Perempuan Lajang

Perempuan Lajang
menahan diri


__ADS_3

Yunita menarik tangan Sasha dengan sedikit kencang hingga gadis manis itu mengaduh kesakitan.


"Ada apa sih bu..?


"Kamu gak boleh kasar sama Sarah, ingat perjanjian kita dengan orang itu"


Sasha terlihat kesal dan dia pun menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.


"Sarah paling hanya beberapa hari disini, nanti juga dia pergi lagi"


"Aku kan udah bilang sama ibu.. lebih baik kita pindah saja supaya si Sarah itu gak bisa ketemu kita lagi"


Yunita hanya bisa mengelus pucuk kepala anak perempuannya itu.


tok tok tok


Keduanya kompak menoleh ke arah pintu dan saling melempar pandangan.


"Siapa..?"teriak Sasha


Pintu terbuka dan Tora muncul dari balik pintu.


"Ada apa..?"ketus Sasha


"Bu..ibu gak masak..?"


Yunita mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya dan memberikan nya pada Tora.


"Beli aja sana..ibu sedang malas masak"

__ADS_1


Tora mengambil lembaran uang itu dari tangan ibunya. Tanpa bertanya lagi dia pergi meninggalkan ibu dan kakak perempuannya.


"KESALLLLL..."teriak Sasha lagi.


"Sttttt..."


Yunita menutup mulut putrinya dengan marah.


"Kamu kenapa sih..? kesurupan?"bentaknya.


"Bu...ibu kan tau aku bukan orang yang bisa berpura-pura.."


"Udah..jangan banyak omong, diem atau uang kuliah akan ibu stop.."


Sasha terlihat semakin kesal dan dia melempar sepatu ke arah pintu.


Brakkkkkk


"Ada apa Bu..?"


Yunita menoleh ke asal suara dan dia berusaha untuk tetap tersenyum.


"Gak ada apa-apa nak.. kenapa kamu gak tidur..?"


"Sarah sudah bangun Bu.. sekarang lapar.."


Yunita memalingkan wajahnya dan berlalu dari hadapan Sarah.


Dia kembali dengan membawa baki berisi air dingin dan beberapa camilan.

__ADS_1


"Makan ini dulu.. adikmu belum pulang"


Sarah mengambil air dan meminumnya. Dia seolah sedang berpikir keras,ada apa gerangan sehingga semuanya berubah begitu saja.


Keduanya hanya terdiam tanpa berbicara sepatah kata pun. Padahal seharusnya banyak cerita yang menarik yang bisa di katakan. Karena mereka dua orang yang sudah lama tak bertemu.


"Bu.. pertanyaan Sarah tadi belum dijawab..dari mana ibu dapat uang untuk merenovasi rumah kita..?"


Yunita sudah tidak tahan hanya duduk berdua saja dengan putri pertamanya itu. Apalagi Sarah sudah bertanya tentang rumah, hatinya benar-benar kesal.


Dia beberapa kali menghela nafas panjang supaya tidak memaki Sarah seperti biasanya.


"Kamu gak perlu tau Sarah..yang penting kamu sekarang gak akan pusing lagi. Karena ibu dan adik-adikmu sudah tidak butuh uangmu lagi.."


Sarah hanya tercengang mendengar ucapan ibunya itu. Rasa ingin tahunya mengalahkan segalanya.


"Untuk apa Sarah bekerja..kalau ibu dan adik-adik tidak menikmati uang hasil jerih payah Sarah.."


"Untuk kamu sendiri lah..gitu aja nanya.."


Tiba-tiba Sasha muncul begitu saja di belakang mereka.


"Kamu gak perlu banyak tanya.. lebih baik secepatnya kamu kembali ke kota.."


"Sasha..."tegur Yunita.


Sasha menghempaskan tubuhnya ke sofa dan mendelik ke arah ibunya itu.


"Jangan di masukin hati ya.. ucapan adikmu itu.. lebih baik sekarang kamu berfikir untuk menabung supaya kamu bisa hidup enak.."

__ADS_1


"Ibu minta..kamu gak usah khawatir lagi dan jangan lagi pulang kesini..kamu bisa hidup sendiri di kota tanpa pusing mikirin uang buat kami.."


Sarah hanya bisa diam mendengar semua penuturan ibunya. Dia merasa ibunya membuangnya dengan cara halus,halus sekali...


__ADS_2