Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 6 # Dufan 2


__ADS_3

Kemudian Gladis meminta izin untuk pergi ke toilet, entah sengaja atau lupa, Gladis tak membawa iPhone dan membiarkannya tergeletak di meja. Dengan keponya aku melihat iPhone Gladis, betapa terkejut dan senangnya aku, Gladis menjadikan foto selfie barusan sebagai wallpapernya.


Kepedeanku mulai melonjak naik, aku pikir jangan jangan Gladis mempunyai rasa terhadapku. Bagaikan di film atau sinetron, diatas kepalaku ada malaikat dan iblis.


" iblis merah bilang : tak mungkin, masa wanita karir seperti Gladis menyukai gembel sepertiku,."


" malaikat putih bilang : semua tidak ada yang tidak mungkin"


" ayo... Lagi ngelamunin apa Mahesa Purbarakasa??"


" enggak Dish, aku, ehh aku,,, aku Dish?


" aku apa sayaaaaang " dengan nada manja becanda


" aku suka kamu Dish "" ehh aku mau pergi ke toilet dulu yahh " aku lari karena malu keceplosan


" ihhh Purbaaaaaaaa.. Coba sekali lagi bilang " ihhhh Purbaaa.


Aku intip Gladis dar tembok seperti permainan petak umpet waktu kecil, Gladis tersenyum senyum sendiri dengan memgang iPhone di pipi kirinyaa. Dia terlihat cantik dan mempesona dengan lesung pipi dan senyum manjanya.


Tak henti hentinya aku mengintip hingga


" bisa gak mas, jangan menghalangi jalan!!


" pake ngintip ngintip segala" nanti matanya bintitan sebelah loh kaya di kencingin kecoa" dasar kurang kerjaan" ucap pengunjung restauran


" maaf maaf mbak,, saya salah"


" huuh dasar, gak ada kerjaan loe"


" biasa aja kali mbak, ntar cepet tua kaya Nenek Gayung loe huuuh huuh.


Gara gara terpesona kecantikan Gladis, sampe menghalangi jalan umum, aku kena marah,, yaa tuhan.


Aku segera menghampiri Gladis.


" tadi kamu bilang apa Purba "


" kapan?? Yang mana Dish?"


" tadi kamu bilang aku sayang" kamu nyadar?? "


" ahh salah dengar kali Dish " sambil garuk garuk gak gatal


" kirain yang aku denger tadi beneran!! Dengan nada lesuh


" kita terusin ke wahana Rama dan Sinta yuuk


" baik sayang,,,, ehh baik dish" hihihihih


" ahhhh Purbaaaaaaaaaaaaaas" bikin gue kesel aja


" nahh lebih baik kita gini Dish, kita pake loe gue aja yaa"

__ADS_1


" ahh terserah loe aja, dasar rese rese rese" dengan nada kesal manja"


Gladis menggandengku dengan lari kecil ke arah wahana Rama Sinta. Diperjalanan aku dan Gladis main kejar kejaran saking bahagianya, padahal kalo di lihat dari umur, aku dan Gladis beda 5 sampe 6 tahun.


"Purba coba kejar aku, klo ketangkap aku nanti kasih surprise spesial"


Dikerumunan banyak orang, aku diam diam bersembunyi seperti kucing Tom mau menangkap si tikus Jerry dengan mendekati Gladis. Gladis melihat ke kanan dan kiri mencariku.


Sampai akhirnya aku kepalkan tangan seperti pistol ke arah Gladis dari belakang.


" stop....angkat tangan, jangan bergerak"


Gladispun mengangkat kedua tangannya.


" maaf anda saya tangkap"


" hmm jangan dong pa, jangan tangkap saya"


" salah saya apa pa??"


" kamu masih nanya salah kamu apa heuh?? Kamu nener gak tau kesalahanmu apa nyonya manis??


" ia paa.. Coba salah aku apa??


" kamu itu sudah mencuri nona cantik!"


" tadi bilang nona manis, sekarang nona cantik, mana ya g benar sich pa??"


" diam kau nona manis dan catik "


"silahkan tangkap saya pa, kalau memang aku mencuri, tapi buktinya apa??"


" kamu itu sudah mencuri hatiku nona manis dan cantik" hahahahaha"


Gladis pun tertawa, membalikan badannya dan memeluku dengan erat.


" ihh Purba.. Kamu tuh yaaa bikin aku ke geeran mulu"


" tau gak, aku tuh seneng banget di gombalin dan di bercandain."


" emang aku terlihat bercanda dan menggombal??"


" kamu jahat.. jahat...jahat


" aku tuh serius nona cantik ahahahahaha


Aku dn Gladis berlari bergandengan tangan dan masuk ke wahama Rama Sinta. Lagi lagi kami mengantri, tapi alhamdulillaah kali ini gak terlalu panjang. Cuaca dingin seperti didalam kulkas langsung terasa ketika aku dan Gladis menaiki perahu, aku dan Gladis duduk di paling belakang.


Perahu pun berjalan perlahan, teelihat Rahwana bergelantungan menculik Sinta dari pelukan Rama. Rama disiksa oleh anak buah Rahwana, sedangkan sinta berteriak teriak minta tolong. Rama pun berusah melawan dari serbuan anak buah Rahwana, ramapun berhasil mengalahkan mereka semua, dan mengejar Sinta yang dibawa Rahwana dengan bergelantungan seperti di film Tarzan.


Tiba tiba dari dalam air muncul boneka Dinosaurus yang sangat besar, besarnya hampir menyerupai Bis, sehingga membuat perahu mau terbalik, aku dan Gladis berteriak kaget sampai sedikit lagi mau terjebur kedalam air, replek aku memegang tangan Gladis.


" purbaaaaaaa tolong aku, aku gak mau kecebir ke air dan basah"

__ADS_1


" pegang erat tanganku Dish.


Akupun menarik Gladis, dan Gladispun kembali ketempat semula dengan luka lecet dan karena benturan.


" tuuh kan basaaaahh,, ahhh Purbaaa kamu harus tanggung jaaawab "


" ya baeu segitu aja cengeng, liat tuh ke bawah.. Pengunjung lain sampe masuk kedalam sungai Dish" kamu segini aja cengeng " dengan ngomel becanda


" ah sebell,,, sebell, sebel " Gladis memukul mukul dada bidangku


Lalu aku tarik Gladis, sehingga tanla sengaja Gladis memeluk dengan kesua tanganya ada dileherku, tangaku berada di pinggangnya Gladis. Aku dan Gladispun saling bertatapan di kegelapan gua, dan Gladis mencium bibirku.


Waktu terasa terhenti senada dengan jantungku seperti tak berdetak, aku tak percaya dengan semua ini. Gladis terus memainkan seperti ular meliak liuk, aku tak bisa membalas dan hanya terdiam menikmati ke merindingan dari ujung kaki sampai kepala.


" ini surprise untuk kamu Purba, kamu tasi berhasil menangkap aku diluar."


" maaf yaa Purba, aku terbawa suasana karena dingin"


" salah kamj sendiri bwa aku kewahana seperti ini" hihihi


" maafin aku juga Dish, aku tak bisa membalasny"


" kamu coba lihat aku!! Aku masih gemeteran Dish, Baru kali ini ada gadis nyosor seperti angsa dan berubah menjadi ular di bibir dan mulutku."


"ihhhh Purbaaaaaaaaaa. Udah ahh jangan di bahas lagi aku malu."


Tak terasa, perahu yang kami tumpangi sudah berada di garis finis. Aku dan Gladis bersama pengunjung lain berjalan keluar wahana dengan pakaian yang basah.


Aku segera mengeluarkan T-shirt putih pemberian Gladis, aku menyuruh Gladis untuk mengganti bajunya yang basah.


" Purba.. Ke toilet kan jauh, aku ganti baju di belakang boneka super mario yang di pojok yaa, kamu yang halangin."


" astaghfirullaah.. Kamu gilaa yaaa


" yaudah ayo lepas hehehehheeh


" dasar siluman laba laba berekor katak loe purba"


" kirain bilang astaghfirullaah itu mau anter ke toilet, dasar ganteng loe


" emang ada aya laba laba berekor katak"


" ada,,"


" dimana?? Gue mau kawinin laba laba sama katak, loe jadi penghulu nya" hahahahhaah


" dasar siluman ratu undur undur, bisa aja kamu


Gladispun mengganti bajunya di belakang boneka Super Marion, untung saja gaka ada orang waktu itu.


" loe jangamln curi kesempatan dalam kesempitan manusia Purba.


" apaaan sich Dish, aku gak liat apa apa. "

__ADS_1


" cuman keliatan ada dua gunugn yang terbelah. "


" awas yaaa Purbaaaaaaaaa...


__ADS_2