
Aku memoles wajahku dengan blush-on berwarna pink. Blouse berwarna peach tersemat di tubuhku. Hari ini adalah hari pertama aku memutuskan untuk menjalankan bisnis yang sangat ku inginkan.
Tas yang berisi laptop dan perlengkapan tempur sudah ku kemas dari semalam. Mobil yang dibelikan Panji juga sudah datang kemarin dan sudah siap aku gunakan.
Ku poles lipstik berwarna cokelat di bibirku. Berkali-kali aku menyisir rambut panjangku dan mengganti gaya rambut,tetap saja aku memilih rambutku di cepol.
Setelah mengirimkan pesan pada Panji aku pun segera keluar rumah dan tak lupa mengunci pintu. Aku tersenyum melihat mobil berwarna merah terparkir di garasi rumah dengan sangat mewahnya.
Ponsel berbunyi dan aku pun urung untuk segera mengendarai mobil mewah itu.
"Selamat pagi sayang.."
"Aku rindu.."ucapku
"Tiga hari lagi aku akan segera pulang.."
"Sudah sarapan..?"
Aku menganggukan kepala dan dia tersenyum sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Kamu cantik sekali.."ujarnya.
"Terimakasih sayang..."
"Hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut"
"Oke..siap bos.."
__ADS_1
"Satu lagi.."
"Apa..?"tanyaku
"Jangan terlalu cantik nanti ada yang godain.."
Aku terkekeh geli mendengarnya, Panji terlihat hanya memijit pelipisnya.
"Nanti siang aku telpon lagi ya.."
"Iya sayang...kamu disana jangan lama-lama aku rindu"
Dia tersenyum dan segera mengakhiri panggilan telepon setelah memberi banyak sekali wejangan.
Aku segera memanaskan mesin mobil dan merapikan anak rambut yang sedikit keluar. Mesin mobil yang ku kendarai benar-benar halus.
"Masih baru Sarah.."ucapku lirih.
Terserah orang mau bilang apa,yang jelas aku tidak mengambil hak orang lain. Panji memanjakan diriku dengan semua yang serba mewah itu hak dia. Akupun tidak ingin munafik bahwa kehidupan inilah yang ku inginkan.
Akhirnya aku sampai di pelataran parkir gedung kantorku.
"Aku punya kantor sendiri.." ucapku lirih.
Dengan langkah ringan aku memasuki kantor yang akan menjadi tempat terwujudnya impianku. Beberapa karyawan sudah berdiri menyambutku dan aku hanya membalas mereka dengan senyuman.
Hari pertama bekerja aku sudah sibuk dengan desain-desain baju yang akan ku serahkan pada para penjahit di gudang kami.
__ADS_1
Tak terasa waktu berputar begitu cepat. Saat beranjak dari duduk aku baru sadar kalau waktu makan siang sudah lewat.
Aku mengambil ponselku dan melihat ada beberapa panggilan dan chat yang masuk. Aku menepuk keningku karena aku lupa sudah membuat mode hening pada ponselku.
Tak menunggu lama aku pun segera menghubungi Panji, karena aku tau dia akan sangat marah saat aku tidak menjawab panggilannya.
Lama sekali.. hanya nada dering yang terdengar. Aku menghela nafas dan tidak lagi menelpon karena aku takut panji sedang sibuk dengan pekerjaan.
Saat hendak keluar untuk mencari makan siang ponselku berdering tanda panggilan telepon masuk.
"Sayang..."
"Darimana..?"ketusnya
Aku segera memutar kamera ponsel untuk menunjukkan apa saja yang sedang aku kerjakan.
Dia hanya menghela nafas dan menatap tajam padaku.
"Belum makan siang..?"
"Ini baru mau turun.."
"Inilah makanya aku sering marah,kamu gak sayang sama diri sendiri.."ujarnya.
"Maaf.."
"makanlah sana..cari makanan yang sehat,bukan hanya makanan yang mengenyangkan.."
__ADS_1
"Siap.."
Panggilan telepon di akhiri dan aku pun hanya bisa menggelengkan kepala setelah mendengar begitu banyak ungkapan kekesalan dari pria kesayanganku itu..