Perempuan Lajang

Perempuan Lajang
menyebar hoax


__ADS_3

Sarah baru saja bangun saat melihat begitu banyak panggilan masuk ke dalam ponselnya. Dia memang selalu mematikan nada dering saat akan tidur. Dibukanya satu persatu chat yang masuk juga panggilan telepon yang begitu banyak.


Sarah menekan tombol panggil dan terdengar suara deringan berkali-kali.


"Sayang..."


"Ada apa mas...?"


"Sayang...ini gila banget"


"Hah...coba tenang dulu,apanya yang gila.?"


"Adik dan ibumu menuduh aku sebagai orang yang menghamili Sasha"


Sarah yang belum sadar dari tidurnya langsung duduk seketika saat mendengar ucapan Panji.


"Maksudnya gimana mas..?"


"Aku gak tau awalnya bagaimana,yang jelas mereka di dampingi kuasa hukum. Dan berita ini sudah masuk media cetak dan elektronik"


Sarah memijat pelipisnya, entah mengapa dia sudah tidak ada daya lagi untuk sekedar membuka mulut.


"Sayang..kamu masih disana..?"


"Iya mas..aku masih disini,kita bicarakan nanti. Sekarang aku mau mandi dulu"


"Aku kerumahmu ya.."


"Baiklah.."


Panggilan di akhiri dan Sarah menelungkupkan kepalanya di bantal. Entah dia harus bereaksi seperti apa sekarang. Apa lagi sebenarnya yang di inginkan ibu dan adik perempuannya itu.


Baru saja dia hendak menyegarkan diri, ponselnya berdering dan nama Tora tertulis di sana.


"Kakak.."


"Hmmm"


"Apa yang akan kakak lakukan..?"


"Entahlah..aku bingung dengan mereka"


"Ini sudah keterlaluan kak.."

__ADS_1


"Aku tau.."


"Maaf aku tidak bisa membantu apapun"


"Sudahlah.. semua ini akan selesai dalam waktu singkat"


"Baiklah...sehat-sehatlah kakak disana"


"Terimakasih...kamu juga. Hati-hati dengan ibu dan Sasha"


"Hu'um..."


Sarah meletakkan ponselnya kembali dan segera meraih handuknya untuk menyegarkan diri.


tettttt...tetttt...tettttt


Sarah yang sedang merias wajahnya segera keluar dari kamar dan menuruni tangga. Dia membuka pintu dan wajah kekasihnya muncul dari balik pintu.


"Sayang..."


Sarah segera memeluk tubuh Panji, untuk memberikan kekuatan pada pria itu.


"Apa yang akan kamu lakukan..?"


"Tak ada"


"Maksudnya kamu mau mengakui kebohongan itu..?"


Panji tersenyum dan meraih pinggang ramping Sarah kedalam pelukannya.


"Biarkan pengacara ku yang mengurus semuanya "


"Tapi semua orang pasti sudah tercemar otaknya sekarang "


"Biarkan saja..yang penting kekasihku ini tidak ikut tercemar"


Sarah hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ocehan kekasihnya. Dia tidak berniat untuk membalas lelucon yang di lontarkan Panji.


"Berikan pelajaran untuk mereka"


"Hah... mereka keluargamu"


"Tidak... mereka hanyalah keluarga di atas kertas,bukan di sini"

__ADS_1


Sarah menunjuk dadanya dan mengalihkan pandangan.


"Sudah sarapan..?"


"Bagaimana aku berselera makan, sedangkan berita tentangmu berseliweran dimana-mana"


"Aku jadi artis mulai hari ini.."


Sarah memukul lengan panji dan itu membuat pria dingin itu meringis.


"Ada apa... kenapa tiba-tiba memukulku?"


"Hentikan lelucon tidak lucu itu"


"Baiklah.. sekarang kita sarapan dulu"


Panji segera menuju dapur dan membuka lemari es mencari bahan yang bisa di buat sarapan.


Dia mengambil beberapa lembar roti tawar, keju,empat telur dan butter. Dengan cekatan dia membuat sandwich dari bahan-bahan itu.


Sedangkan Sarah hanya duduk memperhatikan semua gerak gerik pria jangkung itu.


Ponsel Panji berkali-kali berdering tapi pria itu mengabaikan begitu saja.


"Siapa yang menelepon..? kenapa tidak di angkat..?"


"Wartawan.. mereka ingin bertemu"


"Terus..apa yang akan kamu lakukan sekarang?"


"Seperti yang aku bilang tadi,aku akan duduk disini bersama kekasihku. Biarkan pengacara menyelesaikan semuanya"


"Bagaimana kalau semuanya semakin rumit..?"


Panji membawa dua piring sarapan yang isinya sandwich dan salad buah.


"Sarapan dulu.. setelah itu baru kita bercinta.."


Mata Sarah melotot tak percaya mendengar ucapan Panji.


"Hah..."


"Maksudku sarapan dulu.. setelah itu kita berpikir"

__ADS_1


"Dasar mesum"


Panji tersenyum mendengar ocehan gadis cantik di sampingnya itu.


__ADS_2