Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 70 # surprise


__ADS_3

Setibanya di rumah. Waktu menunjukkan pukul 13.00.


Aku berjalan menuju gang rumahku sambil menggendong tas dan menenteng koper. Terlihat ibu sedang belanja di warung super Ghibah bersama tatangga yang lain.


" purbaaaaa! teriak salah satu tetanggaku yang menyebalkan"


" sekarang loe beda yaaa jarang di rumah!! Jadi orang kota bukan orang desa lagi"


" gadis seksinya gak di bawa pur?"


Aku tak menjawab pertanyaannya, aku hanya menoleh dan tersenyum.


" Purba!!"


" kamu gak bilang mau pulang nak" ucap ibu sambil membawa barang yang sudah di belinya"


" ia.. Sengaja Purba gak ngasih tau ibu"


Aku dan ibu berjalan menuju rumah! Terlihat para tetangga memperhatikan aku dari bawah sampai ke atas sambil berbisik bisik.


Ingin rasanya aku melempar koper yang ku tenteng ke muka mereka.


Akhirnya aku sampai di rumah. Terlihat adik bungsuku sedang main playstation!


" hey anak kecil!! Sedang apa kau " ucapku menirukan polisi ladusing di film Sipa"


" kakakkkk" ucap abim berlari ke arahku"


" mana oleh olehnya kak??"


Aku segera memberikan buah tangan dari jogja ke pada adik bungsuku, dan juga ibu. Mereka terlihat senang menerima oleh oleh dariku.


" bu ini uang buat ibu" ucapku sambil mengasihkan amplop coklat ke ibu"


" Makasih nak!!"


" Tapi ibu gak bisa menerimanya! Kamu kumpulin aja buat bekal nikah kamu ya! Ucap ibu membalikkan amplop"


Aku aneh tak seperti biasanya ibu seperti ini, biasanya ibu suka menerima pemberianmu. Tapi kali ini enggak!! apa ibu sudah tau dari Gladis bahwa aku akan segera menikah??".


" kenapa kamu bengong nak??"


" kamu aneh yaa ibu tak menerima pemberianmu?"


" ibu sekarang mengkreditkan barang nak, uang sisa dari Gladis dan Vio ibu pergunakan dengan baik"


" ibu gak mau jadi beban kamu terus nak"


" ibu senang, kamu udah punya kerja.. Adik adik kamu juga udah mandiri"


" tinggal adik kamu yang bungsu belum sempat ibu dan alm ayahmu bahagian"


" ibu titip si bungsu ya nak?" ucap ibu sambil menangis mengelus ngelus kapalaku"


" baik bu, kalo itu mau ibu!"


" tp kalo ibu ada perlu atau kekurangan, ibu bilang yaa "


" baik nak!!"


" ohh iaa bu..."


" aku mau nikah sama Gladis bu! Ucapku memotong pembicaraan ibu"

__ADS_1


" alhamdulillaah!!"


" kamu serius nak?? Ucap ibu sambil memegang kedua pipiku"


" ibu seneng dengarnya!!"


" kapan nak kalian mau menikah??"


" gak tau bu"


" tergantung Gladis bu"


Ibu terlihat sangat bahagia mendengar kabar aku mau segera menikah. Ibu juga tak keberatan tentang pernikahan aku dan Gladis hanya akan di hadiri keluarga besar dari pihak aku dan Gladis.


Ibu malahan sangat malu dengan keadaanku keluarga kecil kami yang akan meminang Gladis. Namun aku menjelaskan yang Gladis bicarakan kepadaku. Ibu sangat senang dan bersyukur, ibu bangga kepada Gladis yang tak malu akan di pinang lelaki yang belum mapan sepertiku.


Aku juga memberi tahu ibu, belum genap sebulan aku dikasih upah 20.000.000.


" dari dulu ibu udah yakin sama Gladis nak! Dia begitu cinta dan sayang kepadamu dengan tulus "


" dia juga menyayangi ibu dan adik adikmu"


" ohh ia nak.. Ibu juga sering d Tf, ibu udah larang! Tapi Gladis memaksa, katanya buat si bungsu"


Aku tak mengira Gladis begitu peduli bukan hanya kepadaku, bahkan di belakangku Gladis membantu ekonomi keluargaku.


**********


Waktu menunjukan pukul 20.00. Aku dan ibu di jemput Gladis untuk menemui mamahnya Gladis di Food Court Mall Paris Van Java.


Sesampainya disana ibu di gandeng Gladis berjalan menuju Food Court. Aku mengikuti mereka dari belakang! Tak terasa air mataku menetes melihat perlakuan Gladis kepada ibuku yang sangat baik.


Sesampainya di food Court. Terlihat mamahnya Gladis sudah menunggu dengan asisten rumah tangganya.


" ehh ibu! Ucap mamahnya Gladis kepada ibuku"


" ehh ia " jawab ibu malu malu"


Ibu dan mamahnya Gladis berbincang bincang untuk mencairkan suasana. Mereka saling memuji satu sama lain.


Aku dan Gladis pindah ke meja dan kursi sebelah mereka.


Gladis memesan makanan khas Sunda, Gladis bilang dia sudah lama tidak menikmati jengkol dan ikan asin kesukaan mamahnya juga.


" ohh ia Dish.. Kamu udah bilang ke mamah kamu tentang pernikahan kita"


" udah donk" ucap Gladis dengan senyum manja"


" mamah antusias banget"


" tau gak, seluruh keluarga mamah menentang pernikahan kita yang hanya akan dihadiri keluarga doank"


" jadi?"


" semua keluarga mamah akan menanggung pesta pernikahan kita Purba"


" jadi pernikahan kita mau undang undang gtu?"


" ia " katanya pesta pantai Purba"


" aku udah bilang sama mereka"


" Tapi yaa udah, itu bentuk kasih sayang mereka sama aku dan kamu"

__ADS_1


" Kamu bilang keadaan aku yang sebenarnya gak Dish"


" ia... Mereka tak mempermasalahkannya"


" mereka malah bangga terhadapku"


" aku malu Dish"


" ingat Purba"


" kita ikuti alur oke"


" jangan lihat mereka!! Kamu lihat aku aja"


Gladis menyampaikan kepadaku bahwa pernikahan akan dilaksanakan satu bulan lagi. Gladis juga mengatakan uang yang ia Transfer 500.000.000 kemarin kepadaku untuk bisnis cabang usahanya, dia menyuruhku untuk di pergunakan sesuai kebutuhan pernikahan kami.


Gladis bilang, semua keluarga Gladis memberi dia uang! Gladis juga memberikan bukti transferannya kepadaku.


" Apa ini gak berlebihan Dish??" ucapku tertunduk malu"


" kebahagiaanku tak sebanding dengan uang yang aku berikan kepadamu Purba "


" ibarat kata, kalau secara kasarnya "


" uang itu juga nanti milik aku Purba" ucap Gladis sambil menangis memeluku.


" heyyy hey hey ini tempat umum cantik" ucap ibuku"


" maklum bu,, mereka lagi kasmaran" ucap mamahnya gladis"


Kami semua tertawa bersama...


********


Sesampainya di rumah.


" nak... Ibu kaget waktu mamahnya Gladis membicarakan pesta pernikahan kalian!"


" ibu kira mau keluarga doang sesuai yang kamu omongin "


" ternyata "


" ia bu.. Sama Purba juga gak menyangka bakal.seperti ini"


" aku malu bu"


" itu rezeki kalian nak"


********


Aku menatap dinding langit langit kamarku. Aku malu sama tuhanku atas apa yang selama ini aku lakukan bersama Gladis. Aku sering mencoblos sebelum waktunya.


Namun Allaah menutupi aib kami, malah kami di beri banyak kejutan di saat aku dan Gladis mempunyai niat untuk menjadi lebih baik lagi. "Terima kasih yaa Allaah" " maafkan aku selama ini ".


Aku segera menuju kamar mandi untuk mandi taubat.


Sekeluarnya dari kamar mandi, aku hamparan sajadah untuk solat taubat. Aku memakai gamis peninggalan alm ayahku. Aku bercermin, tak terasa air mataku menetes melihat aku berdandan seperti Syeh Ali Jaber.


Aku segera menempati sajadahku, tak lupa akau mempersiapkan Tasbih untuku berdzikir.


" Usholi sunnatan taubat rok ataini mustaqbilal kiblati adaan illaahi taaala"


" niat aku sholat taubat dua rakaat"

__ADS_1


" menghadap kiblat karena Allaah taaala "


" Allaah Akbar "


__ADS_2