Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 86 # pantai Perancis


__ADS_3

Sejenak aku termenung memainkan sendok dengan tatapan mata kosong ke arah jendela.


" hari ini kita kemana yaa sayang? "


" sayang..... "


" Hallo ooo sayang "


" Purbaaaaaaaaaaa. " teriak Gladis sambil menepuk bahuku.


" apa Dish " ucapku sambil plang plongo.


" Kamu mikirin apa sich?? " tanya Gladis dengan nada agak tinggi dengan muka mesem.


" gak tau Dish! Tiba tiba aku ingat ibu dan adiku. "


" tak seperti biasanya mereka tak mengabari aku. "


" Mungkin mereka tau kita sedang bukan madu dan tak mau mengganggu kita sayang. "


" Semoga mereka baik saja. "


Aku dan Gladis meneruskan makan sampai habis.


" Sekarang kita kemana yaa?? Tanyaku sambil membersihkan sisa makanan dengan tusuk gigi.


" Kita mantai atau Shopping aja kali yaa! " jawab Gladis.


" mantai aja yaa Dish? "


******


Setibanya di pantai terindah Saint Clair.


Pantai yang berada di Lavandou ini selalu ramai diikunjungi saat musim panas karena menawarkan pemandangan yang sangat indah.


Pantai ini dihiasi dengan perpaduan pohon palem dan pasir putih yang bersih. Tak hanya itu, air laut disini juga sangat bersih dan jernih, terlebih lagi saat matahari terbenam yang memantulkan cahaya yang sangat indah disini.


Aku dan Gladis tak hanya bisa berjalan-jalan di tepi pantainya atau sekedar bersantai di pinggir pantai, tapi aku dan Gladis juga bisa melakukan ragam aktivitas seru di pantai ini. Seperti bermain voli pantai, menyewa perahu kayuh hingga scuba diving.


" masya Allaah banget yaa Dish! " ucapku takjub dengan suasana pantai yang sejuk sambil melihat sunset.


" ia a. Baru kali ini aku merasakan pantai yang sejuk. Biasanya suka gerah. " jawab Gladis sambil memainkan air yang jernih.


" Kau jadi ingat pantai ujung genteng Dish. Cuman bedanya d ujung genteng pasirnya kasar dan mirip beras. Sedangkan disini pasirnya lembut berwarna coklat. "


" emmhhh sayang.. Gimana kalo kita naik perahu? Kita kayuh berdua aja, kebetulan airnya tenang. " ucap Gladis mengajak.

__ADS_1


" gak ahh.. Ini sudah mau maghrib. Takut kenapa kenapa! Besok aja yaa pagi pagi? Jawabku menghindari hal hal yang tidak di inginkan.


Aku dan Gladis berjalan di pesisir pantai sambil bergandengan tangan. Terlihat para turis asing dan mancanegara sedang menikmati sore itu. Ada yang bermain volly, yang menyaksikan sunset sambil duduk dan tiduran, serta ada pula yang bermain pasir membuat istana dan menjebak teman temannya supaya masuk perangkap prank.


Seperti biasa Gladis mengeluarkan handphone canggihnya. Dia memintaku untuk mengabdikan momen dengan merekam dan memotretnya.


Gladis memainkan jari jemarinya sehingga membentuk hurup C. Aku potret Gladis bersama matahari yang sudah berfose dengan jari jemarinya, sehingga Gladis terlihat mau memakan matahari.


Pandanganku tertuju pada turis wanita Jepang yang sedang berbincang bincang dengan teman wanitanya. Terdengar suara mereka mengingatkanku pada sosok pemersatu bangsa Miyabi.


" hayohhhh kamu lihat dan merhatiin apa?? Tanya Gladis yang melihatku senyam senyum memperhatikan ke dua turis Jepang.


" aku jadu ingat Miyabi kalo melihat dan mendengar wanita Jepang berbicara. Suara ******* nya itu loh hahahah. "


" ahh ahhh ahhhh " ucap Gladis menurunkan suara Miyabi.


" tuh kamu contoh kakek sugiono juga sayang. Ternyata jadi kaya, sukses dan terkenal itu gak harus pake pakaian yang rapih dan mahal. "


" kakek sugiono bisa sukses mencapai puncak dengan cara tidak berpakaian. " sambung Gladis sambil tertawa terbahak bahak.


" hahahaha... Bener juga Dish. "


" jadikan hobi menjadi penghasil uang. Boleh gak aku ikut kerja kakek sugiono? Tanyaku sambil senyum jahat.


" boleh saja. Boleh banget malahan. "


" ihhh amit amit... Udah ahh jangan bahas yang gituan. "


Aku dan Gladis duduk di kursi berpayung menghadap sunset di temani es cream dan kelapa muda khas Perancis.


" kalo di Indonesia sepanjang jalan di dominasi tukang goreng gorengan yaa dish? " ucapku sambil menjilati es krim.


" hahahaha... Kamu tuh selalu ada topik yang di bicarakan. " jawab Gladis sambil mencubit pipiku yang mulai cabi.


" dish kalo kita buka usaha reflexologi di sini gimana? Dari kemarin ko aku belum sempat lihat tempat relaxsasi ya? " tanyaku sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


Tiba tiba Gladis menghampiri pasangan bule asing yang berada di sampingnya. Dia berbincang bincang sambil menatap ke arahku. Entah apa yang mereka bicarakan, namun dari gestur wanita bule yang sedang bicara dengan Gladis, sepertinya Gladis sedang membicarakan ke ahlian dan keterampilanku.


" sayang sini! "Ucap Gladis yang sedang mengobrol dengan pasangan bule.


Aku segera menghampiri Gladis. Aku dan ke dua bule tersebut saling berjabat tangan dan berkenalan. Kemudian Gladis menyuruh ke dua bule tersebut duduk membelakngiku.


" nah sekarang coba kamu terapi dia sayang. Katanya bule cowo dia sering pegal leher dan pinggangnya. "


" sedangkan bule cewenya dia vertigo dan suka sakit d bagian bokong samllpai lutut. "


Benar saja dugaanku.

__ADS_1


Aku segera memainkan jari jemariku di area leher bule pria. Aku putar putar jari telunjuk petirku menyadari syaraf leher yang membuat aliran darahnya tersumbat. Setelah aku mendapatkan titi meridiannya aku tekan dan urut. Tiba tiba si bule berteriak "awwww ". Dan entah bicara apalagi.


Di memutar mutar kepalanya sambil tersenyum. Kemudian aku menyuruh si bule untuk tengkurap, lalu ku mainkan jari jemariku dia area tulang ekornya. Seperti biasa jari telunjuk petirku memutar mutar sebelum menemukan titik meridian sakitnya. Setelah ketemu, aku tekan dan menurutnya. Seketika si bule berteriak kembali " awwwwwwwww".


Terlihat di bangkit dan berdiri memutar mutar pinggangnya. Dia tersenyum dan tertawa dan entah apa yang di katakan ke Gladis.


" sayang. Tau gak barusan dia bilang apa? " ucap Gladis sambil tersenyum danvmemegang tanganku.


" yaa enggak lah! Emang dia bilang apa? "


" kata dia, tanganmu tangan sakti! Setiap yang kamu pegang pas di area meridian keluhannya. "


" dan yang lebih wow lagi.. Katanya perubahannya langsung terasa. "


" aku juga bilang. Kalo di buka usaha untuk kamu gimana? Dia bilang dengan senang hati dia siap membantu dan siap bekerja sama.


" Kamu serious dish? "


Gladis hanya tersenyum.


Kemudian aku menyuruh bule wanita untuk menyandarkan kepalanya di dada bidangku. Jari jemariku menari dan meliak liuk di area kepala dia atas kuping.


Terdengar suara ******* si bule menikmati pertunjukan jari jemariku di kepalanya. Dia mengacungkan ke dua ibu jarinya ke arah Gladis dan pasanganny. Seperti biasa bule itu bereaksi bicara dengan Gladis, dan seperti biasa aku tak mengerti apa yang mereka katakan.


Kemudian aku menyuruh si bule untuk tengkurap. Kumainkan ke dua suku tanganku di area sayap tulang ekornya. Aku tekan sambil memutar mutar kedua sikuku. Terlihat sibule bersuara dan bergerak gerak karena ke enakan dengan terapi yang aku lakukan.


Akupun selesai. Si bule memutar mutar lehernya. Kemudia dia juga memutar mutar pinggangnya. Sama seperti suaminya dia tersenyum bahagia setelah merasakan terapi ku.


" Apa katanya dish? " tanyaku sambil membersihkan tangan dengan handuk kecil si bule


" sama seperti yang suaminya bilang. Bakat kamu unik sayang "


" dia mendukung kalo kita buka usaha di sini"


" dia juga punya teman yang bisa mengurus perizinannya. "


" subhanallaah "


" jadi kamu setuju mau buka usaha di sini? "


" yaa begitulah "


" mereka sudah memberi nomer telepon dan alamat rumahnya. "


" nanti kalo urusan kita sudah selesai, kita main ke rumahnya untuk membahas bisnis kedepannya. "


" nahh gitu dong "

__ADS_1


" aku semangat mendengarnya dish "


__ADS_2