ibu Alena hanya mengangguk, menatap lekat ke arah anaknya.
"Maafkan Ibu, Aldo! gara-gara ibu kamu jadi seperti sekarang ini, Ibu janji akan menerima dengan tangan terbuka kehadiran Maya, jika memang dengan kehadiran Maya kamu bisa kembali menjadi Aldo anak ibu yang baik seperti dulu. Bukan Aldo pemabuk dan suka keluyuran malam seperti sekarang,"ucap Ibu Alena mertua Vanessa. Dengan mata berkaca-kaca.
"Aldo janji, Bu! Aldo seperti ini karena Aldo frustasi, Aldo tak bisa hidup tanpa Maya!"
__ADS_1
"iya, Ibu paham, maafkan Ibu, karena ibu kamu jadi seperti ini."ucapnya lagi sambil mengusap punggung putranya.
"Lalu bagaimana dengan Vanessa Aldo?"tambahnya lagi dengan melirik ke arah Vanessa.
"Aldo akan menceraikan Vanessa, Bu."
mendengar ucapan Aldo, Ibu Alena diam tak ada ekspresi apapun yang berarti. Betapa Vanessa sangat tidak diinginkan di keluarga Aldo.
"Bu! Vanessa mohon Bu! Vanessa nggak mau cerai sama mas Aldo, Bu! bantu Vanessa bujuk mas Aldo, Bu!"Vanessa terguguh meminta gelas kasihan Ibu Alena untuk membelanya, meskipun gak jelas sekali kemungkinannya tapi tak ada salahnya mencoba.
"Aldo lakukan apa yang terbaik menurutmu, Ibu sudah tidak mau lagi ikut campur,'ucapnya datar kemudian berlalu meninggalkan kamar mereka.
Bukannya membela Vanessa justru Ibu Alena, acuh dan cenderung tak peduli apapun lagi dengan Vanessa.
"Kamu dengar sendiri bukan? Ibu juga sudah tak mau tahu dengan kamu."
"Aldo Aku mohon jangan ceraikan aku, aku terima Jika kamu akan menikahi Maya, aku rela di madu sayang."Vanessa mengiba.
"Sudahlah Vanessa! Hari ini aku mau ke kantor setelah itu aku ingin menemui Maya, untuk memastikan semuanya."ucap Aldo.
Aldo pun bersiap-siap, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Vanessa sendiri terpaku di kamar itu.
"Ya Tuhan! Mengapa semuanya jadi seperti ini, boro-boro aku bisa menjadi menantu kesayangan di rumah ini, dan bisa menikmati kekayaan keluarga ini. Justru karena kehadiranku sejak awal disini sama sekali tak berarti apa-apa. Bahkan di hati Aldo sekalipun. Sungguh menyedihkan.
Seharian ini Vanessa hanya terdiam diri di dalam kamar, mau keluar kamar rasanya enggan. Setelah keributan tadi pagi dengan Aldo, hanya menunggu Aldo pulang yang bisa Vanessa lakukan. Berharap dia bisa berubah pikiran dan mencabut semua kata-katanya tentang perpisahan.
Hari sudah menjelang sore, sebentar lagi Aldo pulang.
Benar saja tak Berapa lama suara mobil masuk ke halaman rumah.
Kemudian disusun dalam langkah kaki memasuki rumah ini.
"Assalamualaikum, Bu! Ayo masuklah Maya!"
itu suara Aldo, tapi sepertinya dia pulang bersama seseorang, bernama Maya. Benarkah Aldo membawa serta wanitanya ke rumah ini. Vanessa segera beranjak untuk melihatnya di ruang tamu.
__ADS_1
Seorang wanita cantik dan anggun, telah duduk di ruang tamu, ia sendirian, sepertinya Aldo tengah mencari Ibu Alena ke kamarnya.
Wanita inikah yang bernama Maya, Dia begitu cantik, mengenakan jilbab lebarnya yang menutupi hampir setengah dari tubuhnya, mengenakan hijab tubuhnya yang tinggi semampai menembak cantik dan pas dengan pakaian yang ia pakai.
"Ehem."
seketika wanita itu menoleh ke arah Vanessa. ternyata memang benar Maya yang dimaksud Aldo itu merupakan Maya adiknya Luna.
Wajahnya putih bersih, dengan hidung mancung dan senyum mengukir bibirnya menambah, pantas saja Aldo tergila-gila padanya. Vanessa tahu betul akhlak seorang Maya, selama ini ia ketahui dari Bram kalau Maya itu wanita yang taat agama. sama seperti Luna.
"Maya!
"Iya,Vanessa, Maya terhenyak melihat kehadiran Vanessa di sana.
"Kamu sudah tahu kalau Aldo itu suamiku, dan jelas-jelas sudah beristri, Lalu kenapa kamu hadir lagi dalam hidupnya, Maya? Apa kau ingin membalas ku? kau seorang wanita, tentunya kamu tahu bagaimana perasaanku."ucapan
Maya hanya mengembangkan senyumnya.
"Maaf mbak Vanessa, Aku tidak bermaksud untuk....."
"Untuk apa?"
"Vanessa cukup! tak perlu kamu maling teriak maling!"tiba-tiba Aldo sudah ada di dekat Maya dan Vanessa, membuat Vanessa terkejut dan menoleh ke arahnya dan juga ke arah Maya.
"Mas sepertinya aku lebih baik pergi, Aku tak ingin menghancurkan rumah tangga kalian."kemudian Maya beranjak
"Maya tunggu! tunggu sebentar Sayang! Ibu mau bicara sama kamu,"ucap Ibu Alena yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Aldo, Kamu urus dia! biar Ibu bicara dengan Maya. Maya Ayo ikut ibu, kita bicara di halaman belakang. "Ibu Alena melirik Vanessa kemudian mengajak Maya ke belakang rumah.
Aldo menatap Vanessa tajam, wajahnya memerah dengan rahang mengeras, dan dada naik turun. Sedetik kemudian menarik kasar lengan Vanessa dengan menyeretnya masuk ke dalam kamar.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN