Perempuan Lajang

Perempuan Lajang
pulang kerja


__ADS_3

Disinilah aku sekarang di dalam sebuah mobil mewah bersama pria paling menyebalkan di dunia. Tak ada alasan untuk menolak karena memang hari sudah larut dan aku takut naik kendaraan umum. Tak ada percakapan hanya lantunan ayat suci terdengar di telingaku. Ternyata pria ini sangat religius karena bukan musik mendayu-dayu yang dia putar tapi lantunan ayat yang membuat diri menjadi tenang.


"Maaf pak..bapak tidak bertanya alamat saya terlebih dahulu" ucapku membuka obrolan.


"Untuk apa..?" jawabnya dingin.


"Loh..bapak kan mau antar saya pulang pak, gimana sih "aku semakin sewot.


Dia tidak menanggapi apa yang aku katakan. Mobilnya terus melaju membelah jalanan malam yang ramai seakan kota ini tidak pernah tidur.


Dahiku mengernyit karena mobil yang ku tumpangi tidak mengarah ke rumahku tapi entah akan pergi kemana, tiba-tiba aku merasa takut.


"Pak...bapak,saya mau di ajak kemana pak.?"


"Kamu ini dari tadi merengek terus, pusing saya mendengarnya,diam dan jangan banyak bertanya"ucapnya tegas.


Rasa takut,kesal, jengkel dan gondok bercampur menjadi satu. Ini orang kok gak ada baik-baiknya kalo ngomong.


Mobil berhenti di pinggir jalan yang tidak begitu ramai. Pria itu turun dan aku hanya diam tidak bergerak sama sekali.

__ADS_1


Tok tok tok


Kaca mobil di ketuknya sampai membuat aku terkejut karena fikiran sedang kesana kemari.


Aku membuka pintu mobil dan turun dengan perasaan yang campur aduk. Dia membuka pintu belakang dan mengambil sesuatu di sebuah kantong plastik dan memberikan nya padaku.


"Cepet pakai.. keburu malam"


Aku hanya bisa melongo dan mengambil barang yang dia sodorkan padaku. Ku intip isinya dan kulihat ada sepasang sepatu berwarna putih disana.


"Pak.. kenapa saya harus ganti sepatu?" tanyaku heran.


Tanpa kuduga dia berjongkok di hadapanku dan dengan sigap membuka tali sepatu yang aku pakai. Dia mengambil sepatu di tanganku dan memakaikannya di kedua kaki telanjangku.


Setelah berjalan sekitar sepuluh menit kami tiba di tepi pantai, suasana malam hari membuat ku nyaman karena tidak ada yang bisa melihat raut wajahku.


Dia mengajakku ke tempat yang tidak ada orang di sekitarnya.


"Berteriak lah.."ucapnya dingin.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"


Tanpa menunggu lama mulutku berteriak tanpa rasa malu. Berkali-kali aku berteriak sampai air mataku mengalir begitu saja. Aku menangis sejadi-jadinya juga tertawa setelahnya.


Pria itu hanya menunggu di belakangku tanpa mengatakan apapun. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini aku tidak perduli.


Celana dan baju kerja yang kupakai hampir basah semua. Karena aku duduk di atas pasir dan ombak mengantarkan air ke tepi pantai. Cukup lama aku melakukan tangis dan tawa sampai rasanya sesak di rongga dada hilang begitu saja.


Aku berdiri dan menghampiri pria itu, pria yang selama ini ku benci karena sikap dingin dan arogannya tapi malam ini dia seperti malaikat baik hati.


"Terimakasih.."


Tanpa sadar aku memeluknya dan mengatakan itu berkali-kali sambil menangis lagi. Dia hanya diam tak membalas atau melepaskan pelukanku.


"Huhh.. bajuku basah oleh air mata dan ingusmu"


Aku melepaskan pelukanku dan tersenyum mendengarnya. Tak ada lagi rasa kesal atas ucapannya.


"Maaf pak..nanti saya bantu cuci baju bapak"

__ADS_1


"Terus saya pakai apa kalau kamu mau cuci baju saya.."ucapnya lagi.


Aku terkekeh geli mendengarnya sedangkan dia hanya membuang muka tidak menanggapi.


__ADS_2