
Clara mengajak Luna ke toko pakaian terlebih dahulu. Berharap Malakiano lebih muda mencari keberadaan mereka, setelah memarkirkan mobil miliknya di basement mall. Kebetulan letak toko pakaian itu tidak jauh dari pintu keluar masuk mall. Sehingga mudah untuk mencari seseorang.
Saat sedang asyik memilih-milih pakaian yang cocok untuk Luna dan Khairul, tampak Malakiano datang menghampiri mereka.
"Sudah ada beberapa potong pakaian di tangan Clara, sementara Luna masih berniat untuk memilih pakaian yang cocok untuk digunakan pergi ke kantor.
Sesekali Luna mau minta pendapat dari Clara, pakaian yang cocok untuknya, jika pergi ke kantor. Terlihat Clara memberikan pendapatnya dan akhirnya Luna menulis salah satu pakaian kerja untuk Luna. Sementara tanpa Luna sadari Khairul sudah memilih pakaian untuknya dibantu oleh Mala.
Setelah puas memilih baju yang mereka butuhkan, usai dari toko pakaian mereka berjalan menuju salah satu supermarket bulanan.
"Khairul capek ya, kita makan dulu yuk, ini juga kan, udah masuk waktunya makan siang." Malakiano menggendong tubuh Khairul, Sepertinya dia sedikit lelah Setelah berbelanja tadi.
"Om, gendong Khairul berat nggak?" tanya bocah kecil itu kepada Mala.
"Iya nih berat, Khairul kan gendut jadi berat nih." kelakar Malakiano.
"Ah Khairul kan nggak gendut, Om. turunin aku Om, aku kan bukan anak kecil lagi." rajuknya.
Luna hanya tersenyum melihat kedua lelaki berbeda generasi itu. Luna tadinya sempat melarangnya untuk menggendong Khairul, Luna nggak enak karena memang tubuh kayak lumayan berat. Tapi Malakiano memaksa.
"He he , om hanya bercanda sayang. Nggak kok Khairul, nggak berat. Khairul tadi capek kan, Makanya om gendong, Karena Om tahu." Khairul terkekeh.
__ADS_1
"Om, om malah kok baik banget sih sama aku dan sama mama?" Khairul bertanya sambil terus menatap Malakiano lelaki yang menggendongnya itu. Lelaki itu hanya tersenyum menatap Khairul dengan seksama.
"Ehemmmm, memang Khairul nggak suka ya, kalau Om berbuat baik sama Khairul dan mama?"
"Khairul suka sih Om, cuman Khairul tentang aja. Karena Ayah Khairul dulu baik, tapi tiba-tiba suka marah-marahin mama, dan sering bikin Mama nangis jadi aku sedih dan aku selalu nurut apa kata mama biar mama nggak sedih lagi." Ucap bocah kecil itu sangat polos. Luna tersenyum getir mendengar penuturan putranya.
Bisa-bisanya dia berceloteh demikian pada mala, padahal Luna sendiri selalu mengajarinya untuk tetap menghormati ayahnya. Anak kecil memang selalu berkata jujur. Anak kecil yang begitu polos membuat Luna pun menggelengkan kepala.
Clara yang tengah berjalan di samping Luna. Tiba-tiba merangkul punggungnya dan menempuh kolam. Kemudian menoleh dan tersenyum Sepertinya dia juga mendengar perkataan Khairul dan bermaksud menenangkan Luna. Luna mengganggu tersenyum dan Gadis itu pun menurunkan tangannya.
"Khairul, Om baik sama Khairul dan Mama Karena Om tahu, Kairo dan mama itu orang baik apalagi Om sudah kenal Mama sejak Mama kecil dulu, waktu Mama masih anak-anak seusia Khairul dini."
"Oh ya, terus Mama waktu kecil dulu cantik kayak sekarang gini nggak, Om?"
"Mama waktu kecil juga cantik loh, tapi lebih cantik yang sekarang." bisik Malakiano lirih namun masih terdengar oleh Luna.
"Iya dong Om, Mama cantik walaupun kamu sedikit galak." balas Khairul pelan
"Ehem.... Ehemm! Khairul masih Mau ngomongin Mama nih. Mama tinggal pulang ya!" Ucap Luna meskipun sebenarnya hatinya juga tersenyum geli, mengingat Luna dulu waktu kecil, hitam, jelek, tapi Malakiano bilang Luna cantik.
"Hmmm....., rasa-rasanya dia cuman mengada-ada. Mereka terus berjalan menuju restoran untuk makan siang. Mereka menikmati makan siang dengan penuh keceriaan, mana sosok yang humoris mampu menjadikan suasana menjadi ceria, ditambah keceriaan, Khairul saat berceloteh dengan Mala seakan mereka menemukan sesuatu kecocokan dalam kebersamaannya.
__ADS_1
Malakiano mengeluarkan dompet, saat seorang waiters datang membawa Bill yang harus dibayar.
"Lun biar aku aja, please! "cegah Malakiano saat Luna hendak mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.
Memang sejak tadi belanja, luna selalu menolak untuk dibayar olehnya. Bukan apa-apa. Jujur Luna tidak enak badannya karena ia datang bertamu Malakiano justru ikut pergi ke mall.
Lagi pula status sebenarnya seorang janda dianggap wanita yang kurang baik. Karena selalu berharap untuk selalu menerima kebaikan dan pemberian seorang lelaki. Lebih lagi laki-laki itu bukan siapa-siapa bukan kerabat atau saudara dekat Luna.
Selagi Luna bisa, dan Luna mampu pantang baginya menerima begitu saja kebaikan orang lain. Bagaimanapun Luna juga harus selalu menjaga harga diri dan martabatnya. Yang kerap kali dipandang sebelah mata oleh orang lain. Apalagi semenjak Luna menjadi seorang janda bisa saja tanggapan orang-orang sangat berbeda terhadapnya.
"Yah, biar bagaimanapun status janda bukanlah suatu hal yang enak didengar kerap kali fitnah datang silih berganti, menghampiri seseorang yang menyandang status janda. Oleh karena itu, Luna selalu menjaga sikap terhadap siapapun.
Setelah makan siang, Khairul bermain di arena bermain seperti janji Luna pagi tadi. Dengan sabar Luna mendampinginya. Setelah dirasa puas, mereka akhirnya pulang ke rumah, mengingat waktu juga sudah menunjukkan pukul tiga sore.
Mobil yang dikemudikan Malakiano melaju membelah jalanan kota ini, saat pulang tak banyak berceloteh. Sepertinya ia lelah, baru beberapa menit berjalan terlihat dia sudah tertidur pulas.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN