Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 47 # Cottage


__ADS_3

Dua hari kemudian.


" purbaaaaaaaaaaa bangun " dug dug dug


" iaa buu.


Aku membuka mata sambil menggeliat, terlihat waktu pukul 08.00.


"Ada apa bu??"


"dasar kamu yaa, jam segini baru bangun??"


"gak sholat subuh tadi??"


" ihhh... Enak saja"


" sholat bu, terus aku tidur lagi"


" ada apa bu??"


" ada apa ada apa"


" kamu gak lihat siapa itu di ruang tamu?"


Aku kaget setengah mati, terlihat perempuan kedua yang awalnya ku cintai kemudian aku takuti sedang duduk dan tersenyum memperhatikan aku dan ibu. Dia terlihat sangat cantik dengan kemeja panjang hitam senada dengan Jeans hotpantnya, kaki panjang putih mulusnya terlihat lucu dengan sepatu kets pink nya.


" hai sayang "


Audi menghampiri memeluk dan menciumku di depan ibu.


" aduh aduh....... Maen nyosor aja ini soang"


" ehh maaf , seperti soang maksud ibu.


Aku dan Vio tertawa dengan kelakuan ibu.


" aku kangen kamu Purba"


" kamu kemana aja dua hari ini"


" a a aku ada ko!! Tanya aja ibu"


" aku keluar rumah kalo ada panggilan pasien"


" ko kamu gugup!!


" kita jalan yuu??"


" ia.. Aku siap siap dulu ya!"


**********


Aku mengemudi mobil dengan perasaan tak karuan, aku takut setiap Audi bicara.


" kamu kenapa gak bicara sayang??"


" kamu masih ingat kejadian waktu itu yaa?"


" ia. Aku tertekan banget"


" sampai tidur tak nyenyak, makan tak enak"


Seketika Audi terdiam tanpa kata, aku mengemudi tak tak arah dan tujuan.


" sekarang kita mau kemana??"


" apa sayang??"


" maaf aku melamun barusan"


" kita mau kemana Audi??"

__ADS_1


" kita keperkebunan teh ajaa yaa??"


" aku perlu refresh ni otak "


" baik"


Aku heran dengan Audi, dia kali ini balik lagi ke setelan pabrik! Audi yang lugu dan tak banyak bicara, sepertinya dia menyesal setelah apa yang ia lakukan.


Sambil mendengarkan musik, di sepanjang jalan Audi hanya melihat ke luar kaca mobil! Dia memegang dagu ya, sambil menggertak gerakan kaki mengikuti alunan musik.


"Kamu kenapa"?


"ada masalah ya??"


Di tidak menjawab, matanya kosong memandang pegunungan dan perkebunan teh yang kami lalui. Kabut mulai turun hingga menimbulkan embun di kaca mobil, jarak pandangku sedikit terganggu. Tak berapa lama Audi meminta berhenti di area Curugtilu, tempat wisata baru di Bandung selatan


" udah kita di sini aja sayang "


Terlihat air terjun buatan yang sangat indah, di bawahnya mengalir sungai yang jernih airnya. Telihat ikan besar dan kecil di kolam buatan yang membentuk love, di keliling perkebunan teh sekitar.


Disini tersedia juga Cottage untuk istirahat dan menginap dengan caffe di samping nya.


" sayang aku menginap di sini"


" dan aku mau menyelesaikan masalah denganmu"


" baik "


" ohh ia.. Aku lapar Audi "


" ihh kamu.. Kebiasaan yaa, kalau gak lapar, yaa boker xixixi"


Aku dan Audi berjalan ke bukit, disana terdapat danau buatan dan juga mini Restoran. Terlihat banyak pengunjung yang sedang menikmati ikan bakar has danau tersebut, sebagia mereka mengasuh anak yang sedang bermain flying fox dan menyeberangi jembatan.


Aku dan Audi memesan ikan bakar dan paket nasi liwet has Curugtilu, kemudian Audi menyewa tenda yang menghadap ke danau di paling pojok.


" indah banget yaa disini"


" dingin banget berrrrrrr"


" berrr"


Tiba tiba Audi menangis dan memeluku, dia meminta maaf atas perbuatan yang lakukan kemarin! Menurut Audi, dia melakukan itu karna takut kehilanganku. Dia rela memberikan dara nya, berharap aku tidak akan menikahi Gladis.


" tingkatan paling atas mencintai adalah bahagia melihat orang yang di cintainya bahagian Purba "


" dan sekarang aku rela, aku ikhlas meninggalkan aku untuk Gladis "


Aku sejenak terdiam mendengar kata kata Audi.


" apa kamu benar benar mencintaiku Audi??"


" kalau aku gak cinta dan sayang sama kamu, aku tak akan berbuat seperti kemarin Purba"


" kamu itu udah ngambil hati aku dari awal"


" aku merasa bodoh ketika kamu berhasil menyentuh hatiku"


" aku rela menghidangkan kerang ajaib beserta mutiaranya yang sangat berharga dan mahal untuk kamu cicipi"


" aku berharap kamu selalu di sampingku Purba "


Seketika aku dilema. Hati dan perasaanku kembali menemui persimpangan.


" apakah masih ada kepingan kepingan hatimu untuk aku Purba??"


" bukan hanya kepingan Audi, perasaanku masih tetap sama"


Tiba tiba Audi mencium bibirku, kemudian dia memainkan lidahnya sambil menjambak rambut belakangku.


" permisi neng "

__ADS_1


Audi terperanjat ketika mendengar suara pelayan yang mengantarkan pesanan makan.


" ihh si mang, main ngagetin aja seperti petak umpet"


" maaf neng,, maklum ini tenda bukan Cottage "


" klo Cottage aku bisa mengetuk dulu hehe"


" ini pesanannya neng"


" silahkan dilanjut, maaf mengganggu peperangannya "


Aku dan Audi tak kuat menahan tawa dan menahan malu.


Aku dan Audi segera menikmati ikan bakar dan nasi liwet yang kami pesan.


Terlihat campuran sambal kecap, cabe rawit dan jahe, membuat para cacing diperutku berdemo. Audi langsung mencelupkan ikan bakar kesambal tersebut.


" waaaaaaaaaw nikmat banget Purba"


" ikan bakar dan sambalnya Juara.


Aku mencoba membuka pete satu persatu kemudian mencelupkan ke sambal cabai hijau yang terlihat seperti jamrud


" emhhhhhhh nikmat banget yaa Allaah "


Aku segera mengambil nasi, takula aku mencubit ikan asin paket nasi liwet. Aku makan lahap beserta lalapnya. Audi tak mau kalah, dia terlihat memanggil pelayan untuk menambah ikan bakar .


Seketika permasalahan yang Audi dan aku hadapi lenyap setelah islah dan menikmati makanan! Hubungan aku dan Audi kini normal kembali, dan ini kembali membuatku dilema.


Hatiku selalu plin plan tak teguh ketika dihadapkan dengan perasaan yang membuatku nyaman. Aku tak bisa memilih Gladis atau Audi, nafsuku mau memiliki keduanya.


" ohh iaa sayang"


" Apa kamu udah benar benar serius akan menikahi Gladis??"


" aku belum tau Audi!!


" itu baru rencana!!


" aku harap kamu memikirkannya matang matang"


" kamu jangan terburu buru"


" karna pernikahan itu bukan untuk main main "


Kabut dari pegunungan mulai turun, membuat jarak pandang terganggu dan terasa sangat dingin. Audi mengajaku untuk menyudahi kemah dan makan di Danau, kemudian dia menyewa Cottage untuk menginap di sini. Entah apa yang merasukiku, aku tak bisa menolak ajakan Audi.


" waaaw.. Dari luar terlihat seperti piramid kecil hampir seukuran badan kita tinggia"


" tapi waaw "


" ia a, meski hanya tempat tidur, kamar mandi, dan ruangan tungku perapian ini terasa nyaman banget ya"


Audi menyalakan TV yang menempel di dinding kayu jati, kemudia dia pergi ke kamar mandi! Terlihat pesan chat dan panggilan dari Gladis, aku menjawab aku sedang bersama Audi menyelesaikan masalah.


Gladis benar benar memahami aku, dia tak sedikitpun khawatir dengan kebersamaanku dengan Audi. Dia percaya bahwa aku takan pernah mengkhianati atau mengecewaknnya.


Terlihat Audi baru keluar dari kamar mandi, dia memegang kedua pipiku, tangannya dingin seperti es dan wajahnya pucat pasi karena kedinginan.


Audi berbaring dan menarik selimutnya, aku menyalakan kayu bakar yang sudah berada di tungku untuk menghangatkan badan.


" wihhh amazing "


" kayanya enak nich kalo ada jagung "


" ia yaa "


Suasana semakin dingin, selimut dan tungku pembakaran kurang menghangatkan tubuh kami, Aku dan Audi saling menatap.


Dan akhirnya

__ADS_1


__ADS_2