
"Aku tenang sekarang Vanessa. Kamu yang sekarang, jauh lebih kuat dari saat kita bertemu sebelum kamu mengalami kecelakaan. Aku yakin kehidupanmu di masa akan datang, akan jauh lebih berarti di tengah kehangatan keluargamu." Tiba-tiba saja Maya menghampiri Vanessa, yang sedari tadi memperhatikan interaksi mereka dari dapur.
Maya mengusap lembut punggung Vanessa.
membuat Luna mengerutkan keningnya Apa maksud adiknya itu. Ia belum paham sama sekali. Seolah dirinya membutuhkan penjelasan dari Maya adiknya.
"Tapi, ia urungkan ketika Vanessa berniat ingin berbicara dengan Maya karna ia melihat Vanessa ingin berbicara serius dengan Maya
"Maya, Boleh aku meminta sesuatu sebelum aku pergi besok?"tanya Vanessa sambil menyentuh lembut telapak tangan Maya yang berada di punggungnya.
Maya mengangguk. "Katakanlah, selagi aku bisa membantumu tentu aku akan melakukannya. Maya menatap lekat ke arah Vanessa hingga kedua netra mereka bertemu.
Terlihat gurat keraguan pada tangan Vanessa saat hendak mengatakan permintaannya itu.
"Maya, menikahlah dengan Aldo, aku mohon hanya kamu yang ia butuhkan. Aku tahu kau menolak menikah dengan Aldo karena aku, kan? sekarang ini aku yang memintamu untuk bersatu dengan Aldo."ucapnya dengan penuh harap membuat Luna dan Pak Karyo pun semakin bingung. Mereka tidak paham apa maksud Vanessa dan juga mereka tidak kenal yang namanya Aldo. lelaki yang di sebut sebut, Vanessa agar Maya bersedia menikah dengannya.
"Aku tahu betul pancaran cinta dari sudut matamu. Begitu juga dengan Aldo betapa hancurnya dia saat kamu kehilanganmu dulu." ucap Vanessa memohon kepada Maya.
Hening.....
Tak ada yang bersuara sama sekali.
sejenak kedua wanita itu saling diam dan Maya membenarkan perkataan Vanessa. memang rasa cintanya pada Aldo, di hatinya tetap utuh sejak dulu.
Walaupun ia sempat merasakan patah hati saat mendengar kabar Aldo telah menikah dengan Vanessa. Tapi sebagai seorang muslimah ia tak ingin berlama-lama larut dalam kesedihan. Awalnya Maya memiliki segudang dendam terhadap Vanessa sudah melukai Luna saat itu, ia juga melukai Maya dengan merebut Aldo darinya.
"Tapi, Vanessa kala itu tidak bisa disalahkan karena dulunya kedua orang tua Aldo yang tidak menyetujui Maya menjadi menantu mereka. Hingga Maya pun kembali melanjutkan pendidikannya hingga S2.
__ADS_1
Ia juga banyak mendapat wejangan dari ustadzah dan juga para kyai yang sering sekali ia ajak ngobrol untuk menanyakan sesuatu hal yang tidak ia mengerti mengenai sosok seorang muslimah yang taat agama.
Sehingga Maya benar-benar melupakan segala kesalahan yang sudah dilakukan Vanessa terhadapnya dan juga terhadap kakaknya. Luna sama sekali tidak mengetahui tentang Aldo dan juga tentang kecelakaan dan pertemuan Maya dengan Vanessa.
Beberapa kali memang Maya menolak lamaran Aldo. Karena alasan ingin menyelesaikan kuliahnya. Ia ingin setelah menikah nanti ya sudah tak lagi disibukkan dengan pendidikannya, jadi ia bisa fokus mengurus rumah tangganya dan menyalurkan ilmunya.
"Maya ...."kembali Vanessa bersuara memecah keheningan diantara mereka.
"Jodoh, rezeki, maut semua itu kuasa Allah Vanessa. Jika Allah telah mentakdirkan aku berjodoh dengan Aldo, maka sekuat apapun aku menolak tentu pada akhirnya kami akan bersama."ucap Maya Seraya mengulas senyum manis di bibirnya.
"Aku tahu itu. Tapi hanya satu yang ingin aku sampaikan. Aku ingin melihatmu bahagia, Kau wanita yang sangat baik, dan Aldo aku tak betul di hatinya hanya ada dirimu."ucap Vanessa kepada Maya. Maya tersenyum sekali lagi melihat Vanessa.
"Vanessa, sekarang ini fokus ku hanya menyelesaikan pendidikan. Kalau memang aku berjodoh dengan Aldo, saat tiba waktunya nanti aku akan menghubungimu." sahut Maya mendengar perkataan Maya Vanessa mengangguk tersenyum. Itu artinya harapan akan terwujud meski kapan itu waktunya.
"Kau janji?'
Sore itu dua wanita itu menghabiskan waktu sore bersama sebelum keduanya berpisah. Luna hanya menatap keduanya Begitu juga dengan Pak Karyo. Setelah kepulangan ibu sumijan dan Vanessa dari rumah yang selama ini ditempati oleh Luna.
"Tampak luna dan Pak Karyo, menatap Maya dengan tatapan penuh tanya.
"Katakan sama mbak, Apa maksud Vanessa mengatakan seperti itu? dan katakan siapa sosok Aldo itu?" tanya Luna serempak dengan Pak Karyo.
Maya menghela nafas panjang. Perlahan Ia pun membuka suara, dan menceritakan segala sesuatu tanpa ada yang ditutup-tutupi. termasuk hubungannya dengan Aldo. Yang sempat mendapat penolakan dari kedua orang tua Aldo terutama ibunya.
Aldo selama ini memang benar-benar sangat mencintai Maya. iya tidak bisa melupakan Maya sedikitpun, Bahkan sampai ia menikah dengan wanita lain, ia semakin tidak bisa melupakan Maya. Karena cintanya kepada Maya begitu dalam.
Setelah Maya menceritakan hubungannya dengan Aldo, dan pertemuannya lagi dengan Vanessa lalu perceraian Vanessa dengan Aldo. Tak lupa, Maya juga menceritakan kecelakaan yang terjadi terhadap Vanessa. Dari penuturan Maya, barulah Luna dan Pak Karyo paham maksud perkataan Vanessa. Agar Maya bersedia menikah dengan lelaki yang sudah pernah menjadi suaminya. Walaupun dirinya hanya sebagai pelarian saja.
__ADS_1
****
Beberapa bulan kemudian, Maya sudah menyelesaikan studi S2 nya. Dan ia sudah Wisuda dihadiri oleh Pak Karyo dan juga Luna. Aldo yang mendapat kabar Kalau hari itu Maya akan wisuda..Ia pun menyempatkan diri datang ke Sumatera untuk melihat sang pujaan hati memakai toga dan juga jubah wisudanya.
Tampak Maya tersenyum bahagia melihat sosok Pak Karyo dan Luna sudah menyaksikan dirinya wisuda pasca sarjananya. Tiba-tiba pandangannya mengarah kepada seorang lelaki yang tidak asing baginya. Dia Aldo. Aldo sengaja datang ke Sumatera untuk menghadiri acara wisuda Maya. Ketika acara wisuda telah usai, Maya menghampiri Pak Karyo dan juga Luna. Luna memberikan selamat pelukan hangat terhadap adiknya. Begitu juga dengan Pak Karyo. Khairul juga tak ingin ketinggalan.
Saat mereka sedang asyik ngobrol bersama, Aldo datang menghampiri mereka.
"Selamat ya Maya atas wisuda pasca sarjananya."ucap Aldo sambil memberikan buket bunga, membuat Maya mengerutkan keningnya.
"Mas Aldo! Kamu kapan datang Mas?
"Tadi malam aku sampai di Sumatera, setelah aku mengetahui kalau kamu hari ini wisuda, jadi aku memilih untuk langsung terbang ke Sumatera, ingin menyaksikan Kamu memakai toga dan jubah wisuda mu." sahut Aldo sambil tersenyum.
Pak Karyo berdehem membuat Maya tersadar. Ia melupakan memperkenalkan Aldo kepada Luna dan juga Pak Karyo. "Eh, keasikan ngobrol aku sampai lupa.
"Ayah, kenalin ini Aldo teman Maya. Aldo Ini ayahku dan ini Kak Luna ucap Maya memperkenalkan Luna dan juga Pak Karyo.
Aldo memberi salam kepada Pak Karyo dan mencium takzim. Aldo juga menyalami Luna. Khairul yang tak kalah ingin berkenalan dengan sosok pria yang dekat terhadap tantenya itu, pun langsung protes karena ia tidak di salam oleh pria tampan itu.
"Om kenapa nggak menyalami aku ucap Khairul yang mampu membuat Maya dan yang lainya tertawa ngakak. Tak terkecuali Aldo. sambil memberitahu alasannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN