
Panji mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Sarah. Berkali-kali dia memaki pengendara lainnya karena kesal.
"Ada apa denganmu sayang.."lirihnya.
Setelah sampai di depan lobi hotel, dia pun segera turun tanpa memperdulikan teriakan seorang security karena mobilnya terparkir begitu saja.
Dia berlari kesana-kemari mencari keberadaan Sarah tapi nihil. Wanita cantik itu tak terlihat dimanapun.
"Permisi mbak.. apakah tadi anda melihat perempuan berkemeja maroon di sekitar sini..?"
"Iya mas... beliau pingsan dan baru saja dibawa pergi oleh seseorang ke rumah sakit"
Tanpa mengucapkan terimakasih Panji segera berlari kembali menuju mobilnya. Dia segera melajukan mobilnya ke arah rumah sakit terdekat dari hotel tersebut.
Setelah sampai di rumah sakit dia pun segera memarkir mobilnya.
Dia tak henti berdoa supaya orang yang dicintainya baik-baik saja.
"Tolong.. bertahan lah.."ucapnya
Setelah bertanya pada seorang perawat dia pun segera menuju UGD untuk mencari keberadaan Sarah. Dengan sangat hati-hati dia mencari di setiap tempat tidur yang berada disana.
__ADS_1
Panji melihat di ujung UGD seorang pria sedang menggenggam tangan gadis yang dicarinya. Tanpa berpikir panjang dia segera menarik tangan pria itu sampai terhuyung ke belakang.
Buggggghhhh
Bertubi-tubi Panji melayangkan tinju pada pria jangkung itu. Para dokter dan perawat yang berada disana segera melerai keduanya dan memarahi mereka. Karena melakukan sesuatu yang tidak pantas dilakukan di rumah sakit.
Keduanya di paksa keluar dari UGD tanpa perlawanan. Diluar ruangan Panji yang masih merasa kesal berulang kali meninju dinding rumah sakit.
"Apa yang kamu lakukan pada Sarah..?"
Dimas diam saja tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dia mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya.
"Yang harusnya diberi pertanyaan itu kamu.."
"Apa yang sudah kamu lakukan pada gadis ceria itu, sehingga dia menjadi sosok seperti sekarang ini.."
"Berhenti memutar balikkan fakta.. dan aku harap kamu tidak muncul lagi di hadapanku.."
"Bapak Panji yang terhormat berhentilah memaksa Sarah untuk tetap bersama anda.. karena dia merasa tertekan"
"KAU..."
__ADS_1
Panji terpaksa tidak meneruskan ucapannya saat melihat Sarah berdiri didepan pintu sambil memijit pelipisnya.
"Sayang..."
Sarah memeluk tubuh pria itu tanpa menyadari apa yang telah terjadi. Dimas yang melihat pemandangan itu segera berlalu dari hadapan keduanya tanpa berpamitan terlebih dahulu. Dia merasa kesal karena Sarah lebih memilih memeluk Panji daripada dirinya.
"Ada apa sayang..?"
"Aku gak tau tiba-tiba kepalaku pusing.."
"Tunggulah sebentar..aku akan membereskan administrasi terlebih dahulu. Setelah itu kita pulang.."
Sarah mengikuti perintah panji dan segera duduk di kursi tunggu. Panji kesal karena ternyata semua tagihan sudah di bayarkan oleh Dimas.
"Dia pikir dia siapa.."ucapnya geram.
Panji dan Sarah meninggalkan rumah sakit tanpa membicarakan apapun. Didalam mobil Sarah kembali tertidur pulas mungkin karena efek obat yang masih ada di tubuhnya.
Pria itu tidak segera membawa gadis itu kerumahnya. Dia memarkir mobilnya di pinggir taman yang masih sepi karena hari masih pagi.
Gadis itu tidur begitu pulasnya sampai dia tak tahu ada seorang pria yang sedang memperhatikan wajahnya dan sangat takut kehilangannya.
__ADS_1
"Ada apa Sarah..? apakah kamu benar-benar tidak bahagia bersamaku..?"
Dengan lembut tangan pria itu mengelus pucuk kepala Sarah. Tiba-tiba ingatannya kembali pada saat dimana seorang gadis yang pernah bersamanya pergi begitu saja tanpa mengucapkan selamat tinggal...