
Empat tahun yang lalu... Panji berdiri terpaku melihat wanita yang disayanginya dimasukkan ke dalam liang lahat. Tak ada air mata yang keluar,bahkan rasa sesalpun tak ada lagi. Sudah cukup rasanya melihatnya tersiksa dengan penyakitnya selama ini
"Yang sabar ya nakkk..."
Maminya tak henti mengusap punggung lebar pria itu. Wanita paruh baya itu tahu betapa putranya sangat mencintai gadis yang baru saja selesai di kebumikan.
"Menangis lah nak...gak apa-apa"
Pelukan wanita itu semakin erat karena melihat putranya seperti tak punya lagi gairah untuk hidup.
Semua orang sudah meninggalkan pemakaman hanya pria jangkung itu yang masih tetap berdiri memandangi batu nisan di atas tanah yang masih merah.
"Aku janji akan terus kesini mengunjungimu.."
Diapun berlalu meninggalkan pemakaman dengan langkah yang sangat gontai.
Panji mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk melepaskan rasa sesak di dadanya. Dia tidak ingin terlihat rapuh di depan siapapun. Bahkan dirinya sendiripun tidak ingin kalah oleh keadaan.
__ADS_1
Rumah bernuansa pink ini adalah tempat yang paling tak ingin dia datangi sebenarnya. Tapi dia harus membereskan semua kenangan yang telah di tinggalkan Angela kekasihnya.
Satu persatu baju-baju Angela di masukkan kedalam koper. Sebelum dilipat Panji menciuminya untuk membaui harum tubuh kekasihnya yang tertinggal.
Rumah ini seharusnya menjadi tempat mereka untuk membangun sebuah keluarga yang bahagia. Tapi takdir menuliskan berbeda, gadis cantik itu harus kembali ke pangkuan illahi..
"Aku belum melamarmu..aku belum memintamu untuk menikahiku tapi kamu sudah pergi begitu saja..."lirihnya.
Panji menurunkan beberapa foto mereka yang terpajang di dinding. Dia benar-benar ingin segera membereskan semua kenangan bersama Angela.
"Tuan...apa tidak sebaiknya anda istirahat dulu?"
"Semua yang tuan lakukan membuat saya sedih sekali.."
Panji hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Tuan seperti ingin segera menghapus semua kenangan dengan nona muda."
__ADS_1
Mata wanita yang sudah sepuh itu berkaca-kaca. Mbok yem namanya..beliau adalah pengasuh Angel dari bayi. Apapun yang dirasakan oleh anak asuhnya itu pasti mbok yem ikut merasakannya juga.
"Biarkan saya tetap memiliki semua kenangan nona.."
"Bawalah semuanya.. saya tidak membutuhkannya lagi.."
Mbok yem menangis sesenggukan dan itu membuat hatinya nyeri. Ingin rasanya dia mengatakan pada seluruh dunia bahwa diapun kehilangan dan rasanya ingin mati saja. Tapi untuk apa..? Panji tak ingin dikasihani..
Rumah bernuansa pink itu akhirnya dijual karena Panji tak ingin mengingat apapun lagi. Semua foto yang tersimpan di galeri ponselnya pun hilang tanpa bekas.
Berbulan-bulan Panji menghabiskan waktunya untuk bekerja dan bekerja. Dia seperti robot yang tak punya hati,tak punya rasa lelah.
Berbagai cara telah Ivone lakukan untuk membuat putranya kembali menjadi manusia yang hangat tapi selalu gagal. Ivone hanya takut Panji akan benar-benar sendirian sampai akhir hayatnya.
Hingga pada akhirnya gadis cantik berlesung pipi itu masuk kantor Irvine group. Gadis yang bisa menyihir seorang Ivone karena kepolosan dan keuletannya.
Setiap hari Ivone membujuk Panji untuk mencoba membuka hati untuk orang lain. Walaupun dua tahun lamanya bujukan Ivone bagaikan angin lalu tapi Ivone tidak pernah menyerah.
__ADS_1
Sampai pada satu malam Panji mengatakan akan menikahi gadis itu tapi dengan syarat tak ada pembahasan apapun tentang angel dan masa lalu mereka.
Sarah Ayunda, gadis manis berlesung pipi itu adalah satu-satunya orang yang bisa membuat Panji kembali memasak. Setelah bertahun-tahun lamanya dia membenci dapur karena dari situlah cinta Panji dan Angel bermula...