Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 84. PERNIKAHAN LUNA & MALAKIANO _ PDHP


__ADS_3

Sekitar kurang lebih satu bulan lamanya Setelah Luna memantapkan hatinya untuk menerima cinta Kia. Kini Kia bertekad ingin langsung melamar Luna secara resmi kepada Pak Karyo. lamaran itu langsung dilakukan oleh Kia tanpa menunda-nunda waktu.


acara akad nikah pun berlangsung. Setelah beberapa hari lamaran resmi itu dilakukan.


"Saya terima nikah dan kawinnya Luna Sisilia binti Karyo dengan seperangkat alat salat dan emas seratus gram dibayar tunai."


Suara Kia menggema dengan lantang saat mengucapkan ijab Kabul.


"bagaimana para saksi?


" Sah? tanya Pak penghulu


"Sah!


"Sah."


"Alhamdulillah,"semuanya bersyukur terdengar saling bertautan.


Senyum mengulas di bibir kedua mempelai, Luna meraih tangan Malakiano dan menempelkannya di dahinya. Kini mereka telah sah menjadi Pasangan suami istri.


Luna tampak begitu cantik dan anggun yang dibalut kebaya berwarna silver serta polesan make up yang tidak terlalu tebal. Namun, mampu memancarkan aura kecantikannya.


Acara ijab kabul yang telah berlangsung begitu hikmat. Dan Pak Karyo sendiri yang menjadi wali nikah Putri sulungnya untuk kedua kalinya. Dalam hati Pak Karyo bersyukur akhirnya Luna membuka hatinya dan mau kembali bangkit untuk membina rumah tangga.


Pak Karyo selalu mendoakan semoga pernikahan Luna kali ini menjadi pernikahan terakhirnya. Dengan kedua mempelai memiliki dua harapan yang sama.


Acara sederhana yang di kampung halaman mereka, tepatnya di rumah Pak Karyo. Hanya mengundang kerabat dekat dan para tetangga yang hadir.


Luna memang menginginkan acara yang sederhana saja. Mengingat dirinya hanya seorang janda, rasanya ia tak perlu menggelar pesta mewah cukup baginya dengan cara sederhana yang penting sah di mata agama dan negara.


Usai acara ijab kabul, keluarga Luna sudah menyediakan menu makanan yang akan dinikmati para tamu undangan yang hadir. dan semua acaranya berjalan dengan lancar. jingga malam hari rumah mereka masih ramai dengan saudara yang masih sekedar duduk dan ngobrol bersama.


"Ma, Khairul udah ngantuk Ma."Khairul terlihat beberapa kali menguap, Luna melihat jam yang ada di pergelangan tangannya ia melihat pendeknya telah menunjuk ke arah angka sebelas


"Khairul sudah ngantuk ya, Kita bobok yuk. Kia, aku antar Khairul tidur dulu ya."


Kia hanya mengangguk karena ia juga masih ngobrol dengan teman dan tetangganya.


Saat berjalan menuju kamar, yang kini kamarnya Sudah dihiasi sebagai kamar pengantin. Namun, rumah ayahnya ini memang hanya memiliki tiga kamar, masing-masing ditempati ayah, Maya dan dirinya bersama Khairul.


Dalam hatinya sendiri bingung apa nanti Kia tidak keberatan jika Khairul ikut tidur bersamanya. Sedangkan melihat Khairul yang sudah terlihat menahan mengantuk, tak ada pilihan lain selain tidur di kamar yang biasa ya tempat bersama Khairul.


Akhirnya ia tetap mengantar Khairul untuk tidur di kamar Luna. Bahkan kalau sudah tidak peduli lagi keadaan kemar yang sedikit berbeda.

__ADS_1


Tidak sampai lima menit Khairul sudah tertidur pulas. Luna melihat ke sekeliling kamarnya harum bunga mawar menguar ke seluruh ruangan kamar itu. Ada buket bunga di dua sisi ranjang.


Luna duduk di depan meja rias, membuka jilbabnya dan menyisir halus rambutnya. tak berapa lama pintu kamar terbuka menampakan sosok laki-laki yang baru beberapa jam yang lalu sah menjadi suami Luna.


Luna sedikit kaget, dan gugup meskipun ini pernikahan kedua baginya. Entah mengapa rasa gugup itu masih saja ada di saat malam pengantin. Kia tersenyum melihat sikap luna


"Lun, Kamu udah salat isya?"tanyanya mencoba mencairkan suasana, agar Luna tidak gugup saat bersamanya.


luna menggeleng kemudian tersenyum.


"Kalau belum, ayo salat jamaah."Luna mengangguk dengan cepat, saat Kia menoleh keranjang ternyata ada Khairul yang tidur dengan lelapnya di sana.


Melihat suaminya memandangnya Khairul, Luna merasa tidak enak hati.


"Ehmm, Maaf Kia. Tadi Khairul sudah ngantuk banget, di rumah ini hanya ada tiga kamar, aku bingung kalau Khairul tidak tidur di sini."


"Nggak apa-apa Lun. Aku mengerti kok. Memangnya kenapa kalau Khairul tidur di kamar ini, ini kan memang kamar kita bertiga, atau kamu yang sudah nggak sabar untuk...."Dia memotong kalimatnya dan menggantung ucapannya Seraya menarik turunkan alisnya.


Seketika membuat luna salah tingkah, wajah Luna merona menahan malu mendengar ucapan Kia, tentu saja Luna merasa sangat malu dianggap agresif.


"Eh, bukan, bukan itu maksudku, aku hanya Tidak enak saja denganmu."jawab Luna menunduk malu-malu.


Dia mengangkat dagu istri dan membingkai wajahnya hingga kedua netranya saling menatap, Ia menatap lembut wajah istrinya yang cantik dan anggun.


Luna tersenyum mendengar ucapan Kia, Alhamdulillah, Kia begitu pengertian dan tidak menuntut haknya malam ini juga.


"Ayo ambil wudhu,"ajak dia


"iya Mas,"dia yang sudah balik badan hendak membuka pintu kamar seketika membelikan tubuhnya mendengar sahutan Luna


"A....Apa kamu bilang barusan? tanyanya dengan Senyum merekah di bibirnya. Coba katakan sekali lagi.


Bagaimanapun Kia begitu senang mendengar Luna memanggilnya, Mas. Ini pertama kalinya Luna memanggilnya dengan sebutan itu, karena biasanya Luna hanya memanggil namanya saja.


"Aku? Aku nggak bilang apa-apa."


"Tadi, barusan kamu panggil aku apa?


"Oh,...Mas. memang ada yang aneh ya atau kamu nggak suka, mau aku panggil dengan kata yang lain, katakanlah. Aku hanya ingin menghormatimu sebagai suamiku,"jelasnya sambil tersenyum malu sesekali menundukkan kepalanya


"Aku suka banget sayang."Kia mendekat dan mendaratkan kecupan lembut di pucuk kepala istrinya.


"Terima kasih ya. Sekarang aku sudah benar-benar yakin jika kau benar-benar sudah membuka hatimu. Terima kasih istriku sayang."bisiknya lembut di telinga istrinya, perlahan tangannya melingkar di pinggang Luna. Luna sangat menjaga berat badannya agar tetap ideal walaupun dirinya sudah memiliki anak.

__ADS_1


Hati Luna benar-benar menghangat seolah terhipnotis dengan perlakuan lembut teman masa kecilnya, yang kini telah sah menjadi kekasih halalnya. Pipinya merona saat dia berbisik tepat di tengkuknya, ada getaran aneh yang ia rasakan saat Kia memeluknya.


Hati Luna kembali berbunga-bunga saat beberapa tahun telah patah hati, remuk bahkan hancur berkeping-keping karena sebuah penghianatan, luna sendiri tak menyangka Jika hati yang dulu hancur berkeping itu, kini mulai utuh kembali. Luna berjanji dalam hatinya, akan mencintai dengan sepenuh hati laki-laki yang kini mendekapnya karena wajib hukumnya bagi istri berbakti pada suaminya.


Beberapa detik berlalu mereka terbuai dalam pelukan. Hingga Luna memejamkan matanya menikmati kehangatan cinta yang telah disalurkan oleh Kia. Sama halnya dengan Kia begitu menikmati momen ini, jika bisa ia menghentikan waktu ia akan menghentikan itu hingga beberapa saat.


Perlahan luna merenggangkan pelukannya.


"Oh iya, katanya mau salat isya, Ayo." ucapnya gugup dan salah tingkah.


"Iya, ayo."dia mencoba di rumah sedang istrinya. Kemudian mereka berwudhu dan melaksanakan salat isya berjamaah. Luna mengamini setiap doa yang dilantunkan oleh suaminya.


Tok .


Tok ...


Tok ...


Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Luna


"Mbak Luna! terdengar ketukan halus pada pintu kamarnya saat ia tengah melipat mukenanya. Itu suara Maya adiknya. Yang tidak akan lama lagi Ia juga akan melangsungkan pernikahan di kota Jakarta.


"Iya May,"sahutnya pelan ia masih memakai mukena bagian atas dan membuka pintu kamar, suaminya masih duduk di atas sajadah menghadap kiblat yang membelakangi pintu.


"Ada apa Maya?"tanya Luna saat pintu dibuka


"He... he...he, Maaf ganggu Khairul di mana? sini biar tidur sama aku aja,"ucapnya pelan.


"Tuh Khairul udah pulas dari tadi, sudah biarin aja tidur di sini. Ribet harus gendong pindah kamar."Luna menunjuk Khairul yang tengah terlelap di kasur.


"Apa tidak mengganggu Mbak? tanya Maya nyengir.


"Enggak kamu tenang aja. Udah kamu istirahat sekarang, Lagian ini sudah larut malam, Mbak juga mau istirahat


"Oh baiklah. Selamat bersenang-senang."godanya sambil berlalu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2