Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 59. ALDO BERUBAH_ PDHP


__ADS_3

"Kenapa senyum-senyum! Ibu tadi lagi pengen makan bubur saja, jadi ibu beli sekalian buat kamu."Ibu meletakkan mangkuk bubur di atas nakas.


"Bu, apa semalam masuk Aldo nggak pulang?"


"Loh Kamu kan istrinya, kenapa malah tanya ibu."


"Ya barangkali Ibu tahu."


"Bukannya sudah biasa kalau malam Minggu Aldo sering nggak pulang, Kenapa kamu bertanya."


"Bukan begitu Bu! kan Vanessa sedang sakit, apa Aldo Tak sedikitpun khawatir dengan Vanessa,"keluh Vanessa.


"Nanti kamu tanya sendiri sama Aldo kalau dia pulang, sudah ah Ibu keluar dulu." kemudian ibu mulai nggak keluar, usai mengatakan itu.


Vanessa menghilang nafas panjang, pahit memang, tapi Vanessa sudah terlanjur ada di sini, pantang baginya untuk mundur, sebelum mencapai apa yang ia mau.


Hingga menjelang siang Aldo tak kunjung pulang, di mana dia sebenarnya, ponselnya masih juga belum aktif. Ke mana sebenarnya Aldo? Vanessa sakit bukannya menemaninya di rumah, malah keluyuran nggak jelas, Untung saja kamu kaya, kalau nggak, ogah aku di sini lama-lama." gerutu Vanessa.


Ia memejamkan matanya yang terasa panas, Karena suhu tubuhnya naik, berharap dengan tidur sebentar kondisinya bisa membaik.


Vanessa terbangun dari tidurnya, Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Aldo masih juga belum pulang.


"Aargghh!.


Vanessa meremas ujung bed cover yang menutupi setengah tubuhnya. Vanessa seperti istri yang Tak dianggap, tanpa terasa bulir bening menetes membasahi pipinya, kenapa rasanya begitu sesak dada ini, saat Vanessa terkulai lemas dalam keadaan sakit tapi tak ada suami yang ia banggakan berada di sisinya menemaninya. Menyedihkan.


Kepala semakin terasa pusing, bahkan siang ini Vanessa juga belum makan, entah Ibu ke mana sejak tadi tidak terdengar suaranya. Vanessa memutuskan untuk kembali meringkuk, hingga terdengar suara derap langkah kaki mendekati kamarnya, sepertinya Aldo pulang, Vanessa menikah air mata yang menguasai pipinya.


Ceklek!


suara pintu terbuka dan alur langsung duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Mas! Kamu dari mana saja?


"Kenapa baru pulang? Apa kamu tahu aku ini sedang sakit, tidakkah Kau sedikitpun peduli kepadaku? kamu sangat berubah Mas." ucap Vanessa dengan suara para.


"Ibu saja tidak pernah tanya aku pulang atau enggak, Kenapa kamu yang cerewet sih, Kamu pikir kamu itu siapa." sesungguhnya kemudian membuang nafas kasar.


"Mas, Kenapa sih? jadi berubah begini? aku sakit loh, kamu benar-benar enggak peduli sama sekali, malah memilih bersenang-senang dengan teman-temanmu,"Apa kau memang benar-benar tidak mencintaiku lagi?


"Vanessa, aku capek, aku mau tidur jangan ngomel!"


Aldo merebahkan tubuhnya di sampingnya, Bahkan ia tidak bertanya Bagaimana keadaan Vanessa hari ini, sudah lebih baik atau belum.


Sungguh membuatnya kecewa dengan tanggapannya, Padahal selama ini Vanessa sudah berusaha menjadi istri yang baik, melayani semua kebutuhannya. Netranya meremang, akan menyeruak mendesak ingin keluar namun Vanessa menahannya.


"Mas, antarkan aku ke klinik, aku mohon, aku tak sanggup jika harus jalan sendiri,"Vanessa mengusap lembut punggungnya, karena iya memunggungi Vanessa.


"Kamu jalan sendiri aja lah, Vanessa! kamu bisa minta sopir untuk mengantar kamu. aku capek,"takutnya masih tetap memunggungi Vanessa.


Rasa nyeri di dalam, saat Vanessa mengharapkan kasih sayang dari suaminya sendiri justru dia begitu acuh bahkan bisa dibilang tak peduli.


Akhirnya dengan tertatih Vanessa mencoba bangkit dan memanggil sang sopir untuk mengantarkannya ke klinik.


Klinik yang tak jauh dari rumah, beruntung hanya ada satu orang yang tengah menunggu.


"Tidak ada sakit serius, bu! hanya kecapean dan butuh banyak istirahat."ucap dokter usai memeriksa Vanessa, seorang wanita muda memakai jilbab itu menjelaskan dengan drama. Vanessa lega mendengarnya, karena tak ada penyakit.


"Terima kasih Dokter."


Vanessa mengenggang keluar ruangan dokter untuk membeli duduk menunggu obat yang telah disiapkan oleh sang apoteker.


Setelah semuanya selesai, Vanessa kembali pulang ke rumah, Semoga nanti minum obat ini Vanessa segera sembuh.

__ADS_1


Mobil yang ia tumpangi kini telah sampai di rumah, sudah ada sebuah mobil yang sudah terparkir di halaman, mobil siapa ya ini? tanya Vanessa dalam hati, sambil memperhatikan sebuah mobil berwarna silver, seperti Vanessa pernah lihat tapi di mana.


"Mbak sendiri bingung harus bagaimana lagi, Rin! Aldo sekarang sudah benar-benar berubah, bukan lagi Aldo yang dulu,"ucap Ibu Alena yang Vanessa yakini tengah berbicara dengan tante Rina.


Vanessa segera turun hendak masuk ke dalam rumah, namun langkahnya terhenti saat mendengar Ibu tengah ngobrol dengan seseorang.


Vanessa berdiri mematuhi mengurungkan niatnya untuk masuk lewat pintu depan, Vanessa memutuskan untuk masuk melalui pintu samping, dengan langkah cepat Vanesa masuk. Berharap Vanessa bisa mendengarkan obrolan mereka dari dalam.


"Sabar, Mbak! mungkin ini ujian buatmu, karena kesalahanmu dulu,"


"Biarin, aku baru sadar sekarang, betapa Aldo dulu sangat mencintai Maya. Yang ternyata Maya itu adik dari wanita yang sudah disakiti oleh Vanessa."


Vanessa masih mendengarkan percakapan mereka diberi dinding ruang tengah. Siapa Maya? perempuan yang pernah dicintai Aldo?


"Padahal dulu Aldo anak yang baik, dia begitu penurut, sekarang benar-benar berubah 180 derajat. Membuatku sedih, semua berubah saat aku dulu Tak merestui hubungannya dengan Maya, dan sekarang aku dengarkan Maya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri,"ucap Ibu Alena lagi dengan suara parau, seperti menahan kesedihan.


"Sudah, Mbak!"tak perlu disesali, semuanya sudah terjadi, aku dulu sudah pernah mengingatkanmu, kalau Maya itu gadis yang baik, meskipun dia berasal dari keluarga sederhana dan dari kampung. Tapi dia gadis yang baik dan cerdas, terbukti sekarang dia mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri Bahkan ia kuliah di Jakarta ini juga karena beasiswa. Itulah karena kecerdasan yang ia miliki. Tapi Mbak tidak pernah mendengarkanku. Karena aku sendiri juga mengenal kakaknya yang begitu baik dan sederhana.


Vanessa tertegun mendengar penuturan Tante Rina. Sampai di sini Vanessa bisa menyimpulkan kalau Aldo dulunya lelaki yang baik-baik, kemudian berubah akibat hubungannya dengan Maya tidak direstui ibunya.


"Sekarang Aku benar-benar, menyesal! aku menyangka kandasnya hubungan Aldo dengan Maya, membuat Aldo terluka begitu dalam, dan melampiaskan semuanya pada minuman keras dan pergaulan yang salah. Hingga Aldo memutuskan untuk menikah dengan Vanessa, tanpa aku cari tahu latar belakangnya, aku langsung setuju, Karena aku berharap dengan begitu Aldo bisa berubah dan kembali seperti dulu, tapi ternyata aku salah, Aldo tetap seperti itu seakan pernikahannya dengan Vanessa hanya untuk pelampiasan." ucap Ibu Alena kepada Tante Rina


Degh !


Vanessa terperangah mendengar kata-kata Ibu Alena, memang selama ini hubungannya dengan Aldo datar-datar saja, seperti Tak ada cinta di sorot matanya. Bahkan akhir-akhir ini Aldo lebih terlihat kasar dan ketus terhadap Vanessa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2