
Aku berdiri mematung melihat para petugas kebersihan sedang membersihkan ruangan yang akan menjadi ruangan kerjaku.. Panji benar-benar membeli satu gedung untukku untuk memulai bisnis. Beberapa hari ini aku sudah memikirkan bisnis apa yang akan ku geluti.
Fashion adalah satu-satunya hal yang ingin kucoba.
"Gak apa-apa..coba aja dulu siapa tau kamu berhasil.."
Kata-kata itulah yang membuatku bertekad untuk segera membuka kantor utama.
Aku berencana untuk memulai dengan mendesain baju rumahan yang simpel dan bisa membuat wanita terlihat semakin cantik walaupun hanya dirumah saja.
Gaun atau baju-baju yang lain sudah banyak di pasaran. Hanya baju rumah yang biasa disebut daster yang belum banyak di lirik oleh para pengusaha.
Aku bolak balik naik turun untuk mengecek satu persatu ruangan di kantor baru ku. Para pekerja benar-benar orang-orang terpilih sehingga pekerjaan cepat selesai.
Jam makan siang aku pun meminta para pekerja untuk berhenti bekerja. Aku sudah memesan makan siang dan beberapa camilan yang lumayan banyak untuk mereka.
Mereka berkali-kali berterima kasih karena sudah mendapatkan makan siang gratis. Karena aku menyanggupi membayar mereka dengan bersih tanpa potongan apapun.
Saat akan duduk untuk makan siang bersama,pintu terbuka dan muncullah pria berjas biru membawa dua paper bag di kedua tangannya.
Aku tersenyum dan segera memeluk pria jangkung itu. Para pekerja hanya tersenyum tanpa berkomentar apapun. Panji mengajakku naik ke atas untuk makan bersama. Akupun mengikuti tanpa membantah ucapannya.
"Capek..?"
Aku menggeleng dan segera menyiapkan makanan yang dibawa olehnya.
"Mari makan.."
Dia tersenyum saat aku memberikan makanan padanya. Tanpa menunggu lama dia pun segera menikmati makanan yang dia bawa.
__ADS_1
"Terimakasih sayangku..."
"Dih..."sahutku lirih
"Nanti aku transfer uang lagi.."
"Buat apa..? uangku masih banyak.."
"Sttttt...makan dan diamlah.."
Aku hanya memelototi nya saja tanpa mengucapkan apapun lagi. Kami makan dalam diam, Panji bukan orang yang banyak bertanya saat makan. Dia akan bawel saat makanan tidak enak atau ada hal yang mengganggunya. Selebihnya dia akan diam dan menikmati makanan.
Aku menghabiskan makanan tanpa tersisa sedikitpun begitu juga dengannya. Dia merapikan meja dari tempat-tempat makanan yang tadi berserakan.
"Kapan mau belanja perlengkapan kantor..?"
"Mungkin lusa.. karena hari ini tidak mungkin selesai membersihkan seluruh gedung ini.." sahutku.
"Hu'um..."
Aku tidak memperhatikan pria dingin itu karena aku sibuk membuka botol air kemasan.
Dia diam saja hanya menatap lekat pada wajahku.
"Kenapa..?"tanyaku.
"Jangan terlalu mandiri..aku butuh wanita manja yang setiap saat membutuhkan ku.."
"Pak tua..aku bukan gadis seperti itu..maaf.."
__ADS_1
Aku mengatupkan kedua tangan di depan wajahnya dan itu membuatnya terkekeh geli.
"Kamu ini memang berbeda.."ucapnya.
"Dari..?"
"Dari kebanyakan gadis yang ku tonton di sinetron azab.."sahutnya lagi.
Aku memukul lengannya pelan. Dia menarik tanganku dan menggenggamnya.
"Aku akan keluar kota dalam beberapa hari.."
"Iya gak apa-apa.. tenang saja aku bisa mengatur semuanya.."
"Sini peluk.."
Dia membentangkan tangan dengan senyum merekah di bibirnya. Aku beranjak dari tempat duduk dan segera memeluk tubuhnya dari belakang.
"Kamu sayang gak sama aku..?"
"Enggak.."jawabnya
Aku melepaskan pelukanku dan hendak pergi karena kesal dengan ucapannya. Dia menarik tubuhku dan aku pun duduk di pangkuannya.
"Kalau aku gak sayang,gak cinta..gak mungkin aku melangkah sejauh ini.."
"Gombal.."sahutku masih emosi
"Itulah perempuan dijawab salah gak dijawab semakin salah.."
__ADS_1
"Aku..."
Belum aku meneruskan ucapanku,dia sudah mencium bibirku tanpa meminta izin lagi seperti sebelum-sebelumnya...