Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 53. KELAPARAN _ PDHP


__ADS_3

Mbak Rima dan Bram makan nasi satu bungkus berdua. Untuk menghemat pengeluaran, tak apalah makan nasi sebungkus berdua, ingat waktu kecil dulu juga sering aku makan sepiring berdua dengan kakakku satu-satunya ini"gumam Bram dalam hati


"Makannya pelan-pelan dong! nanti cepat habis, Mbak baru makan sedikit,"celotehnya, melihat cara Bram makan dengan lahap.


"Iya, iya! ini satu suap lagi aku sudah, ntar Mbak yang habisin, ya!"


"Ya Tuhan, kami sudah seperti orang kelaparan begini, sungguh miris sekali nasibku ya, Tuhan."gumam Bram dalam hati.


Bram berjalan keluar ke kamar mandi, untuk cuci tangan. Kemudian Langsung kembali ke kamar. Terlihat nasi bungkus itu sudah habis tak tersisa.


"Jadi bagaimana besok rencananya? kita ke rumah Luna? dan minta maaf gitu?"tanya Mbak Rima saat melihat Bram duduk kembali di sampingnya.


"Iya, Besok kita ke rumah Luna, Semoga aja aku berhasil membujuk luna untuk kembali rujuk padaku, jadi aku tak perlu lagi tinggal di kamar yang sempit ini."ucap Bram penuh harap.


"Oke, Mbak pulang dulu, ya. Sudah sore juga, sekalian Mbak numpang cuci tangan dulu Bram,"pamitnya.


Bram mengantarnya hingga ke depan gerbang,setelah sebelumnya Mbak Rima ke kamar mandi dulu untuk mencuci tangannya.


Mbak Rima pulang dengan naik ojek yang mangkal di tepi jalan, tak jauh dari kos-kosan Bram, Bram menatapnya yang duduk di jok belakang tukang ojek, hingga berlalu dan tak terlihat lagi.


****


Keesokan harinya, Bram bersiap untuk menemui Luna, selain itu juga rasa rindu yang kian membuncah ingin bertemu dengan Khairul.


Jika Luna tak mau kembali rujuk denganku, minimal aku harus merayunya agar ia memaafkan ku dan mengizinkan aku kembali bekerja di kantor, setidaknya aku tidak jadi pengangguran seperti ini. ucap Bram dalam hati


Seperti biasa Bram pesan ojek online untuk sampai di rumah Luna, tak lupa Bram mengirim pesan kepada mbak Rima, agar segera jalan ke rumah Luna dan ketemu di sana.


Sejak semalam Bram mencoba menghubungi Luna, tapi nomornya tidak aktif, jadi Bram langsung saja datang ke rumah tanda persetujuan darinya.


Sekitar setengah jam berjalan bersama sampai di depan rumah, tampak sepi, tak seperti biasanya. Saat Bram hendak membuka gerbang, ternyata pintu gerbang pun digembok, apa Luna sedang tidak di rumah. Bram bertanya pada dirinya sendiri di dalam hati.


Tak Berapa lama seorang wanita datang menaiki ojek, Mbak Rima rupanya.

__ADS_1


"Kenapa Bram? kok kayak bingung gitu?"


"Rumah sepi Mbak, pintu gerbang juga dikunci,"jawab Bram Seraya menunjuk ke arah gembok gerbang yang menggantung.


Bram mengedarkan pandangan melihat-lihat sekitar. Memang masih pagi jadi sepi. terdengar suara orang menyapu halaman, ternyata dari rumah mbak Rina, tetangga depan rumah, tanpa pikir panjang Bram berjalan ke arah rumahnya. Terlihat Mbak Rina sedang menyapu halaman.


"Permisi, Mbak Rina!"sapa Bram dari luar pintu pagar


"Eh kamu Bram!"apa kabar?"tanyanya dengan ramah, dan berjalan membuka pintu gerbang.


"Alhamdulillah saya baik, Mbak rumah Luna sepi dia ke mana ya, Mbak? apa Mbak Rina tahu?


"Beberapa hari lalu Luna pergi bersama dengan Pak Karyo, adiknya Maya, Khairul sepertinya orang itu pergi liburan.


Bram sedikit terkejut mendengarnya, apa luna pergi liburan untuk menghilangkan rasa jenuhnya. Atau apa luna pulang ke kampung?


"Mbak Luna bilang hanya beberapa hari kok di sana,"Mbak Rina kembali berucap dengan mengulang senyum sepertinya ia tahu Jika hati Bram bertanya-tanya.


"Terima kasih informasinya, Mbak Rina."ucap Bram kemudian pamit dan kembali berjalan menemui Mbak Rima.


"Gimana Bram?"


"Luna liburan Sepertinya dia juga ingin pulang kampung Mbak."


"Hah, jadi kita ke sini sia-sia dong,"ketusnya.


Bram hanya mengangguk


"Ya, sudah sekarang kita pulang ayo."


Ada sedikit rasa kecewa Di Hati, karena tak berhasil menemui Luna. Bram berjalan kaki keluar perumahan, Mbak Rima mengekor di belakangnya.


Bram mencoba kembali menghubungi Luna, tapi nomornya masih tidak aktif juga, Brama menghela nafas berat dan memutuskan untuk kembali ke kos.

__ADS_1


****


Vanessa berprofesi sebagai perias tentu membuatnya cukup dikenal banyak orang, penampilannya juga harus oke, cantik dan rambut hitam terurai sebahu, kulit putih serta perawatan rutin yang ia lakukan di salon, tentu menambah nilai kecantikan dalam dirinya.


Semua itu, tak sulit bagi Vanessa untuk merebut hati lelaki, termasuk Bram,Vanessa sering mendengar namanya di saat Vanessa sedang berkumpul bersama komunitas rias, atau saat ada event rias, membuatnya tertantang untuk bisa mengenalnya lebih dekat.


Apalagi saat mendengar ia sebagai pimpinan perusahaan wedding organizer tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri jika Vanessa mampu menaklukkan hatinya, dan menjadi istri seorang pengusaha itu.


Karirnya akan meroket jika Vanessa berhasil menjadi istrinya, mereka bisa jalan berbeda dengan sebagai pasangan yang sangat serasi.


Terlebih Vanessa cukup kenal dengan kakaknya yaitu Mbak Rima, dan mengutarakan niatnya untuk menjodohkan Vanessa dengan Bram kala itu. Pucuk dicinta ulam pun tiba, peribahasa itu yang tepat di saat Vanessa ingin mengenal lelaki bernama Bram itu. Mbak Rima justru memintanya untuk menaklukkan hatinya, karena dia tak suka dengan istrinya.


Vanessa tak peduli jika Bram sudah beristri dan punya anak, justru Vanessa lebih tertantang untuk merebutnya dari istrinya. Akan ada kebanggaan tersendiri jika Vanessa berhasil merebut milik orang lain.


Tak butuh waktu lama, Vanessa berhasil merebut hati Bram dengan caranya sendiri. Karena sejatinya di mana-mana lelaki itu sama saja, akan bertekuk lutut Jika disuguhkan dengan keindahan tubuh wanita yang molek.


Perlahan namun pasti, Bram berhasil menikahi Vanessa, Bagaimana dengan perasaan istrinya, Jangan ditanya mungkin sudah seperti kebakaran jenggot, tapi Vanessa tak peduli, selama Bram masih dalam pelukannya, Vanessa yakin istrinya tak akan bisa berbuat apa-apa selain meratapi nasibnya.


Awalnya Vanessa menyetujui untuk menjadi istri kedua, bahkan Vanessa rela juga hanya dinikahi secara siri, yang penting setelah menikah nanti Vanessa jadi lebih mudah untuk menguasai semua hartanya, dan untuk Mbak Rima biarlah Vanessa urus nanti.


Hari terus berganti, setelah Vanessa berhasil menjadi istri kedua, yang Vanessa tahu hubungan Bram dengan Mbak Luna semakin panas, hanya ada pertengkaran dan pertengkaran.


Vanessa tersenyum melihat semua itu. Itu artinya langkahnya semakin mudah untuk membuat mereka berpisah dan Vanessa akan menjadi satu-satunya, sebagai istri pengusaha dan pasti Vanessa akan diajak pindah tinggal di rumah mereka yang cukup besar itu.


Hingga waktu terus bergulir, dan akhirnya yang Vanessa inginkan terjadi, istri pertamanya menggugat cerai Bram, dengan segala kemampuan Vanessa rayuan, bujukan terus Vanessa ungkapkan. Agar Bram juga setuju dengan perceraian itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2