Perempuan Lajang

Perempuan Lajang
Topeng


__ADS_3

Panji mengantarkanku sampai di depan rumah kontrakan. Sebelumnya dia mampir untuk membelikan makanan cepat saji untukku. Dia membukakan pintu mobil dan aku pun turun dengan perasaan yang masih sedikit kesal.


"Terimakasih pak..saya masuk dulu"


Dia hanya menganggukkan kepalanya dan mendorong tubuhku untuk masuk ke halaman rumah yang telah dibuka pagarnya.


"Nanti malam saya jemput.." ujarnya sembari berlalu.


Tanpa menunggu jawabanku terlebih dahulu dia sudah masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju dengan cepat.


Aku hanya bisa menarik nafas karena tak mengerti dengan pria itu. Aku duduk di kursi kayu di depan rumah, berusaha menetralkan perasaan yang campur aduk.


Deru suara motor berhenti tepat di depan pagar. Aku melihat Dimas turun dan membuka pagar dengan kesal. Aku hendak masuk kedalam rumah tapi tangannya menarik tanganku.


"Aku tau dia lebih kaya dariku tapi tidak semestinya kamu bersikap seperti ini.."ucapnya dengan nafas memburu.


Aku hanya bisa meringis karena genggaman tangannya sangat kencang dan itu menyakitiku.


"Lepaskan.."


Dimas tidak bergeming dia sama sekali tidak mendengarkan apa yang aku katakan. Bahkan dia tidak mengurangi cengkramannya di lenganku.


"Aku cinta sama kamu Sarah..."


Mataku melotot tak percaya mendengar apa yang Dimas ucapkan. Sungguh selama ini aku tidak pernah berekspektasi terlalu tinggi. Karena di mataku Dimas hanya menganggap aku teman karena kasihan dengan keadaanku.


"Sejak kapan..?"


"Sejak pertama kali kita bertemu.."ucapnya lagi.

__ADS_1


"Tapi kamu tidak pernah mengatakan apapun.."


"Aku fikir hubungan orang dewasa tidak harus ada pernyataan, bukankah semua tindakanku sudah mengatakan semuanya..?"ucapnya parau.


Tubuhku lemas rasanya,aku duduk kembali di bangku kayu sedangkan tanganku masih di genggamnya.


"Ayo kita pacaran.."ucapnya tiba-tiba.


Aku hanya bisa diam dan menatap mata teduhnya. Sungguh aku tidak pernah membayangkan ada di posisi seperti ini. Tapi dengan apa yang terjadi seharian ini membuatku menyadari bahwa Dimas sama sekali tidak mencintaiku. Dia hanya tak ingin aku dekat dengan orang lain.


Akupun menggeleng dan mencoba untuk melepaskan tanganku tapi hasilnya nihil. Malahan tanganku semakin sakit karena kuku-kuku jari Dimas tertancap disana.


"Kenapa... KENAPA KAMU MENOLAK..?"


"Kamu tak perlu jawaban karena kamu sendiri yang sudah menjawabnya.."


""Mari kita seperti dulu..kita hanya bisa berteman.."ucapku mantap.


"Kenapa...?apa karena aku tidak bisa memenuhi semua kebutuhan keluargamu yang matre itu.."


"Dimas.. tolong lepaskan aku,kita bicarakan semuanya baik-baik"


"Jawab dulu pertanyaan ku Sarah... setelah itu baru aku melepaskan mu.."


"Aku tidak ingin berpacaran.."


"Alasan.."ucapnya sembari menghempaskan tanganku.


Aku meringis kesakitan dan mengelus tanganku karena rasanya perih sekali. Tapi Dimas sama sekali tidak perduli dia hanya menatap tajam ke arahku.

__ADS_1


"Berapa yang dia berikan padamu..?biar aku ganti semuanya"


"Pak panji tidak memberikan apapun padaku.."


"Keluarlah dari perusahaan..aku yang akan menjamin hidupmu dan juga keluargamu.."


"Tolong Dim.. mengertilah"ucapku penuh harap.


"Ha-ha-ha... bahkan kamu tidak ingin jauh dari si sialan itu.."


"Aku baru menyadari bahwa kamu bukanlah Dimas yang selama ini melindungi ku.."


"Maksudmu.."


"Kamu hanya laki-laki kasar dan egois, bahkan kamu tidak mau mendengarkan apapun yang tidak ingin kamu dengar..aku tidak ingin hidup dengan orang seperti itu.."ucapku lagi.


Dimas tercengang mendengar ucapanku, sepertinya dia baru menyadari apa yang dia lakukan. Matanya berubah sendu saat menatapku.


"Maaf.. maafkan aku Sarah.."ucapnya lirih.


"Pulanglah.. aku ingin tidur.."


"DASAR PEREMPUAN TIDAK TAHU DIRI.."teriaknya lagi.


Aku tidak memperdulikannya lagi,kututup pintu rumah setelah memutar anak kuncinya beberapa kali.


"Kembalikan uangku yang sudah ku keluarkan untuk kamu selama ini.."


Dimas masih berteriak di luar sana,aku sama sekali tak perduli. Kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mendinginkan otak yang sepertinya sudah mengeluarkan asap.

__ADS_1


__ADS_2