Perempuan Lajang

Perempuan Lajang
Cukup aku saja


__ADS_3

Mobil berwarna hitam berhenti di depan warung bubur. Bunyi klakson berkali-kali terdengar,aku menoleh dan melihat dengan jelas siapa yang berada di balik kemudi.


Mang rojak dan istrinya juga Dimas hanya diam tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tanpa berpikir panjang aku segera membayar makanan yang sudah ku pesan walaupun aku baru memakannya beberapa sendok saja.


"Aku duluan.."


Dimas tak merespon bahkan hanya untuk sekedar mengatakan iya padaku. Dia masih melanjutkan suapan ke dalam mulutnya. Setelah membayar dan berterimakasih aku pun segera berlari menghampiri pria menyebalkan itu.


Aku membuka pintu mobil dan segera masuk tanpa harus menunggu dia mengomel lagi.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang,Panji sibuk dengan kemudinya tanpa bertanya apapun padaku.


"Aku mau pulang.."ucapku akhirnya.


Pria di sebelahku tak menggubris sama sekali dia masih saja diam tak bergeming. Mobil melaju dengan cepat dan masuk ke perumahan elit. Aku dibawa kembali ke rumahnya.. lagi??


Mobil berhenti dan dia pun keluar dari mobil tak lupa membukakan pintu untukku. Kami masuk beriringan tanpa kata.


Aku duduk di ruang tamu sembari merapikan anak rambut yang sedikit keluar dari jalurnya. Panji sudah menghilang entah kemana,aku pun tak berniat untuk mencarinya.


Suara dari dapur membuatku mau tak mau harus beranjak dari sofa. Panji sudah berganti pakaian dan berdiri di dekat wastafel memakai celemek berwarna hitam. Aku mendekatinya dan melihat dia sedang memotong ayam berukuran besar.


"Mau masak...?"tanyaku


"Iya.."


"Kamu marah..?"


"Gak.."jawabnya lagi.


Aku duduk di kursi sambil memperhatikan pria dingin itu. Aku tidak ingin mengganggunya lagi. Dengan cekatan dia memasak ayam sampai tercium bau harum di seluruh ruangan.


Sambil menunggu ayam matang,panji menata piring dan sendok di atas meja. Aku hanya mengamati tanpa berniat untuk membantu karena aku tau bantuanku akan di tolak mentah-mentah.


Tiba-tiba dia melingkarkan tangannya ke leherku dari belakang. Aku hanya diam di kursi tak bergerak walau sesenti pun.

__ADS_1


"Tolong...jangan lagi makan dengan pria lain..Cukup aku saja.."ucapnya lirih


"Kami tak sengaja bertemu.. aku gak bohong.."


Dia mencium pucuk kepalaku dan mengelus pipiku dengan lembut.


"Maaf kalau aku salah.."ucapku lagi.


"Kamu gak salah..aku hanya takut kehilanganmu Sarah.."


Ada rasa hangat yang tiba-tiba muncul di dadaku. Rasanya baru kali ini setelah ayahku tiada, ada seseorang yang sangat takut kehilanganku.


"Masakanmu gosong.."


Dia tertawa dan segera mengaduk masakan yang sedang dia masak.


"Kamu masak apa..?"tanyaku memecah keheningan.


"Ayam seledri pedas.."sahutnya.


"Kamu pasti suka.."sahutnya.


"Kenapa kita gak makan diluar aja sih..?"


"Karena aku ingin kamu makan masakanku setiap hari.."kekehnya


Setelah menunggu beberapa saat kamipun makan dengan lahap. Ayam seledri yang dia masak begitu enak di lidahku.


"Bagi resepnya.."


"Cukup kamu minta padaku..aku akan memasaknya lagi lain kali.."


Aku hanya bisa menggelengkan kepala mendengar ocehannya. Dia begitu menyayangiku dan memanjakanku dengan masakan-masakannya yang sangat lezat.


"Lain kali ajari aku masak.."

__ADS_1


"Gak perlu..cukup kamu menunggu dan masakan akan tersedia di meja.."


"Baiklah.."


Aku tidak ingin berdebat lagi, karena percuma saja aku tak akan menang melawannya.


"Setelah makan tolong antar aku pulang.."


"Pulang kemana..?"


"Hah.. pulang kerumah lah.."jawabku kesal.


"Mulai sekarang tinggalah disini.."


"Aku gak mau.."jawabku lagi.


"Kenapa..?"


"Loh..malah tanya kenapa..aneh"


"Kamu yang aneh..."jawabnya santai.


"Helooo..aku hanya mengiyakan untuk berkencan.. bukan untuk tinggal bersama tanpa status pernikahan.."


"Sekarang ini rumahmu..aku yang akan pindah.."


Aku tersedak karena mendengar ucapannya. Bisa-bisanya orang ini mengambil semua kebebasanku untuk berpikir.


"Cukup aku saja... orang yang kamu datangi saat kamu menginginkan segalanya.."


Aku semakin mempercepat kunyahanku karena kesal dengan sikap pria kulkas di sampingku ini.


"Dasar rakus..."


"Bodo amat.."sahutku semakin kesal.

__ADS_1


__ADS_2