
Carmen
Om Sony mengambil mic karaoke agar suaranya terdengar ke seisi bus. Seru nih ada acara stand up comedy. Aku yang mengantuk kembali segar dan mendengarkan celotehan Om Sony yang suka nyeplos tanpa rem.
"Selamat siang semuanya. Perkenalkan saya Sony ... Tulung!" Om Sony memperagakan suara pembaca acara Family 100 saat memasuki area kuis.
"Salah woy, salah!" teriak Om Riko seraya menyoraki sahabat karibnya tersebut.
"Sorry, ngetes dulu. Kita ulangi lagi." Om Sony berdehem membuat kami penontonnya makin tak sabar. "Selamat siang semuanya. Perkenalkan saya Sony, seorang bisnisman yang mapan, tampan dan available."
"Bisnisman apaan? Tukang copet saham aja bisnisman!" celetuk Abi dengan pedasnya.
"Mapan apaan, kemarin utang makan Indomie di Warkop belum dibayar," sahut Om Riko membongkar aib sahabatnya tersebut.
Mendengar celetukan Abi dan Om Riko yang lebih lucu dari lawakan Om Sony, kami para penontonnya pun tertawa ngakak. Mas Zaky sampai geleng-geleng kepala, baru mulai saja aib sudah terbuka apalagi nanti?
"Oke, tagih saja. Akan gue bayar pakai cek!" jawab Om Sony dengan santai.
"Cek apaan? Sayur krecek?" sahut Om Riko lagi. Kami kembali tertawa melihat dua sahabat baik saling ejek.
"Ah lo diem dulu kenapa sih, Ko. Gue enggak lanjut-lanjut nih stand upnya!" protes Om Sony. Om Riko pun mengunci mulutnya dan membiarkan Om Sony menyelesaikan tugasnya.
"Oke, gue lanjutin lagi. Gue ini seorang bujang penuh pengalaman. Bukan karena gue enggak laku ya, semua karena gue terlalu pemilih. Liat gadis cantik, kok kayaknya kurang pengalaman jadi gue swipe. Liat janda seksi, kok kayak kebanyakan pengalaman, akhirnya juga gue swipe. Lama kelamaan karena kebanyakan gue swipe, cuma tinggal nenek-nenek. Mau gue swipe, kasihan. Mau gue jadiin nih, kok ya si otong enggak bisa. Gue harus apa?"
Tak ada yang tertawa. Semua menatap serius ke arah Om Sony. "Kok pada diem? Enggak lucu ya?" tanya Om Sony dengan pasrah.
Kali ini kami semua tertawa. Bukan karena cerita Om Sony namun karena mukanya yang pasrah.
"Ah pada sialan nih semua. Ketawa dikit kenapa. Awas ya gue sindir lo satu persatu," ancam Om Sony. Tawa kami semakin kencang melihatnya kesal. Wajah lucunya membuat aku tak kuasa menahan tawa.
"Heh, ibu hamil!" Om Sony menyindirku. Hanya aku yang hamil di bus ini. "Puas sekali kau tertawa. Ingat, Om kamu ini punya andil dalam hubungan kalian. Jangan sampai bayi kalian mirip Om ganteng ini ya!" ledek Om Sony.
Cepat-cepat aku mengusap-usap perutku. "Ih Om Sony mah, enggak mau aku!" tolakku.
"Heh, Sony. Lo cabut enggak doa lo!" ancam Abi. "Enak aja cucu gue mirip lo!"
__ADS_1
"Son, mau gue bikin saham lo merah semua? Itu cucu gue juga. Jangan mukanya kayak lo!" ancam Papa Damar.
Mama Tara dan Mommy Tari menatap Om Sony sambil melotot.
"Iya, iya. Gue cabut. Ih mainnya keroyokan. Bapaknya aja diem tuh!" Om Sony melihat ke arah Mas Zaky.
"Kata siapa, Om? Aku lagi rencana mau rubuhin rumah Om Sony pakai buldozer," jawab Mas Zaky.
Om Riko tertawa puas melihat temannya menderita. "Mamam lo! Makanya jangan usik anak kesayangan di sini. Habis lo dikepung satu keluarga ha ... ha ... ha ...."
"Iya deh, iya. Doanya dicabut ya. Lanjut ya. Jangan baper, inget kalau baper harus denda janda seksi!" ancam Om Sony.
"Kayaknya petaka nih suruh dia stand up," sindir Abi.
"Iya. Bikin gue emosi, Gas," sahut Papa Damar.
"Udah tenang semua? Oke gue lanjut ya. Gue mau cerita tentang komplek kita. Sekarang komplek kita keren ya? Kita semua bisa kumpul bareng. Tinggal berdekatan, padahal dulunya komplek itu tempat tinggal bule yang kerjaannya kawin kontrak. Sadar gak sih betapa dulu itu komplek suka dijadiin sarang maksiat? Ya sekarang juga masih sih sama Riko," sindir Om Sony.
"Gue timpuk lo, Son! Pake dibahas lagi!" ancam Om Riko sambil mengangkat sandal yang dipakainya.
"Itu mah karena lo kere. Udah jomblo, kere pula!" sindir Om Riko.
"Gue nangis nih dikatain kere melulu?" ancam Om Sony.
Abi lalu berdiri dan menjewer telinga Om Sony. "Udah lo duduk aja. Berisik! Acara stand up dibubarkan!"
Semua pun bertepuk tangan. Acara pertama gagal. Selanjutnya acara berikutnya. Kulirik Om Sony yang begitu sampai di bangkunya langsung dijitak Om Riko. Malang sekali nasibnya.
"Kenapa kamu?" tanya Mas Zaky.
"Lucu melihat Om Sony. Sebenarnya dia udah seperti stand up yang ada di TV loh, sayang, karena penghuni bus ini baperan malah dia kena omel. Kena jewer dan jitak pula," Aku tak kuasa menahan tawaku.
"Kamu senang sekali ya? Kalau begitu aku harus apresiasi Om Sony dulu." Mas Zaky lalu berdiri dan mengeluarkan sesuatu dari dompetnya lalu berjalan ke arah Om Sony.
"Kata Baby, Om Sony lucu dan udah mirip pelawak stand up yang ada di TV. Aku mau apresiasi Om Sony dengan kasih voucher pijat." Mas Zaky memberikan voucher pada Om Sony yang matanya langsung berbinar-binar.
__ADS_1
"Beneran, Ky?" tanya Om Sony tak percaya.
"Gue enggak dapet?" tanya Om Riko tak mau kalah.
"Lo mah enggak lucu kayak gue." Om Sony lalu berbicara padaku. "Makasih ya Baby yang cantik. Baby mau dengar Om Sony stand up lagi enggak?"
"Enggak," jawab kompak seisi bus.
Om Sony pun menggerutu. "Ih pada kenapa sih?"
"Om Riko mau voucher juga?" tanya Mas Zaky.
"Mau dong!" jawab Om Riko penuh semangat.
"Aku kasih asal Om jagain Om Sony ya agar tidak stand up lagi!" Semua yang di bus tertawa mendengar penawaran Mas Zaky pada Om Riko.
"Oh, siap!" Om Riko menerima voucher dari Mas Zaky dengan senyum mengembang. "Son, lo stand up lagi, gue lakban ya!"
"Oke kita lanjutkan acaranya!" Abang Wira pun mengambil alih acara. "Kita main kata bersambung. Aku akan edarkan bola kasti ini secara acak. Setiap yang memegang harus mengatakan kata yang disambung oleh penerima bola yang lain. Mengerti semua?"
"Mengerti!" jawab kami kompak.
"Maksudnya ngapain sih? Enggak ngerti deh!" kata Om Sony yang tiba-tiba protes.
"Yaelah dia lagi buat ulah, Riko, lo kasih obat tidur deh!" protes Abi.
"Udah lo diem aja. Entar lo juga ngerti!" omel Om Riko pada Om Sony.
"Oke ya, aku mulai." Abang memberikan bola kasti pada Kak Dewi. "I,"
"Love you," jawab Kak Dewi yang memberikan bola pada Mommy.
"You ... always be my baby." Mommy memberikan bola padaku. Aku jawab apa ya?
****
__ADS_1