
Oek...oek...oek
Sarah membuka matanya dan segera bangun dari tempat tidur. entah mengapa matanya susah sekali berkompromi, terasa berat. Dia mendekati bayi mungil yang sekarang sedang menangis di dalam box bayi. Perlahan gadis itu mengangkat tubuh mungil itu dan bibirnya refleks begitu saja bersenandung.
"Kenapa nak...? haus...?"
Sembari menggendong,gadis cantik itu segera membuat susu dengan sebelah tangannya. Bibir tipisnya tersenyum saat menyadari dia bisa melakukan dua hal sekaligus tanpa mengeluh.
Ponsel berbunyi dengan cepat Sarah mengambilnya.
"Hmmm"
"Bagaimana putri cantik kita..? apakah dia merepotkanmu..?"
Sarah mengganti layar kamera dengan kamera belakang. Panji tertawa saat melihat bayi mungil itu sedang menikmati susu di dalam botol.
"Kenapa belum tidur...?"
"Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan"
"Selarut ini..kamu masih kerja?"
Panji terkekeh geli mendengar ocehan dari mulut kekasihnya.
"Aku harus kerja lebih giat bukan..? karena sekarang tanggung jawabku bertambah "
"Terimakasih mas..."
Panji meminta Sarah untuk mengembalikan layar kamera ke posisi semula. Panji sangat gemas dengan wajah cantik bayi perempuan itu.
"Sudah ketemu nama yang bagus..?"
"Belum...aku bingung"
"Why?"
"Karena terlalu banyak nama yang bagus di otakku"
__ADS_1
"Aurora.."
"Hmm.."
"Aurora adalah nama yang ingin ku sematkan"
"Hanya Aurora..?"
"Kamu yang harus memilih nama belakangnya"
Sarah menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Aurora adalah nama yang sangat bagus tapi apa yang harus dia sematkan untuk mendampinginya.
"Sematkan namamu disana"
"Hah..."
"Bukankah kamu pernah bilang,ini putri kita?"
"Aurora Putri Gumilang "
Sarah menganggukan kepalanya dan tersenyum. Panji memalingkan wajahnya dari layar ponsel dan itu membuat Sarah kebingungan.
Lama sekali Panji tidak merespon panggilan dari gadis itu. Berkali-kali Sarah memanggilnya tapi Panji masih tidak menatap layar.
"Nak...Sarah.."
Dilayar ponsel terlihat wajah Ivone sedang tersenyum sembari memegang cangkir di tangannya.
"Mami belum tidur..?"
"Gimana bisa tidur kalau melihat anak kesayangan mami sedang menangis "
"Hah..."
"Kenapa mas panji menangis mih..?"
"Dia bahagia karena sekarang sudah punya bayi perempuan "
__ADS_1
Sarah tersenyum menanggapi lelucon Ivone,tapi entah kenapa hatinya begitu nyeri mendengarnya.
"Mami besok kesana ya...kamu butuh apa..?"
"Tidak ada mih..mami datang saja kemari sudah membuat Sarah senang.."
"Oke.. baiklah. Sekalian besok mami bawa baby sitter untuk cucu mami"
Setelah mengatakan beberapa hal, Ivone pun pamit untuk kembali tidur. Sarah melihat Ivone beberapa kali menepuk pundak putranya.
"Mas...belum mau bicara..? tutup dulu ya,aku mau tidur lagi"
"Sayang..."
"Hmmm"
Wajah pria itu kembali terlihat di layar, matanya sedikit memerah begitupun hidung mancungnya.
"Ayo kita menikah.."
"Ayo,kapan?"
Mata panji membulat sempurna mendengar jawaban gadis itu.
"Sekarang kamu tidur dulu,besok kita bicarakan lagi"
"Selamat malam Aurora... selamat malam sayang"
"Selamat malam mas..."
Panggilan telepon berakhir dan Sarah menghela nafas panjang. Entah mengapa pria itu begitu ingin menikahi perempuan yang begitu banyak masalah di hidupnya.
Mata gadis itu menatap bayi perempuan yang baru saja diberikan nama oleh kekasihnya.
"Aurora... semoga hidupmu selalu di kelilingi oleh orang-orang baik nak.."
Sarah tidak lagi menidurkan Aurora kedalam box bayi. Dia membiarkan bayi mungil itu mengambil alih sebagian tempat tidurnya.
__ADS_1
Entah mengapa Sarah begitu mencintai bayi cantik itu. Walaupun dia tahu akan banyak hal yang terjadi tapi dia meyakini bayi cantik itu punya hak untuk hidup yang lebih baik...