
Tiba terdengar dari speaker Cleo dan Excel memanggil Gladis. Dia pergi menghampiri Cleo dan Excel, aku yang mau mengikuti Gladis terpergoki oleh Clara.
" hey hey heyy mau kemana Purba ko buru buru begitu??"
" gue tau, loe dari tadi menguping pembicaraan gue dan Gladis"
" denger baik baik yaa Purba, gue dan Cleo itu senenarnya gak suka sama Gladis, dari dulu gue mau hancurin hidup Gladis tapi selalu gagal mulu." dan tau gak, barusan gue rekam pembicaraan Gladis, gue akan sebarin aib dia kesemua penggemar dan majalah tempat dia bekerja, dan yang pertama gue kasih tau adalah ibunya."
" astaghfirullaah... Loe gak boleh Clara!! Apa salah Gladis terhadap kalian??
" gue dan kakak gue, selalu kalah dalam hal apapun. Sedikit sedikit Gladis, apa apa Gladis. Gue merasa kehadiran Gladis merusak kehidupan gue"
" besok loe liat aja apa yang akan terjadi dengan Gladis"
" loe harus sadar Clara, Gladis itu sudah menganggap kalian sebagai adiknya, dia begitu peduli terhadap kalian"
" diam kau purba",
". Gue punya dua pilihan buat loe!! Loe bisa hentiin gue hancurin hidup Gladis dengan satu syarat."
" satu syarat?? Apa?? Gue akan lakuin, asal jangan sebarin rekaman itu dan menghancurkan karir Gladis, terutama ibunya yang sedang sakit."
" nah ini yang paling gue suka."
" gue gak bakalan sebarin dan hancurin hidup Gladis, asalkan Loe cobain Tubuh Gue dan kakak gue."
" astaghfirullaah.. Loe gila yaah?? "
" ia itu terserah loe, kuncinya ada di loe Purba."
" gue beri waktu 3 menit untuk berfikir "
" waktu dimulai dari sekarang. "
" loe tega yaa, loe kasih pilihan berat kaya gini, apa gak ada cara lain?? "
" tingagal satu setengah menit lagi! Dan gue minta jatah gue malam ini juga!! Gue penasaran dengan kelihaian dan kekuatanmu dalam memuaskan Gladis, gue mau mencobanya malam ini juga. "
__ADS_1
" ok.. Gie akan menuruti kemaua loe, asal loe jangan sebarin rekaman itu".
" terus gue gak bisa ngelakuin kemauan loe malam ini, ini malam terakhir gie berada disini, gue besok bakal pulang sesuai perjanjian Gladis, gue disini hanya satu minggu, dN besok hari teerakhir.
" oke kita sepakat. "
Clara berjalan mencium bibir dan meremas burung peliaraanku dengan muka menggoda dialun pergi. Aku menelpon Gladis dan memintanya untuk segera pulang, aku berjalan dan menunggu Gladis di parkiran mobil. Gladis memintaku untuk kembali masuk kedalam sampai acaranya selesai.
Aku menolak dan meminta menunggu diluar dengan alasan aku sakit. Mendengae aku sakit, Gladis sangat khasatir dan meminta izin untuk pulang duluan. Tak berapa lama Gladis datang dan menghampiriku.
" kamu sakit kenapa sayang??"
" ayo sekarang kita pergi ke dokter."
" aku gak mau cintaku dan sayangku sakit"
" gak perlu Dish, kita balik aja ke tempat usahamu"
" aku hanya perlu tidur, dan minum tolak angin aja"
" gak ada tali tapian" ayo Dish. "
Akhirnya Gladis membawaku pulang. Didalam mobil aku merenung memikirkan omongam Clara tadi, aku bingung harus bagaimana, semua tidak menguntungkanku, aku harus TERNODAI untuk kedua atau ketiga kalinya.
Aku rela melakukan ini semua, asalakan Gladis tidak di hancurkan oleh Cleo dan Clara.
" kamu ngelamunin apa sayang?? Biasanya kami gak begini."
" gak apa apa Dish, aku hanya kangen sama ibu dan ketiga adiku."
" ohh kirain apa, besokan kita pulang sayang!! Aku juga kangen sama mamaku!!"
Akhirnya aku dan Gladis sampaindi tempat usahanya, aku dan Gladis langsung kedalam untuk segsra tidur. Tanpa membersihkan badan dan mengganti baju, aku pamit untuk tidur duluan. Aku tarik kursi agar menjadi kasur, lalu aku berbaring dan menyimuti semua tubuh.
**********
Keesokan harinya aku terbangun, mungkin karena stress akibat tekaknan dari Clara, aku bangun jam. 09.00 sampai terlewat sholat subuh. Aku segera ke kamar mandi dengan membawa Hp. Aku duduk dan mendapat chat dari Clara, dia memintaku untuk datang ke Hotel Hilton jam 10.00, aku pun mengiyakannya.
__ADS_1
Aku berfikir gimana cara menyampaikan kepada Gladis agar ia lulang duluan ke Bandung, yaa tuhaaaan aku pusing banget.
Terlihat Gladis sedang membereskan barang bawaan untuk pulang. Mulutku terkunci ketika mau bicara dengan Gladis. Dan akhirnya aku memberanikan diri.
" Dish,, barusan ibu nelpon, aku disuruh menemui Nenek yang sedang sakit,, kamu pulang duluan aja ya?? soalnya nenek sekarang tinggal bersama keluargaku yang pada rese, aku takut kamu tersinggung klo kamu ikut, keluarga dari ibu ini, omongannyaa beuuhh tak ada duanya kalau gibahin orang ."
" emang dimana nenekmu sekarang??
" emhh emhh.. Dia di cikarang dish, deket ko dari sini."
" Atau kamu, tunggu disini dua sampai tiga hari kedepan, nanti aku balik lagi kesini."
" ok.. Aku tunggu disini aja, nanti kita ke Bandungnya bareng."
Akupun bersiap siap untuk pergi. Aku mendapt chat dari Clara, dia bilang Cleo akan menjemputku 5 menit lagi. Akupun pamit untuk pergi dan untungny Gladis percaya dan tak menaruh curiga. Tak lupa dia memberiku Atm beserta pin nya, untuk aku berjaga jaga.. Akupun berangkat dengan diakhiri ciuman di kening dan bibirku, aku membalikan badan, kemudian Gladis meremas burung peliaraanku beserta telurnya. Aku pun pergi.
Baru saja aku membuka gerbang tralis, terlihat Cleo sudah berada di seberang jalan menjemputku. Dia tersenyum seperti Joker dengan penuh rasa puas. Kemudian aku menyebrang jalan dan masuk kedalam mobil.
Selama perjalanan menuju hotel, Cleo tak berbicara sepatah katapun, dia hanya tersenyum sesekali melihatku dengan penuh hasrat. Kami pun sampai di Hotel, setelah memarkirkan mobil Cleo dan aku masuk ke hotel.
Terlihat disana banyak pengunjung yang check out, dari raut wajahnya mereka teelihat bukan pasangan suami istri, mungkin mereka sama dengan kami yang hanya berpesta lendir sesaat.
Cleo membawaku masuk kedalam lift, dia memijit tombol 3, di dalam Lift banyak pasangan yang keluar masuk, dak akhirnya aku dan Cleo tiba di lantai tiga, dia memegang dan menuntunku berjalan menuju kamar. Kemudian kami terhenri di kamar nomer 7.
Cleo lalu membukakan pintu, disana sudah ada Clara yang hanya memakai Lingerie berwarna ungu tanpa bra dan cd,. Sehingga terlihat dua keong kembar yang menempel di dadanya, serta rumah hutan kerang ajaib.
" haii ganteng.... Apa kabar??
Cleo mendorongku ke arah Clara, sehingga wajahku menempel di dua keong milik Clara.
" Upss.. Santai saja sayang jangan terburu buru, kita main main aja dulu. "
Cleo memberiku minuman dari gelas berwarna hitam, dia mangancamku menyebarkan rekaman Gladis kalau tidak meminumnya, dengan terpaksa Aku pun meminumnya.
" so sweet juga loe Purba!! Loe rela lakuin apa aja demi Gladis!! Sungguh gue makin iri sama Gladis."
Clara kemudian membuka kancing kemejaku satu persatu, sedangkan Cleo membuka celana jeans pendeku. Mereka seketika berubah menjadi siluman katak, dan mereka mulai menyerang dan mendikte secara perlahan. Pikiranku tiba tiba melayang layang nikmat seperti berada di dimensi lain, karena pengaruh minuman yang Cleo berikan tadi.
__ADS_1