
Sasha memperhatikan semua gerak gerik kakak perempuannya. Dia tidak habis pikir, terbuat dari apa hati perempuan itu. Sehingga masih saja mau menerimanya dan mengurus semua keperluannya.
Sarah mengontrakkan sebuah rumah yang lumayan besar untuk ditinggalinya sendiri. Dia pun membelikan semua yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Susu, buah-buahan,daging dan sayuran. Sehingga tidak ada lagi ruang di dalam kulkas karena begitu penuhnya isi didalamnya.
Gaya pakaian dan rambut perempuan itu tidak pernah berubah. Dia mengutamakan kenyamanan daripada meniru fashion yang sedang trend. Rambut ekor kuda dan t-shirt sedikit kedodoran membuatnya benar-benar berbeda dari gadis kebanyakan.
Satu hal yang paling di soroti oleh Sasha adalah mobil berwarna merah yang dipakai oleh Sarah. Ternyata selama tidak berhubungan lagi dengan keluarga, Sarah berubah menjadi orang kaya.
Sasha benar-benar sangat ingin tahu darimana dia mendapatkan semua kemewahan itu. Uang yang selalu di berikan padanya bukan dalam jumlah yang sedikit. Sedangkan dulu Sarah harus berselisih dulu dengan ibu saat diminta uang.
"Dia pasti menjadi simpanan kakek tua"
Itulah yang sering dipikirkan olehnya beberapa hari ini. Kalau tidak sedang hamil, ingin sekali Sasha mencari tahu tentang kehidupan Sarah sampai ke akar-akarnya.
Sasha terpaksa mendatangi kakaknya itu karena tak ada lagi tempat untuknya bersembunyi.
"Sasha..."
Sasha tersentak saat tangan Sarah menyentuh bahunya.
"Hah..."
"Ada apa..? kenapa melamun?"
"Gak apa-apa.."
Sarah menyuruhnya untuk segera makan karena dia sudah memasak untuk adiknya itu.
"Besok kita ke dokter"
__ADS_1
"Untuk apa..?"
"Periksa kehamilan mu"
"Kakak...kapan aku di carikan pekerjaan..?"
"Nanti setelah semuanya beres"
Mereka berdua menikmati makan siang dengan lahap. Beberapa hari ini Sarah selalu memasak makan siang untuk mereka berdua. Dia sengaja melakukan itu,supaya Sasha tidak merasa kesepian berada dirumah sendirian.
"Kakak..aku mau tanya,boleh?"
"Apa..?"
"Kakak sudah punya pacar..?"
"Gak apa-apa,hanya ingin tahu"
"Makanlah yang banyak, setelah ini aku akan kembali ke kantor"
Sasha hanya mengangguk, walaupun dia sangat kesal karena tidak bisa mengorek informasi dari Sarah.
Sepertinya Kakaknya itu tidak menginginkan dia tahu tentang kehidupannya sekarang.
Aku pasti akan tahu siapa pria yang menyimpanmu, batinnya..
Ponsel Sarah berdering saat perempuan itu berada di kamar mandi. Sasha segera berdiri untuk melihat siapa yang menelepon kakaknya. Tapi sebelum Sasha mengambil ponsel dari tas kecil Sarah. Perempuan cantik itu sudah keluar dari kamar mandi.
"Ada telpon.."
__ADS_1
"Biarkan saja, paling dari kantor"
Sarah segera mengambil tas kecilnya dan pamit untuk kembali bekerja. Sasha berniat mengantar ke depan tapi Sarah menolak.
Dengan wajah yang terlihat sangat marah Sasha masuk kedalam kamarnya. Dia begitu kesal dengan perlakuan Sarah yang berubah seratus delapan puluh derajat.
Arghhhhhhhhh...
Sasha berteriak dan melemparkan bantal dan guling. Dia sangat kesal dengan keadaan dirinya sekarang.
"Pasti dia sangat bangga karena telah menang dariku.."
Arghhhhhhhhh...
Dengan membabi buta dia mengacak-acak kamar yang baru saja dia rapikan.
"Gara-gara kamu aku menjadi hina seperti ini"
Dia memaki sambil memukuli perutnya.
"Awas saja..aku akan merebut semua yang kau punya sekarang"
Dia mematut dirinya di cermin dan tertawa sendiri.
"Aku lebih cantik dari dia.. pasti semua orang akan lebih tertarik padaku.."
Tanpa Sasha sadari di tempat berbeda,sepasang mata dan telinga sedang melihat dan mendengar semua ucapannya.
"Kamu memang tidak pernah berubah.."
__ADS_1