
Jam tujuh malam pria paruh baya itu sudah menelpon akan segera tiba. Akupun segera bersiap untuk ikut dengannya walaupun aku tak tahu dia akan mengajak kemana. Aku mematut diri di depan cermin, dengan makeup yang sangat natural dan blouse berwarna hitam aku tersenyum sendiri.
Tin tin tin
Klakson mobil terdengar di luar rumah,aku segera mengambil tas kecilku dan segera keluar rumah. Rasanya jantungku berdetak lebih cepat, entah mengapa akupun tak tahu.
Aku langsung masuk kedalam mobil berwarna hitam itu, tanpa basa-basi mobil langsung meluncur begitu saja.
"Kita mau kemana,pak..?"
Panji masih saja fokus menyetir tanpa menjawab pertanyaanku. Aku hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap dinginnya itu.
"Kenapa diam..?"dia balik bertanya.
"Kan bapak yang cuekin saya.."ucapku kesal.
"Makanya jangan panggil saya bapak kalau di luar kantor.. memangnya saya bapakmu"
Aku tersenyum mendengar celotehannya.
"Kita mau kemana mas...?"tanyaku lagi.
Brukkkkkkkk
Tiba-tiba saja mobil berhenti mendadak karena pria kulkas itu mengerem laju mobil dengan tiba-tiba.
"Aduhhh..."
Aku meringis karena kaki ku tidak sengaja membentur kaki yang lainnya.
"Maaf... kamu tadi bilang apa...?"
__ADS_1
"Hah..."tanyaku heran.
"Ulangi..."
Wajahku bersemu merah sepertinya, untung saja ini terjadi malam hari.
"Kita mau kemana mas...?"
"Kamu maunya kemana..?"dia balik bertanya.
"Jangan mengulang-ulang pertanyaan,aku lapar.."
Aku melihat segaris senyuman hadir di bibirnya,aku hanya bisa membuang pandanganku ke samping. Wajahku menghangat padahal AC di mobil ini sangat dingin.
Panji memarkir mobilnya di sebuah cafetaria yang terlihat sangat sepi.
"Ayo turun.. sebelum kita berkencan"
"Ini karena kamu jomblo akut"lirihku pada diri sendiri.
"Jangan suka ngomong sendiri.."
Aku gelagapan karena tak sadar kalau panji mendengar ocehanku. Kami duduk diluar cafe dan panji pun memesan semua yang ada di menu. Aku hanya bisa bengong melihat semua makanan yang tersaji di atas meja.
"Pak...siapa yang mau ngabisin semua makanan ini..?"
"Kita berdua.."sahutnya.
Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku mendengar ucapannya yang tidak masuk akal.
Aku mengambil Beefsteak, kentang goreng, chicken wings dan segelas lemon tea dingin. Dia hanya memperhatikan aku yang mendekatkan makanan yang akan aku makan.
__ADS_1
"Aku hanya akan memakan ini.. selebihnya habiskan sendiri.."omelku lagi.
Dia tersenyum dan memanggil beberapa pegawai disana dan memberikan beberapa makanan untuk mereka. Awalnya mereka menolak karena takut akan di marahi manager mereka. Tapi bos ku satu ini tak kehabisan akal dia memanggil juga manager dan memberikan makanan padanya.
Setelah mengucapkan terimakasih mereka pun meninggalkan kami untuk makan dengan tenang. Aku menghabiskan makanan ku dengan cepat tanpa malu ataupun sungkan.
"Baru kali ini aku melihat perempuan makan tanpa malu-malu.."
"Ngapain malu-malu,nanti lapar.."sahutku.
Dia tertawa sampai terlihat deretan giginya yang putih.
"Ayo menikah.."
Aku benar-benar tersedak mendengar ucapan yang terlontar dari mulut pria itu.
"Kamu tidak akan pernah kekurangan apapun nanti bahkan semua yang belum kamu punya akan kamu dapatkan dengan cepat.."
"Pak.. biarkan saya makan dengan tenang, jangan membuat saya ge-er.."
"Saya serius Ayu..."
"Dih...Sarah pak..sarah"
"Saya serius,saya mau menikahi kamu, terserah kamu mau atau tidak saya tetap akan menikahi kamu.."
"Maksa banget sih.."ucapku lagi.
"Terserah kamu mau maunya kapan..saya ikut saja.."
Mulutku tak lagi bisa mengucapkan apapun karena pria itu menatapku dengan pandangan yang sungguh-sungguh...
__ADS_1