Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 69. MENGUSIR SECARA HALUS


__ADS_3

Hari sudah semakin sore, Luna menghampiri Bram dan Khairul yang sedang asyik bermain Lego dan mobil-mobilan di teras rumah.


"Mas ini sudah sore, sebaiknya Mas pulang, Khairul juga harus belajar sebelum ia tidur."Luna mau minta Bram untuk segera pulang, dia mengusir secara halus, lelaki yang pernah luna cintai dan hidup bersama sama hingga menghadirkan sosok pangeran yang begitu tampan dan menjadi kekuatan bagi luna.


Bram memandang luna, seolah dirinya tidak ingin meninggalkan rumah itu lagi. Dan ingin menghabiskan waktu bersama Khairul yang dulu ia sia-siakan begitu saja, hanya karena kemolekan seorang wanita seperti Vanessa yang menggoda hasrat dan iman Bram.


Khairul menatap Luna dengan tatapan penuh tanya. "Khairul sini sayang, ayah mau pulang sekarang." meskipun Bram rasanya berat untuk meninggalkan mereka kembali, Luna mengingatkan Bram agar tidak terlalu lama tinggal di sana. Karena Luna takut menjadi fitnah, mengingat di antara mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi selain dengan Khairul.


Khairul berlalu ke kamar mandi, berniat untuk membersihkan diri. Tapi sebelumnya Bram langsung berpamitan kepada putranya.


"Ayah pulang dulu ya nak! Nanti insya Allah minggu depan baru ayah bisa main lagi ke sini. Kalau ada waktu luang Ayah pasti akan datang, Ayah selalu merindukanmu.Ucap Bram sambil berjongkok menyamakan tubuh Khairul dan juga dirinya. Kemudian ia memberi kecupan hangat di wajah tembem putranya, lalu mengusap lembut rambutnya yang begitu indah.


"Iya Ayah terima kasih, ya."ucap Khairul kemudian langsung memeluk Bram dengan tulus.


"Baik-baik sama Mama, ya nak. Khairul anak yang kuat. Khairul bisa kan jaga Mama."


"Tentu bisa dong, Khairul kan sudah gede." sahutnya semangat. Luna hanya mengembangkan senyumnya mendengar obrolan dua lelaki berbeda generasi itu.


Bram akhirnya pamit pulang, setelah menyerahkan sebuah amplop coklat kepada Luna. Luna sedikit heran melihat Bram memberikan amplop coklat kepadanya. Hingga Ia pun mengerutkan keningnya.


"Apa ini mas?'setelah perceraian, ini kali pertamanya Bram memberikan amplop yang Luna yakini berisi sejumlah uang.


"Ini untuk Khairul, Maaf aku baru bisa memberinya kali ini. Dan mungkin isinya tak seberapa, tapi setidaknya aku sudah berusaha biar bagaimanapun Khairul tetap masih tanggung jawab. Khairul Putraku dan darah dagingku, sudah sepatutnya dia menerimanya dariku. Tolong maafkan aku walaupun aku tidak dapat memberi seperti yang kau inginkan.


"Terima kasih, kau masih ingat akan tugas dan tanggung jawabmu sebagai seorang ayah, walaupun sebenarnya tanpa kau memberinya, Aku masih sanggup memberikan semua yang Khairul butuhkan, Tapi bagaimanapun aku tetap menghargai pemberianmu untuk Khairul.


"Terima kasih Luna. Sekarang aku pamit ya."ucap Bram sambil menatap luna dengan tatapan mendalam.


Luna hanya mengangguk, Bram melenggang melewati pagar rumah. Luna pun masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya.

__ADS_1


Sementara Khairul langsung mandi di kamar mandi, setelah rencana mandinya tertunda karena ayahnya ingin pulang saat itu. Setelah selesai mandi, Luna mengajak Khairul untuk mengerjakan PR yang diberikan oleh guru kepadanya.


Lalu setelah selesai mengerjakan PR Mereka pun menyantap makan malam. Terlihat Khairul menikmati makan malam mereka, yang begitu menggiurkan. Karena kali ini Luna memasak menu makanan kesukaan Khairul.


Setelah selesai menyantap makan malam, kini, Luna dan Khairul sedang duduk bersantai di ruang tamu sambil menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta, menyiarkan film kartun Upin Ipin kesayangan Khairul.


Keesokan harinya tepatnya hari Minggu, Luna mengajak Khairul jalan-jalan untuk membeli keperluan mereka. Biasanya Luna paling mengajak Khairul belanja di supermarket yang lokasinya tidak jauh dari kompleks perumahan tempat mereka tinggal.


Habis sarapan pagi, kita harus bersiap-siap ya ucap Luna kepada Khairul.


"Memangnya kita mau ke mana Ma?


"Kita mau jalan-jalan ya?


"Iya sayang, kita mau ke mall. yuk sekalian mau beli keperluan bulanan. Kamu pasti sudah rindu kan makan es krim yang dulu pernah Kita minum bersama Om Bimo?" ucap Luna


"Horeeee kita ke mall, tentu Khairul tidak lupa Ma, karena es krim di sana sangat enak." terlihat Khairul sangat antusias untuk pergi sekedar jalan-jalan ke sebuah mall.


Baru saja sampai di depan pintu rumah, ponsel di dalam tas sandang milik Luna berdering. Karena di saat bepergian Luna selalu meletakkan benda pipih itu di dalam tasnya.


Luna meraih ponsel yang ada di tas sandang kesayangannya. Melihat Siapa yang menghubungi dirinya. Luna Menatap layar ponselnya sebuah nama tertera di layar ponsel kalau yang menghubungi dirinya adalah Mala. Luna menghela nafas panjang, menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Mala.


"Halo assalamualaikum." ucap Luna pada seseorang yang ada di ujung telepon.


"Masih pagi, udah rapi aja. Mau ke mana Luna?


Seketika membuat Luna terkejut dan menghentikan langkahnya. Luna melirik Khairul, telah selesai memakai sepatunya.


"Mala kamu kok tahu aku sudah rapi dan mau pergi kamu di mana? tanyanya penasaran, sekaligus heran kenapa Malakiano mengetahui penampilan Luna pagi ini.

__ADS_1


Luna menelisik sekeliling. Namun, nihil sepi. Mungkin karena ini hari Minggu jadi suasana komplek juga sepi.


Mala tidak menjawab pertanyaan luna. Justru ia tertawa ngakak dari ujung telepon.


"Mala, Aku sedang tidak ingin bercanda, ya. Kamu mau memata-matai aku ya? tanya Luna dengan nada sedikit meninggi.


"Sssstt... Luna jangan emosi gitu dong siapa yang memata-matai kamu. Coba kamu lihat keluar pagar, kemudian Luna menoleh ke kiri.


Luna berjalan menuju pintu gerbang rumahnya dan menolehkan kepalanya, ke kiri sesuai yang ia katakan. Khairul ikut berjalan mengakori Luna. Ternyata benar terlihat Mala telaah berdiri di samping sebuah mobil Namun, posisinya di samping mobil sehingga Luna tak dapat melihatnya dari teras rumah.


Saat Luna melihat keberadaannya ia melambaikan tangan dan mulai melangkah kakinya ke arah lunak. Namun, kemudian pintu mobil sebelah kirinya, perlahan terbuka dan menampakkan seorang gadis muda keluar dari dalam mobil.


Gadis yang Luna tafsir usianya lebih muda Luna. Gadis itu tersenyum ke arah Luna. Luna mengangguk mengembangkan senyumnya ia berjalan beriringan bersama Mala. "Apa ini calon istrinya Mala?" tanyanya dalam hati.


"Ma, itu siapa ma? sepertinya Om Mala Ma?"Khairul menggoyangkan pergelangan tangan luna.


"Iya nak, itu om Mala." jawab Luna singkat.


saat Luna melihat layar ponselnya, ternyata sudah terputus panggilan teleponnya. Mala berjalan semakin dekat senyumnya terus mereka menatap Luna dan Khairul. Luna berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain dan membukakan gerbang untuknya.


"Halo jagoan, superhero masih ingat sama Om? malah sedikit menunduk dan menatap wajah Khairul


"Masih dong, Om. Masa nggak ingat sama Om."jawab Khairul sambil mengembangkan senyumnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2