Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan

Pengorbananku Di Hargai Pengkhianatan
BAB 38. KHAIRUL JADI ALASAN_PDHP


__ADS_3

Bram tak bisa berkata apa-apa lagi. Luna mundur berniat masuk kembali ke dalam, tanpa sengaja pandangan Bram ke arah Luna. hingga kedua netra mereka bertemu.


"Luna tunggu! Mas perlu bicara sama, kamu Lun!" ucapnya.


Luna tak menghiraukannya. Luna berjalan masuk melenggang ingin melanjutkan kegiatan masaknya yang tadi sempat terhenti.


"Lepaskan aku Mas, seru Luna saat tiba-tiba Bram mencekal pergelangan tangannya.


"Tolong beri Mas kesempatan sekali lagi. Mas mohon, Mas akan perbaiki semua demi Khairul." Bram menarik tangan Luna hingga kini posisi mereka berhadapan.


"Semuanya sudah terlambat Mas. Maafkan aku, aku akan tetap melanjutkan gugatan cerai. Sebaiknya Mas bersiap Sampai ketemu di pengadilan Mas."Luna mantap.


Bram tampak menggelengkan kepala. Perlahan ia lepaskan genggaman tangannya.


"Sudah jelaskan, Bram! niat Luna sudah bulat." Ucap pak Karyo yang tengah memperhatikan mereka.


"Ayah..." suara Khairul membuat pandangan mereka beralih ke arahnya, yang tengah berlari ke arah Luna dan Bram.


"Khairul, maafkan ayah nak. Bram menyambut hangat dan mendekap erat tubuh kecilnya.


Khairul hanya mengangguk. Entah ia paham atau tidak perkataan maaf yang dimaksud ayahnya.


"Ayah, Ayo kita makan sama-sama sama kakek sama Tante Maya."ucap Khairul pada ayahnya.


Bram mengangguk. Akhirnya mereka semua duduk dan sarapan bersama. Suasana di meja makan hening, tak ada yang bersuara hanya ada suara sendok dan piring yang terdengar bersahutan.


"Ma, hari ini aku berangkat ke sekolah diantar Ayah, boleh nggak?" ucapnya tiba-tiba saat baru saja selesai makan.


Sejenak luna melirik ke arah Bram. Kemudian ia mengangguk


"Boleh sayang." sahut Luna tersenyum ke arahnya.


Khairul masih terlalu kecil untuk tahu kenyataan pahit masalah rumah tangga luna dengan Bram. Tapi mau tak mau pelan-pelan harus Luna beri pengertian kalau mereka tak bisa lagi bersama.


"Ayo Khairul, let's go Panggil Bram yang sudah berdiri di samping mobilnya.


Khairul yang baru selesai memakai sepatunya, berlari tergopoh-gopoh ke arahnya.


"Hai Khairul, Salim dulu nak. Sama kakek, Tante Maya juga." seru Luna saat ia sudah di depan pintu.


Mendengar seruan Luna, Rizki langsung membelikan badan dan kembali.

__ADS_1


"He...he....he Maaf Ma, Khairul lupa tadi belum salim." kekehnya. Saat sudah di depan, mereka yang duduk di sofa ruang tamu itu mencium takzim punggung tangan mereka secara bergantian.


"Tak apa-apa sayang, hati-hati ya di jalan. belajar yang pintar dan ingat sayangi teman-temannya." kata yang selalu Luna lontarkan pada setiap Khairul akan belajar ke sekolah.


Tak lama kemudian Bram melajukan mobil miliknya hingga menjauh dan tak terdengar lagi.


"Hari ini Luna rencananya akan ke kantor Hotma, kembali membahas urusan gugatan cerainya serta membawa surat perjanjian pranikah yang sudah dibuat oleh Bram dan Pak Karyo dulu.


Kali ini Luna optimis berharap sidang perceraiannya berjalan lancar tanpa berlarut-larut lagi.


"Ayah Boleh aku minta surat perjanjian pranikah yang ayah katakan itu?" tanya Luna.


Pak Karyo yang sedang menikmati secangkir teh hangat, asap tipisnya masih menggugur di atas cangkir, sesekali Pak sumijan menyesapnya. Terlihat begitu menikmati, apalagi ditemani sepiring pisang goreng yang telah disediakan oleh Maya.


Ayah membawa tiga sisir pisang dari kepok, pisang yang beliau tanam sendiri di kebun samping rumah.


"Ada sama ayah, nanti ayah temani kamu ke kantor pengacaranya ya." sahutnya usai menyesap teh dan meletakkan kembali secangkir teh di atas meja.


"Apa tidak sebaiknya Ayah istirahat saja di rumah? Ayah pasti masih lelah, kan? setelah perjalanan tadi malam, Luna mencoba mencegahnya karena Luna tak ingin ayahnya jadi repot dengan urusan perceraiannya.


Luna sengaja memakai jasa pengacara agar semuanya bisa selesai dengan cepat, tanpa harus berlarut-larut lagi.


"Luna, Ayah hanya ingin menemani Putri Ayah, apa itu salah?" suaranya terdengar sedikit kecewa.


"Kamu yakin, nak?"


"Luna yakin, yah. lagi pula Luna sudah pakai jasa pengacara, untuk mengurus semuanya. jadi luna tidak terlalu repot Ayah." ucap Nona memberi penjelasan.


"Baiklah sayang, Ayah yakin kamu pasti bisa melewati ini semua." ucapnya dan kemudian kembali menyesap teh.


Luna mencoba menghubungi Hotma, setelah kemarin Tak Ada jawaban dari panggilannya. hari ini hari Senin, hari pertama aktif kembali dalam pekerjaan setelah weekend. Semoga hari ini dia mengangkat teleponnya.


Jemari luna menari di atas layar ponselnya mencari kontak nama Hotma. Setelah menemukannya segera Luna menghubunginya.


"Hello Hotma, hari ini bisa aku datang ke kantor? ada hal yang ingin aku sampaikan.


"Baik Luna, Aku tunggu di kantor jam sepuluhan ya."


Panggilan telepon Luna matikan, setelah membuat janji dengan sang pengacara. Pengacara berdarah Batak itu menyambut luna dengan baik.


sesuai waktu yang disepakati, Luna datang ke kantor pengacara seorang diri. Tak lupa membawa surat perjanjian pranikah yang sebelumnya diberikan oleh Pak Karyo.

__ADS_1


Luna melajukan motornya membelah jalanan menuju perkotaan. Kantor bertengkar di deretan area gedung perkantoran. Suasana hati Luna sedikit tenang, karena kini langkahnya semakin mudah. Dengan adanya surat perjanjian itu. Dalam hati terus berharap semoga yang luna lakukan ini sedikit bisa memberi pelajaran pada suaminya, yang kini berada dalam pelukan wanita lain.


langit hari tampak begitu cerah. Awan putih yang membentang di langit biru nampak begitu indah dan cerah hari ini.


Suasana jalanan yang ramai menambah hiruk pikuk kesibukan hari ini.


Akhirnya luna sampai di kantor Hotma. Segera Luna parkirkan kendaraan dan melangkah masuk ke dalam gedung.


Seperti saat Luna datang pertama kali ke kantor Hotma dan rekan, kemarin orang pertama yang luna jumpai adalah sang resepsionis dia wanita cantik.


"Selamat pagi Bu, Ada yang bisa saya bantu?" ucap wanita itu Sepertinya dia lupa jika Luna sudah pernah datang kemarin beberapa hari yang lalu.


"Oh iya, selamat pagi saya Luna, Saya mau bertemu dengan Pak Hotma kami sudah membuat janji." jawab Luna menjelaskan.


"Baik bu, mari saya antar ke ruang kerja beliau." tuturnya dengan Ramah dan sopan.


Luna berjalan di belakangnya menuju ruang Pak Hotma. Hal yang sama seperti waktu Luna datang beberapa hari lalu. Luna menunggu beberapa saat di depan pintu, kemudian wanita itu keluar dari ruangan, dan mempersilahkan Luna masuk.


"Luna duduk di seberang Hotma setelah mereka berjabat tangan.


"Luna apa kabar? Maaf kemarin kamu telepon aku, ngak ngangkat.


"Alhamdulillah baik Hotma, ah iya aku memang kemarin menghubungimu seharusnya aku minta maaf, seharusnya aku tahu kemarin itu kan hari libur."


"Iya, nggak apa-apa Lun. Memang kalau hari Minggu, waktunya full untuk keluarga." jawabnya dengan senyum mengulas di bibirnya.


Berkas-berkas gugatan kamu rencananya akan saya masukkan ke pengadilan hari ini, "Ada apa? apa kau merubah pikiran?" tanyanya menatap lekat ke arah luna.


"Tidak aku tidak merubah pikiran, justru aku ke sini ingin menunjukkan ini." Luna membuka tas handbag miliknya dan menyerahkan pada Hotma sepucuk surat perjanjian pranikah itu.


Hotma meraihnya dan membaca sekilas isi surat perjanjian itu.


"Saat kemarin kau bilang jika harta selama pernikahan harus dibagi dua, Jujur aku syok dan bingung karena dalam perusahaan milik paman, saham paman dan sahamku sudah diserahkan sama aku. itu sudah banyak sekali uang pribadi saya yang sudah masuk, rasanya Luna Tak rela jika harus membaginya dengan wanita penggoda itu." tukas Luna pada Hotma yang telah selesai membaca surat perjanjian itu.


"Iya, Lun. Saya paham. Dengan surat ini, saya pastikan semuanya akan jatuh padamu. Kemarin kenapa tak kau bawa sekalian surat ini?" tanyanya.


"Surat itu Ayah yang menyimpannya, Alhamdulillah Ayah sudah berpikir sejauh ini, dengan membuat perjanjian dengan Mas Bram.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2