
Sudah beberapa hari terakhir ini aku tidak melihat keberadaan Dimas. Kantor terasa sunyi karena aku tidak dekat dengan siapapun kecuali Dimas. Beberapa teman yang mengenal baik Dimas hanya menggelengkan kepala, saat aku menanyakan kabar pria mancung itu.
Aku tidak pernah lagi makan siang di luar kantor, karena selalu ada sarapan dan makan siang di meja kerjaku. Aku tahu yang melakukan semua itu adalah pria jelangkung itu. Orang yang paling aneh seantero jagat raya.
"Sarah..ada paket buat kamu.."
Reynold si playboy di kantor menyodorkan sebuah bungkusan padaku.
"Dari siapa .?"tanyaku.
Dia hanya mengangkat bahu dan langsung menghilang dari pandangan mataku.
Aku menyobek bungkusan berwarna pink ditanganku dan mengintip isi di dalamnya. Aku membaca pesan yang di tempel disana..
Ayo bertemu setelah pulang kantor..
Aku tunggu di lobi dan please pakai bajunya.
Dimas...
Aku celingukan mencari-cari keberadaan Dimas tapi nihil. Aku meletakkan paket itu dan kembali mengerjakan pekerjaan yang masih menumpuk.
Jam bergerak begitu cepat dan aku sudah berdiri di lobi menunggu Dimas untuk menjemput. Lima menit menunggu akhirnya Dimas muncul tapi tidak dengan motor merahnya dia datang membawa mobil sport berwarna hitam.
Dimas membukakan pintu mobil dan akupun masuk tanpa mengatakan apapun. Mobil melaju meninggalkan kantor dengan kecepatan sedang,di dalam mobil hanya terdengar suara musik klasik yang diputar.
"Aku rindu..."
Aku hanya menoleh padanya.
"Kenapa baju yang ku kirim tidak dipakai..?"
"Kita mau kemana..? "tanyaku.
__ADS_1
Dia tak menjawab pertanyaanku, mungkin dia kesal karena aku tidak memakai baju yang dia kirimkan.
Dimas memarkir mobilnya di parkiran sebuah wahana permainan terbesar di kota ini. Dia turun dan memintaku untuk mengikutinya. Aku hanya menurut saat dia memintaku mengganti baju kerja dengan baju kasual yang dia berikan.
Aku masuk toilet untuk mengganti baju. Celana jeans dan kaos berwarna putih sekarang tersemat di tubuhku. Untung saja hari ini aku memakai sepatu kets karena ini hari sabtu.
Dimas sudah menungguku di pintu masuk dengan senyum merekah.
"Ayo..."
Dia menggandeng tanganku dan bertanya apa yang mau aku naiki pertama kali. Aku hanya mengatakan terserah dan diapun mengajak aku untuk naik kora-kora, roller coaster dan banyak lagi permainan yang kami naiki.
Mood ku kembali membaik setelah berteriak sepuasnya. Dimas hanya tertawa melihatku seperti anak kecil yang tidak ingin berhenti bermain.
Setelah dua jam berkeliling kesana kemari akupun merasa tubuhku lemas. Aku meminta untuk duduk sebentar sebelum kami pulang. Dimas membawaku ke sebuah kursi dan memesan dua cup es krim.
"Senang..."
Aku mengangguk sembari memasukkan es krim ke mulutku.
"Terimakasih..."ucapku tulus.
"Kamu mau makan apa..?"tanyanya lagi.
Baru saja aku ingin membuka mulut,aku teringat dengan ucapan pria jelangkung itu. Kalau aku tidak boleh makan dengan pria manapun selain dirinya.
Aku menggaruk kepalaku walaupun tidak gatal sama sekali. Aku melihat ponsel dan terlihat beberapa pesan disana. Ku buka dan kubaca ternyata benar saja pria itu mengirim pesan padaku.
(Kamu boleh bersenang-senang,tapi jangan lupa pulang)
(Aku akan makan malam dirumahmu)
(Cepatlah pulang sebelum aku menjemputmu)
__ADS_1
(Calon istriku tidak boleh genit pada pria manapun)
Aku menutup ponsel dan menggerutu karena kesal. Rasanya aku sudah kehilangan kebebasanku.
"Ada apa..?"
"Gak ada apa-apa.."aku berbohong.
"Ayo kita pulang.."
"Tapi eskrim kamu belum habis.."ucapnya.
Aku segera menghabiskan eskrim secepat kilat dan itu membuat Dimas bingung.
Kami sudah berada didalam mobil dengan suasana yang berbeda. Kali ini Dimas menceritakan apapun yang dia alami beberapa hari ini. Tapi tidak dengan diriku yang masih berusaha menutupi hubunganku dengan Panji.
"Kalau kamu mau kamu bisa kerja di kantor papaku..."
Aku hanya tersenyum mendengarnya. Dimas sudah menceritakan semua tentang dirinya. Tentang siapa keluarganya dan apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi kamu bekerja hanya karena gabut..gabut kok dua tahun.."ucapku sembari tertawa.
Dimas tersenyum mendengarnya.
"Terus sekarang kamu bertransformasi menjadi orang kaya.."ledekku.
"Emang aku udah kaya dari dulu..kamu aja yang gak tahu.."
"Sombong..."ucapku kesal.
Dimas terbahak dan mencolek hidungku dengan gemas.
"Aku begini karena kamu lebih suka sugar Daddy ketimbang karyawan biasa.."
__ADS_1
Aku hanya tersenyum pahit mendengar semua ucapannya.