
Aku mengemasi beberapa lembar baju kedalam tas untuk kubawa pulang. Aku sudah mengantongi ijin dari kantor untuk cuti selama beberapa hari. Karena cuti tahunanku tidak pernah kupakai. Kali ini aku harus pulang karena hatiku tidak tenang setelah mendengar cerita dari tante Tiara.
Tak ada orang yang tahu kepulanganku termasuk bos besarku. Karena aku tak mengatakan apapun saat bertemu dengannya saat makan malam kemarin.
Mobil yang membawaku ke kampung halaman sudah berhenti dua kali untuk istirahat dan makan. Sedangkan aku sama sekali tidak bernafsu untuk melakukan apapun. Aku hanya duduk di mobil sembari mendengarkan musik yang di putar.
Setelah menempuh perjalanan hampir sepuluh jam akupun sampai di pinggiran desa. Aku segera turun dan memanggil ojek yang sedang mangkal di sana.
Setelah kurang lebih dua puluh menit akhirnya aku sampai di rumah kami. Rumah masa kecilku tempat aku dan adik-adikku tumbuh dan berkembang. Tapi aku termangu karena rumah kami yang sederhana sudah berubah menjadi rumah yang sangat mewah walaupun belum selesai seratus persen tapi rumah itu betul-betul berubah.
"Kakak..."
Aku menoleh dan melihat Tora sudah berdiri di belakangku. Dia segera memelukku dengan sangat erat.
"Apa kabar kak...?"
Aku mengusap punggung adik lelakiku itu. Dua tahun tak pernah bertemu badannya semakin kurus saja.
"Ayo masuk kak..."
__ADS_1
Tora menggandeng tanganku untuk masuk kedalam rumah yang kini berlantaikan marmer hitam yang sangat cantik.
"Bu....kakak pulang bu.."
Tidak lama muncul ibu dan Sasha, keduanya nampak terkejut karena melihatku pulang tanpa memberikan kabar.
"Ngapain kamu pu..."
"Sasha..."teriak ibu.
Ucapan Sasha menggantung begitu saja di udara. Ibu memelukku dan beliau juga meminta Sasha untuk melakukan hal yang sama.
"Ada apa... kenapa kamu tiba-tiba pulang..?"
Ibu melirik sekilas pada Sasha dan hanya tersenyum padaku.
"Lain kali kamu gak usah pulang karena kami disini baik-baik saja.."
"Bu...ibu bisa merenovasi rumah..ibu dapat uang darimana..?"
__ADS_1
"Lebih baik kamu istirahat dulu.. nanti saja ngobrolnya kamu pasti capek.."
Ibu meminta Tora mengantarkan aku ke salah satu kamar dirumah ini. Aku yang tidak mendapatkan jawaban hanya bisa menghela nafas panjang dan berusaha untuk tidak bertanya apapun lagi.
______________________________
Ditempat yang berbeda Panji Gumilang sedang mengotak-atik ponselnya. Karena sedari tadi gadis yang disukainya tidak membalas pesan darinya. Bahkan nomornya pun tidak aktif. Panji gelisah dia berkali-kali mengecek ke kursi karyawan tapi Sarah tidak ada disana.
Sebagai seorang atasan,Panji memang tidak pernah memperlakukan Sarah berbeda ketika di kantor. Karena dia tahu Sarah tidak menyukai itu. Beberapa orang yang sudah mengetahui kedekatan mereka hanya saling melempar senyum saat Panji bolak-balik ke pantry. Mereka tahu bos mereka bukan benar-benar ingin ke pantry tapi ada maksud lain.
Karena sudah tak tahan Panji akhirnya menanyakan kepada Agung sang Hrd di kantor mereka. Agung hanya menjawab bahwa Sarah mengajukan cuti beberapa hari.
Panji kesal karena dia tidak mengetahui apapun. Padahal mereka setiap malam bertemu untuk makan malam.
(Kamu dimana??)
(Cepet balas pesanku kalau ponselmu sudah aktif)
(Jangan sampai aku kekantor polisi untuk melaporkan orang hilang)
__ADS_1
Pesan hanya centang satu tak berubah sama sekali. Panji benar-benar kesal pada gadis manis itu.
"Awas kalau ketemu..kubuat kamu tetap disisiku.."ucapnya geram.