Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 59 # Purba error Gegana


__ADS_3

" alhamdulillah aku baik "


" yaa nanti siang aku transfer yaa bu "


Aku tutup telpon dari ibu. Aku harus bilang apa ke Gladis?? Kerja belum, di tambah Ruko lagi sepi.


" Purba.... Besok aku mau berangkat ke Jogja"


" kamu mau ikut gak??


" jogja?? Mau dong, aku ikut !


" tapi..."


" tapi apa?? Ngomong aja "


" ibu aku perlu uang Dish!!"


" kirain apa!!" ucap Gladis dengan semangat "


" udah aku Transfer ya " sambil memperlihatkan bukti Transferan


**********'


Hari ini Ruko ramai kembali setelah hampir 4 hari tak ada pasien dan costumer. Terlihat para karyawan Gladis bersemangat kembali tak seperti hari kemarin, dimana kami sibuk dengan sihir.


" aku senang banget hari ini Purba "


" semoga kedepannya tidak ada hal seperti kemarin lagi" ucap Gladis


" ohh ia kamu mau kemana?? Udah cantik begini!!"


" ohh ia aku hampir lupa"


" aku sekarang ada meeting dulu bareng Viona di mall !"


" ikut yuu??"


" Viona??


" udah jangan bahas lagi yaa!


" aku gak mau hubungan aku dan Viona rusak "


" baik dish"


" tapi aku kan mau nangani pasien, aku disini niatnya kan kerja"


" siapa bilang??"


" lagian aku bukan mau ngasih kerjaan sebagai terapis"


" terus??"


" aku mau kamu jadi bodyguard sekaligus sopir aku!!"


" gak apa apa kan??


" tapi...."


" upahnya 10juta bersih"


" udah jangan bahas lagi yaa"


Aku dan Gladis pergi untuk menemui Viona. Selama di perjalanan Gladis membahas tentang kejadian hari kemarin. Dia mengatakan di Grup WhatsApp nya lagi rame membahas Cleo dan Clara masuk rumah sakit karena penyakit aneh.


" mungkin akibat dari pertarungan kita di dimensi lain kemarin kayanya" ucap Gladis

__ADS_1


" udah jangan bahas itu lagi Dish"


" kita tutup perkara aja, anggap aja kejadian kemarin itu tidak pernah ada"


***********


Aku berjalan melalui eskalator bersama Gladis, terlihat suasana ramai sekali karena hari ini tanggal merah. Aku dan Gladis melewati beberapa toko pakaian dan perhiasan.


Akhirnya kami sampai di area food court, dimana Gladis dan Viona mengadakan pertemuan.


" haii Vio.. Maaf yaa membuatmu lama menunggu!! Ucap Gladis "


" gak apa apa kok!! Aku juga sama baru datang" sahut Vio.


Gladis dan Vio cipika cipiki! Dia melihat kearahku sambil tersenyum menggoda, Gladis pun melihat pemandangan tersebut.


" Hai Purba.... Sudah lama kita tak jumpa " sambil menjabat tanganku, dengan menggerakngerakan ibu jarinya memberi kode"


" haii juga Vio "


Gladis dan Vio seperti sedang berlomba menjadi Miss Univers di hadapanku. Gladis cantik dengan kemeja putih panjang dan rok pendek hitamnya, sedangkan Vio cantik dengan kemeja hitam panjang dan hotpant putihnya.


Berada di dekat mereka jadi aku yang mu, karena Gladis dan Vio menjadi pusat perhatian karena dandanannya. Ada satu momen yang membuatku tertawa, dimana pasangan abegeh cowo di jewer telinganya oleh pasangannya karena melihat toge pasar milik Gladis dan Vio.


" Tuh gara gara kalian, kasian tuh cowoknya " ucapku


" salah sendiri, siapa suruh jelalatan" ucap Vio


" ohh ia kalian mau pesan apa""


" emhhh.. Aku mau pasta chestnut sama choco milk" ucap gladis


" kamu Purba ?? Tanya Vio


" aku samain aja sama Gladis"


Gladis dan Vio membahas tentang pemotretan di jogja, mereka juga membahas pemasukan yang akan mereka kantongi. Disela sela perbincangan mereka, aku dan Audi saling berbalas chat. Audi bilang dia sangar rindu dan ingin bertemu.


" aku ke toilet dulu ya " ucap Gladis


" baik dish ucapku"


Setelah Gladis pergi..


" Purbaa kamu ada waktu ga ?? Tanya Vio sambil menggertak gerakan kakinya di kakiku


" 10 juta untuk dua kali main"


aku hanya tersenyum kecil.


" masih kurang??"


Aku menggeleng gelengkan kepala tanpa bersuara.


" 20 juta untuk sehari semalam " ucap Vio


" deal ucapku "


Vio segera mengatur jadwal untuk untuk adegan pengencrotan tersebut! dia bilang, nanti di jogja bakal ada dua hari Gladis akan sibuk.


" nah waktu itu kita manfaatkan yaa " ucap Vio dengan semangat


Aku akan merencanakan sesuatu untuk Vio, aku juga tak akan memberi tau Gladis apa yang akan aku rencanakan.


Tak lama berselang Gladis datang bersamaan dengan makanan yang kami pesa! Kami bertiga makan sambil berbincang bincang, terlihat Vio memperhatikan Gladis seperti tidak tulus. Benar kata Cleo dan Clara, orang orang di sekitar Gladis hanya numpang tenar dan numpang perut.


" aku ke toilet dulu yaa ! Ucapku

__ADS_1


Aku sengaja merekam dan menaruh hp ku di meja dengan keadaan terbalik, aku ingin tau apa yang mereka bicarakan ketika aku tidak ada disana.


Didalam toilet aku duduk di atas closet! Aku memikirkan tentang tawaran 20.000.000 dari Vio, aku sangat membutuhkan uang itu. Aku tak mau hidupku terus miskin.


Disisi lain aku takut dengan kejadian waktu di Ruqyah. Aku dilema, aku butuh uang tapi takut dosa juga.


Maklum di Usiaku yang baru beranjak dewasa ini, hasrat dan keinginan masih menggebuk gebu dan belum stabil. Makanya kadang taat seperti kadang berontak.


Apa aku harus menuruti omongan p.ustad?? Aku nikah dengan Gladis, terus aku juga nikahin Audi, sekalian juga aku nikahin Vio!! Pikiranku mulai eror.


" Tuh Purba " ucap Vio


" ada apa ? Ucapku.


" abisin dulu makanannya sayang, sekarang kita pulang" ucap Gladis"


" pulang??"


" ia, kita harus siap siap dulu"


" besok kita berangkat"


" "aku harus Briefing dulu semua karyawankun sebelum pergi .


**********


Di perjalanan menuju Ruko, ku pasang handsfre di kedua telingaku! Aku mau tau apa yang di bicarakan Gladis dan Vio.


" kamu kenapa psan handsfre Purba ??" Tanya Gladis"


" enggak dish."


" cuma pengen denger Mp3 aja"


" "hmmm mmm.. Terserah Kmu aja "


Aku kaget dengan apa yang aku dengar, Gladis bilang dia ingin segera menikah denganku dalam waktu dekat ini. Namun Vio melarang demi karir dia.


Gladis dan Vio saling adu argumen. Gladis siap kehilangan pekerjaannya demi nikah denganku, sedangkan Vio melarang Gladis , karena Gladis sumber penghasilannya.


Aku perhatikan Gladis terlihat tenang sambil mengemudi. Entah kenapa denganku hari ini, aku merasa tidak peduli dengan Gladis, Audi atau keluargaku.


Aku merasa terbebani dengan semuanya, aku juga berhak hidup bahagia tanpa harus di atur dan mengatur. Pikiranku sekarang hanya uang uang uang dan uang.


Ada apa dengan diriku yaa tuhaaaaan??


*********


Setiba di Ruko. Terlihat parkiran penuh oleh costumer dan pasien, aku masuk kedalam melewati mereka dengan perasaan gegana ( gelisah galau merana ).


Aku segera berbaring di kursi, aku berusaha mengontrol diriku.


Aku memandang langit langit, nafasku berat dan sesak karena menahan keingin dan ekspektasiku sendiri. Tak peduli omongan ustad satu siapa, intinya aku berhak bahagia dan ingin bahagia.


" kamu kenapa Purba "


" kamu tak seperti biasanya??"


" hmmm mm"


" aku salah yaaa?? Maafin aku kalo ada salah"


" enggak"


" kamu kenapa sih tiba tiba nyebelin, setelah bertemu Vio??"


Jangan jangan

__ADS_1


__ADS_2