
" beri tepuk tangan yang meriah untuk pasangan pengantin kita Mahesa Purbaraksa dan Gladis melati " ucap Tri Suaka.
" tak di sangka ya Nabila, ternyata kak Purba dan mbak Gladis berbakat dalam menyanyi"
Aku dan Gladis kembali pelaminan! Terlihat dari jauh Audi datang dengan ayahnya.
" Dish kamu mengundang Audi? Tanyaku "
" Ia Purba! Maaf yaa aku gak bilang "
" gak ada niat negative sedikitpun! Ini murni sebagai teman dan berbagi kebahagiaan! Jawab Gladis.
Audi dan ayahnya mengisi buku tamu undangan, terlihat Gladis dan Audi saling melambaikan tangan. Tak ada rasa marah atau kecewa di wajah Audi, dia berfikir bijak dan dewasa menghadapi kenyataan ini.
" selamat yaaa Purba! Ucap ayah angkat Audi"
" semoga rumah tangga kalian sakinah, mawa dah serta warahmah yaa"
" aamiin.. makasih yaa om! Ucapku sambil berjabat tangan dang berpelukan "
Terlihat Audi berkaca kaca di belakanag ayah angkatnya! Dia seperti menguat nguat diri datang kesini, ternyata pandanganku beda dengan yang tadi.
" selamat yaa Purba! Ucap Audi sambil memeluku"
Dia menangis tersedu sedu sambil memeluku! Terlihat ibu dan Gladis menenangkan Audi. Semua mata tertuju ke pelaminan.
" Maafin aku Audi!!ucap Gladis sambil mengusap ngusal punggung Audi"
" Kamu gak salah Dish, kamu gak perlu minta maaf!! Jawab Audi.
" maaf ya Dish! Aku telah lancang memeluk suamimu di hari kebahagiaan kamu! Ucap Audi sambil menangis tersedu sedu."
" Purbaa... Terima kasih atas waktu yang pernah kau berikan untuku, meskipun singkat, itu menjadi pembuka kedewasaanku"
" Maafin aku juga Audi!!"
" terima kasih juga atas waktu, bantuan kamu terhadap ibu, dan semua kenangan yang pernah kita lewati"
" aku harap. Kamu mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku "
Akhirnya Audi melepaskan pelukannya! Kemudian dia dan Gladis saling berpelukan. Terdengar Gladis memberikan motivasi kepada Audi. Mereka saling memuji dan saling mendoakan.
Akhirnya Audi berlalu dan menuju stand makanan.
" aku yakin pasti berat di posisi Audi! Ucap Gladis sambil mengelap air matanya"
" ia sayang! Aku salut sama dia, dia sudah dewasa dan legowo" ucapku
Dari kejauhan terlihat Luthfi, Viona sedang mengisi buku tamu!! Minus Cleo dan Clara yang memang mereka sakit karena pernah mengirim sihir kepada aku dan Gladis.
" selamat yaa Purba, Gladis !ucap Viona sambil menjabat tanganku, dan berlalu cipika cipiki dengan Gladis"
" semoga kalian sehat, panjang umur dan sukses yaa"
" sakinah mawadah dan warahmah"
__ADS_1
" aamiin" ucapku dan Gladis"
" selamat yaa buat kalian " ucap luthfi menjabat tanganku dan cipika cipiki dengan Gladis"
" semoga kalian sakinah, mawadah serta warahmah "
" aamiin ! Ucapku dan Gladis "
Terlihat ibu dan mamanya menyuruhku untuk duduk bersama mereka untuk mengisi perut kami yang memang belum di isi makanan. Kemudian di pelaminan di gantikan ibu dan mamahnya Gladis.
Kameramen foto terlihat paling sibuk disini, dari awal persiapan sampai kami makan, dia sibuk menyuruh aku dan Gladis berfose.
Haripun sudah menjelang maghrib! Terlihat tamu undangan masih berdatangan. Aku sampai pegal terus berdiri.
************
Aku dan Gladis berada di Hotel! Waktu menunjukan pukul 22.30.
" aku capek dan pegal banget Dish! Ucapku sembil memijat pahaku di atas tempat tidur"
" sama sayang " ucap Gladis bercermin sambil membersihkan Makeup nya "
" itu yang tadi hadir semua, rekan dan sahabat keluargaku Purba."
" aku juga tak mengira bakal sebanyak itu yang hadir "
Aku segera membawa handuk dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh.
Aku memutar shower dan membasahi seluruh tubuhku dengan air hangat.
Gladis memeluku dari belakang sambil memainkan jari jemarinya di burung peliaaraanku. Lidahnya meliak liuk di area leher dan bahuku.
Aku segera berbalik arah. Gladis memeluku dan saling berbalas Lid..ah di bawah kucuran air hangat dari shower. Kemudian ku angkat salah satu kaki Gladis, lalu ku masukan burung peliaraanku.
" posisinya kurang nyaman Purba" ucap Gladis sambil mengeluarkan burung peliaraanku"
Kemudian Gladis bertekuk lutut, dia mengocok ngocok burung peliaraanku dengan salah satu tangannya kemudian memasukan burung peliaraanku ke dalam mulutnya.
Dia mengemut ngemut kepala burung peliaraanku, sesekali memainkan lidahnya di dagu burung peliaaraanku.
Kemudian Gladis nunggi...ng dan meletakan kedua tangannya di besi penyangga keran. Aku masukan kembali burung peliaaraanku dan memainkan jari jemariku di ke dua payu...dara Gladis.
Terdengar bunyi yang sangat aneh dari gerakan burung peliaraanku yang menghantam bo...kong Gladis di bawah kucuran air hangat dari shower.
Aku dan Gladis berhenti sejenak dan menertawakan bunyi tersebut.
Kemudian aku duduk di atas closet. Gladis memasukan burung peliaraanku sambil membelakngiku. Dia bergerak ke atas dan kebawah sambil bersuara merdu, aku mere..mas re...mas payu...dara Gladis sesekali memutar mutar kedua pu...tingnya.
Gladis semakin menjadi jadi, dia bergerak keatas dan kebawah dengan sangat cepat sambil menjerit jerit ke enakan.
Lalu Gladis berbalik arah dan memasukan kembali burung peliaraanku. Aku mainkan lidahku di salah satu payu..daranya, dan ku re..mas salah satu payu...dara yang lain dengan salah satu tanganku.
Kali ini Gladis bergerak ke atas dan ke bawah sesekali menggesek gesek kacang ajaibnya"
" emhhhhh emmmm emmmm mmh"
__ADS_1
" putih....ngnya agak kerasan Purba" ucap Gladis sambil menggesek gesekan kacang ajaibnya"
" ia seperti itu Purba "
" emhhhhhhh emmmm mmh emmm"
Gladis bersuara merdu memejamkan mata sambil menengadahkan kepalanya keatas, dia menggigit gigit bibir..irnya sambil memeluku.
" ahhhh ahhhhhhhh ahhhhh"
" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhh hh"
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
Gladis menurunkan kecepatannya, dia bergoyang goyang pelan dan menyandarkan keningnya di keningku.
" aku lemas dan ngantuk banget Purba" ucap Gladis sambil mengeluarkan burung peliaraanku"
" sekarang kamu nung...ging Dish "
Kemudian Gladis Nungg...ing membelakngiku, kedua tangannya dia sandarkan di atas closet.
Aku masukan kembali burung peliaraanku. Kau gerakan dengan sangat cepat. Kedua tanganku memegang kedua ba...hu Gladis.
" emmmmmh emmmmmh emmmmmh"
Aku jambak rambut panjang Gladis sampai menengadah ke atas, sesekali aku pecut bo...kong Gladis dengan salah satu tanganku.
" ahhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhh ahhhh " teriak Gladis menikmati pertunjukan burung peliaraanku "
Aku gerakan dengan sangat cepat sambil memegang pingg...ul Gladis.
" ahhhh ahhhhh ahhhhhhhh ahhhhh"
" ahhh ahhhhh ahhhhhhhh ahhhh"
" ahhhhhhhhhhh ahhhh ahhhh"
" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhh "
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
Aku tarik mengeluarkan burung peliaraanku!! Aku sengaja memuntahkan muntahan burung peliaraanku di luar kerang ajaib Gladis.
Terlihat muntahan burung peliaraanku berada di boko...ng dan pa...ha gladis.
" tumben gak di dalam " Tanya Gladis sambil berjalan ke tah shower dan membasuh lendir yang menempel di boko..ng dan pa..hanya "
" aku mau menghabiskan malam ini sampai pagi menjelang Dish" ucapku becandain Galdis"
" hmmmm "
" gak percaya, biasanya juga udah keluar langsung tidur." ucap Gladis membalas mengejeku"
Gladis memakai sabun, sampo dan menggosok gigi.. Kemudian di membasuh dan membersihkan semua badanya.
__ADS_1
Gladis memakai kimono dan melilitkan handuk di kepalanya, kemudian pergi keluar dari kamar mandi.