
Zaky
"Beneran? Ya Allah alhamdulillah! Aku akan buktikan sama kamu kalau aku sudah berubah. Aku janji!" kataku penuh semangat.
Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang Baby berikan. Aku janji pada diriku sendiri.
"Lepasin dong tangan aku sekarang!" kata Baby datar.
"Oke. Aku lepasin ya, Sayang!" Aku kembali ke tempat dudukku dan memperhatikan Baby yang minum air mineral. "Kamu mau kemana di kencan pertama kita?"
Kumajukan mobilku saat mobil di depan mulai bergerak. Rupanya mobil yang mogok sudah didorong ke tepi, membuat kemacetan mulai bisa terurai. Yah ... padahal aku mau lebih lama lagi bersama Baby.
"Terserah," jawab Baby acuh.
"Hmm ... kalau begitu aku pikirkan. Bagaimana kalau makan malam romantis di Paris?" tanyaku.
"Lebay! Enakkan juga makan sate aci dibanding makan steak di Paris," jawab ketus Baby.
"Oke. Aku ganti. Bagaimana kalau kita ke Gunung Fuji di Jepang. Kita naik ropeway dan bisa menikmati pemandangan indah berdua. Romantis banget deh pastinya," kataku dengan antusias.
"Naik gondola aja di TMII. Pemandangannya juga indah. Kenapa harus jauh-jauh sih? Kayak berani aja minta ijin sama Abi! Kita tuh udah bukan mahrom lagi. Bisa timbul fitnah kalau pergi berduaan!" omel Baby.
"Tak apa. Aku malah mau digerebek dan kita terus dinikahin lagi. Makin mulus jalanku memiliki kamu!"
"Lupakan saja kencan itu. Kamu pergi saja sana ke luar kota. Bagus malah aku enggak usah ketemu kamu!" balas Baby.
__ADS_1
"Yah ... jangan dong. Iya deh kalau kamu enggak mau. Aku ganti ya! Jangan marah dulu ya. Kamu mau kemana? Kayaknya kamu suka yang di Indonesia aja. Oke. Kita ke Dufan saja, bagaimana?" Aku cari pilihan yang aman dan Baby akan setuju, daripada nantinya ia akan membatalkan kencan kami, bisa gawat.
"Oke. Dufan."
Aku tersenyum senang. Baby setuju. "Oke. Sabtu ini aku jemput pagi ya!"
"Enggak usah jemput. Ketemuan aja di Indo November depan komplek. Jangan sampai Abi dan Abang tau! Resiko tanggung sendiri!" ancam Baby.
"Siap. Resiko apapun aku lalui, demi kamu. Sekarang boleh cium lagi enggak?" godaku. Siapa tau Baby mau, rejeki.
"Jangan macam-macam ya! Aku batalin nih 10 kencan kamu!" ancam Baby lagi.
"Aku tuh kangen sama kamu, Baby. Kangen banget. Kalau tadi kamu enggak nangis, aku akan cium kamu sampai bibir kamu bengkak. Serius," kataku seraya menjalankan lagi mobilku.
Baby tak menanggapi, aku melirik dari sudut mataku dan kulihat wajahnya bersemu merah. Kuraih lagi tangannya dan kembali kugenggam. Baby berusaha melepas namun tak kubiarkan kesempatan ini hilang begitu saja. Kalau sudah pulang dan sampai rumah, ada dua macan yang akan menerkamku jika aku melakukan hal ini.
"Rumah kamu. Bukan rumah kita," koreksi Baby.
"Tetap saja bagi aku, itu adalah rumah kita. Saat aku kangen sama kamu, aku menginap di sana. Anehnya, aku cuma bisa tidur di kamar kamu. Semua barang milik kamu tak ada yang aku ubah sama sekali posisinya. Masih sama seperti saat kamu pergi dulu." Kembali kulirik Baby, anak itu membuang wajahnya dan melihat ke jendela luar.
"Kata Mama aku ini bodoh. Aku sampai dipukul pakai kacang panjang dan pisang karena kebodohanku. Sekarang aku tahu yang Mama bilang itu benar. Aku memang bodoh. Aku tak tahu yang mana itu cinta dan kagum. Aku pikir terhadap Dewi, aku cinta namun ternyata kagum,"
"Aku melihat perjuangan Dewi dari awal. Bagaimana ia berusaha keras dan akhirnya berhasil. Seperti seorang fans yang mengidolakan artis kesukaannya. Hanya kagum. Bukan cinta,"
"Aku menyadarinya saat kamu pergi. Kok hidup aku kosong, seperti ada salah satu dari potongan hati aku yang hilang dan tak bisa kugantikan dengan rasa kagum yang selama ini aku puja-puja. Rumah tak lagi sama. Telingaku tak lagi mendengar suara kamu. Sunyi. Terlalu tenang dan sepi,"
__ADS_1
"Aku fokus bekerja namun pikiranku tetap sama kamu. Kerja tidak konsentrasi. Mood berantakan sampai membuat anak buahku di kantor takut, katanya aku makin galak. Lalu aku mulai berpikir, apa sih yang aku cari di dunia ini? Seketika itu aku membayangkan kamu. Kita jalan di Mall, kita makan bareng, kita liburan, kita main Time Zone dan kini? Semua seakan hilang dari hidupku,"
"Aku menyadari kalau aku sudah melepaskan satu-satunya wanita yang kubutuhkan dan kuinginkan di muka bumi ini. Wanita yang selalu membuatku tersenyum. Wanita yang membuatku nyaman. Wanita yang manja dan begitu bergantung padaku, membuat diriku semakin dihargai dan dibutuhkan. Namun wanita itu sudah pergi, bicara denganku saja dia tak mau,"
Kuangkat tanganku yang menggenggam tangan Baby lalu kembali mengecupnya erat. "Kali ini, aku tak akan melepaskan kamu. Aku janji. Aku akan membayar semua kesalahanku di masa lalu dengan mencintai kamu seumur hidup aku. Mau berapa kali pun kamu menolakku, aku tak peduli. Aku akan datang dan terus mengejar cinta kamu." kataku panjang lebar.
"Hoam!" Baby malah menguap. "Aku ngantuk. Aku mau tidur. Kabari kalau sudah sampai rumah!"
Baby menyandarkan kepalanya di jendela dan langsung tertidur pulas. Ya, inilah Baby. Aku ngomong panjang lebar, bukannya kagum dengan apa yang aku katakan eh dia malah ngantuk. Tak apa, yang penting ia tak lagi pergi. Ia memberiku 10 kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku. Tak akan kubiarkan kesempatan ini hilang.
Mobil yang kukendarai berhasil melewati daerah banjir, namun perjalanan belum selesai. Lalu lintas yang carut marut karena beberapa ruas jalan tak bisa dilalui membuat jalan yang tidak banjir menjadi solusi dan akhirnya menyebabkan kemacetan. Kutatap Baby yang tertidur lelap dengan anak rambut yang menutupi wajahnya.
Kurapihkan anak rambut miliknya dan kuselipkan di belakang telinga. Pulas sekali tidurnya. Kuperhatikan mantan istriku selagi ia tertidur pulas.
Aku tak pernah mengatakan kalau Baby jelek bukan? Baby tuh cantik, imut dan kalau buka baju sangat seksi. Bulu matanya yang panjang dan lentik dengan bibirnya yang begitu ranum dan ingin kucium tanpa bosan. Kumajukan diriku dan mencium bibirnya pelan dan hanya sebentar. Baby masih pulas, tak menyadari apa yang aku lakukan. Nanti. Kamu akan aku cium lagi nanti.
Kubenarkan jas milikku yang menyelimutinya. Terlalu bahaya kalau aku sampai melihat kemeja yang agak menerawang tersebut. Ada dua buah sintal yang begitu menggoda.
Sabar, Zak. Harus nikah dulu baru bisa menikmati semua. Lebih baik aku fokus memikirkan 10 kencan berbeda yang akan kami jalani. Sedang asyik melamun, aku dikejutkan dengan suara getar Hp Baby. Kulirik siapa peneleponnya dan aku memilih tak menjawab.
Abi Calling ....
****
Hi Semua!
__ADS_1
Yuk vote Carmen. Udah hari senin nih. Jangan lupa ya 🥰🥰