
Aaaa. Aaaaaaa. Aaa
" apa yang kamu lakuin Dish??
Aku terbangun karena Gladis tiba tiba ada di belakang memeluku. Gladis terbangun dan duduk masih di bawah pengaruh alkohol, kemeja putih yang ia pakai hanya menyisakan dua kancing di bawah yang masih menopang kedua gunungnya.
" apa Purba??? Ayo cepet tidur lagi, ini masih malam"
" ayo sini aku peluk lagi
Gladis setengah tersadar seperti orang ngigau. Ke imananku di uji kembali ketika Gladis berdiri dan berjalan menuju toilet, Gladis hanya memakai CD dan Bra dibalut dengan kemeja putih yang kini hanya menyisakan satu kancing dari bawah. Dia berjalan lengak lengok sempoyongan dan hampir menabrak lemari.
Aku tidak berbuat apa apa, aku takut ketika bertindak Gladis tersadar. Aku tak mau cari masalah, lebih baik aku melihat dan memperhatikannya. Sesekali aku vidio senagai bukti. Terdengar gladis sedang mencuci muka dan menggosok gigi, aku segera membereskan kursi dan tempat tidur Gladis, tak lupa aku buang minuman alkohol yang masih tersisa di kaleng calpico.
Gladis keluar dari kamar mandi dan menghampiriku.
" ini jam berapa Purba??
" baru jam 03.00 wib Dish.
" emang kenapa gtu.
Gladis tertidur kembali di kursi yang aku tempati dengan posisi nungging. Malam ini terasa berat bagiku tuhan.
Karna masih ngantuk, aku berinisiatif membopong dan memindahkah Gladis ke tempat tidurnya. Aku pandang wajahnya Gladis dalam dalam, dasar orang cantik! Dalam keadaan tidur dan belum mandipun masih kelihatan cantik.
Ingin rasanya aku memanfaatkan kesempatan ini dengan mencium kening Gladis, namun rasa takut ketahuan mencegahku. Akhinya ku selimuti Gladis, dan kesempatan emas pun aku lewatkan, kemudian akupun tidur.
" purba.. purba.. Bangun purba
Dengan masih ngantuk berat, aku berusaha membuka mata.
" ini jam berapa Dish??
" ini baru jam 04.30 Wib
Tercium wangi farpum Bacarat di setengah ke sadaranku, terlihat Gladis sedang berdandan. Aku pura pura tertidur dengan manarik selimut sampai menutupi semua tubuhku, kecuali bagian muka untuk mengintip.
__ADS_1
Terlihat Gladis sudah memakai kaos putih pendek dan jenas biru navy. Rambutnya yang panjang sedang ia catok di atas tempat tidur. Di terlihat cool dengan dandanan yang tidak berlebih.
" ayo purba cepet mandi, mau ikut gak?
" maaf aku bohong.. Sekarang itu pukul 08.00 purba ahahahaha
" astaghfirullaah kamu tu yaaah
Aku bangun dan loncat dari kursi, aku segera ke kamar mandi. Aku duduk di atas closet untuk menyetorkan proses pizza dan nasi semalam. Aku merasa ada yang aneh ketika membersihkan kepala burungku, setelah aku coba urut ternyata, ternyata burungku mengeluarkan lendir. Akhirnya aku putuskan untuk mandi besar.
Aku segera keluar dari kamar mandi untuk melaksanakan sholat subuh.
" kamu sbolat subuh jam segini Purba?? Emang bisa yaa,
" bisa dong,, ini ada alasanya Dish, dan bukan disengaja"
" ohh iaa Dish kamu punya kacamata hitam gak??
" kacamata hitam?? Buat apa Purba?? Sambil memberikan kacamata hitam mirip Syahrini
Akupun segera memakai kacamata teesebut dan siap siap untuk sholat.
" ia Dish, aku kan kesiangan! Jd aku lutiska memakai kacamata hitam biar terlihat seperti masih subuh""
" gila loe yaaa.. Ada ada aja ahahahahah
" cepet sholat gih.
**********
Ini hari minggu, Gladis bilang setiap hari minggu jam 09.00 dia selalu Briefing semua karyawan atau terapisnya. Di samping memberi arahan, masukan dan menerima keluhan dari karyawan atau pasiennya, tak lupa Gladis memberikan door prize untuk karyawan atas kinerja dan penilaian dari pasien atau pengunjung Salon & Spa nya. Door prize akan diberikan setiap ahir bulan berbarengan dengan pembagian gaji.
Sesudah selesai memberikan Briefing, Gladis mengajaku ku Pulau Peucang yang berlokasi di Ujung Kulon Banteun. Bukan tanpa alasan Gladis mengajaku kesana, dia juga baru tau dari Cleo dan Klara tentang tempat tersebut yang sangat indah, sehingga membuat Gladis penasaran.
Aku coba searching, ternyata Ujung Kulon ditetapkan sebagai taman nasional, tentu saja areanya sangat luas dan tidak dihuni oleh masyarakat umum. Alam yang indah berkembang secara alamiah tanpa campur tangan manusia sehingga memiliki daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan yang tertarik dan ingin melihat keindahan taman Ujung Kulon secara langsung. Termasuk Gladis dan aku.
Menurut kabar, Ujung Kulon Banten adalah tempat wisata yang bisa membuat aku dan Gladis merasa jadi explorer sejati. Disana banyak sekali aktivitas yang bisa dilakukan. Aku dan Gladis bisa snorkeling, tracking, canoeing, jelajah pulau, jelajah laut, dan melihat keindahan alam di Ujung Kulon. Surga terpencil wisata Pulau Peucang juga sangat menjadi incaran banyak wisatawan, termasuk aku dan Gladis.
__ADS_1
Menurut sebagian orang yang sudah kesana, Wisata alam Pulau Peucang sangat menarik dan membuat orang yang mengunjunginya merasa candu. Pulau ini dikelilingi oleh hamparan pasir putih di pinggir pantai, air biru yang jernih, dan terumbu karang cantik mempesona.
" sekarang kita langsung berangkat yaa Purba
" baik Dish, aku beresin baju dulu yaa
" gak usah purba.. Nanti kita beli aja disana.
Aku dan Gladis segera berangkat. Dari jakarta ke Ujung kulon menempuh jarak kurang lebih 2- 3 jam kalau tidak macet. Di sepanjang perjalanan aku membahas kelakuan Gladis yang semalam yang mabuk.
" aahh kamu bohong purba!!
" seriis Dish, semalam bicara sendiri seperti orang gila"
" aku kira kamu belum tidur, pantas saja tak ada jawaban, ketika aku cek kamu sudah tidur,, ngorok lagi ahahah
" maaf ya purba, semalam aku minum! Pasti aku merepotkanmu yaa.!!
" gak apa apa Dish, santai aja kali!! Dengan perasaan yang sebenarnya sangat senang.
Tak terasa perjalanan kami sudah mau sampai di tempat tujuan. Gladis memberhentikan mobil di mini market, Gladis membeli beberapa keperluan seperti, Roti tawar bersama susu dan messes nya, pop mie, serta beberapa makanan berst dan ringan lainnya,, Gladis pun membeli banyak minuman kaleng bersoda untuk persediaan disana, tak lupa Gladis membelikan rorok kesukaanku.
Kami pun melanjutkan perjalanan untuk mencari penginapan. Bangunan di Pulau Peucang memang tidak banyak. Hal ini bermaksud agar tetap menjaga unsur alam yang ada di sana. Penginapan di Pulau Peucang hanya berbentuk rumah panggung sederhana yang bisa menampung para wisatawan yang datang berkunjung.
Karena pulau ini tak berpenghuni, maka tidak ada warung besar disana ataupun rumah warga. Nuansa yang masih asri sangat pas jika memasak makanan saat berlibur disana. Terkadang banyak hewan liar yang berlalu lalang di depan penginapan.
Akhirnya Gladis memutuskan untuk menyewa rumah panggung untuk tiga hari kedepan.
"gak salah dish, kita disini mau 3 hari"
" aku mau telusuri semua keindahan di tempat ini purba.
" ayo cepet turun dan bersegera beres beres.
" aku ingin cepet cepet berenang nich purba
Akupun segera turun dan menurunkan semua barang perbekalan. Aku membawa masuk dan membereskan semua perbekalan, sedangkan Gladis pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Astaghfirullaaah...