
Tiba tiba wisatawan lain berhenti di dekat kami, karena kami menghalangi jalan setapak menuju lembah.
" ok. Kita kelembah dulu yaa, tanggung sudah mau nyampe! Masa mau balik lagi!! Udah jauh jauh kesini, kita hilang moment, kan sayang" ucap ku
" ia juga sich.. Yaudah maafin aku yaa Audi " ucap Gladis
" aku juga minta maaf yaa Dish!! Ucap Audi
Akhirnya satu masalah teratasi! Aku menenteng sepatu Audi dan Gladis, mereka berjalan seperti cacing kepanasan sesekali loncat loncat seperti pocong karena panas dari perut bumi. Akhirnya mereka tersiksa sendiri karena salah kostum, dan mereka memakai sapatu mereka kembali dengan mematahkan hak nya.
" nah kalo gini kita kan aman " ucap Gladis
" Kenapa gak kepikiran daritadi yaa kita " sahut Audi
Akhirnya kami tertawa bersama! Tak terasa kami pun sampai di lembah. Audi dan Gladis memintaku untuk memotret mereka pas dekat larvanya, aku sibuk mengatur fose dan anglee agar terlihat bagus. Sambil memotret mereka, pikiranku traveling kemana mana! Andai saja aku aku berumah tangga dengan mereka berdua gumamku.
Audi mengajak aku bergabung bersama mereka untuk berselfie di dekat sumber sulfur bebatuan yang menggunung yang ada asapnya, aku segera bergabung dan bergaya alay. Kami semua menirukan gaya abegeh bageh di tiktok yang lagi viral, kami serasa seperti anak kecil kembali dengan main ciprat cipratan sumber mata air dari kawah yang keluar dari perut bumi, sehingga pakaian kami bau belerang.
" balik ke atas yuu "
" aku laper banget nih " ucapku
" ia hayu.." jawab mereka serempak"
Kami melihat ke atas, dan mereka pun tertawa karena kami harus kembali dengan medan yang menanjak dan tinggi serta terjal. Di sisa sisa tenaga, mau tidak mau, suka tidak suka kami pun harus pulang menapaki jalan dengan medan terjal tersebut.
**********
Sesampainya di parkiran. Terlihat para pengunjung lain menertawakan dandanan Gladis dan Audi, mereka menatap kami dari atas sampai kebawah. Kami seperti sudah melakukan olahraga gym, dengan keringat membasahi tubuh kami. Apalagi make up Gladis dan Audi luntur karena keringat.
" aduh gillllaa hari ini kita di ospek yaa " ucapku
" liat aja mereka, sekarang tertawa, nanti tau rasa baliknya kaya gimana xixiixxi "
" ini maunya siapa Hayo" ucap Gladis
" udah jadi pusat perhatian karena salah kostum, haduhh"
" yaudah, karena ini aku yang ajak!! Kalian semua aku traktir makan makan yaa " ucap Audi
Akhirnya kami melanjutkan perjalanan pulang sambil mencari Restaurant untuk makan!
Tiba tiba Audi mendapat telpon dari ayahnya, dia diminta untuk segera pulang.
Audi pun meminta maaf, dengan sangat terpaksa harus meninggalkan aku dan Gladis di tengah jalan tanpa bisa mengantarkan dulu kerumah mengambil mobil Gladis.
" gak apa apa Audi, sekarang zamannya udah maju"
" kami bisa naik grab car ko" ucap Gladis
Terlihat Audi khawatir melihat kebersamaanku dan Gladis, terpancar dari wajahnya dia tak rela aku bersama Gladis. Dengan terpaksa Audi pun pergi.
" sekarang kita merayakan Valentine kemana Purba??"
" terserah Dish "
" emh kita check in hotel Yu??"
Aku bingung menjawabnya, di sisi lain aku sangat merindukan Gladis, di lain sisi aku takut berbuat intim lagi!!
__ADS_1
" yaudah hayu"
Terlihat dari wajahnya, Gladis sangat senang dan bahagia bisa merayakan valentine pertama bersama denganku. Dia masih tetap sama tak ada yang beda.
**********
Akhirnya aku dan Gladis sampai di Hotel Horizon Bandung, Gladis langsung memesan kamar ke meja resepsionis!! Terlihat para abegeh dan sugar daddy berseliweran di lobby hotel, mereka bermesraan dan bermanja manja, ingin sekali aku melempar muka mereka dengan meja dan kursi di depanku.
Akhirnya Gladis menghampiri dan menarik tanganku, kami masuk lift berbarengan dengan abegeh dan sugar daddy tadi. Aku dan Gladis merinding melihat sugar daddy yang memperlakukakn abegeh itu seperti ke pacarnya, yang menurut pandangan kami lebih cocok sebagai anaknya.
Aku dan Gladis keluar lift dan berjalan menuju kamar Hotel. Sesampai di kamar, aku duduk dan menyalakan TV yang menempel seperti toke di dinding.
" boleh panggil sayang lagi gak Purba??"
" aku kangen saat saat seperti ini!!"
" siapa yang larang Dish"??
" Asyikk makasih yaa sayang"
" jujur yaa aku kangen kamu"
" semenjak kamu pergi dari Singapore aku tersiksa rindu"
" kadang aku takut kamu sudah punya penggantiku"
" makan tak enak, tidur tak nyenyak, semua itu menyiksaku "
" masa??
" Bodo aahh !! Kamu tuhh yaa gak berubah Purba .
Dia tertawa, sedih kadang menangis menceritakan semua itu. Hatiku semakin yakin, cinta Gladis itu tidak main main. Dia menambahkan siap untuk nikah dan meninggalkan dunia modelnya saking takut kehilanganku.
" sekarang kamu jawab jujur "
" apakah kamu siap menikahi aku Purba??"
Gladis sudah membuktikan kesungguhannya, sekarang kuncinya ada pada diriku sendiri. Aku bingung harus bilang apa sama Audi??
" yaa aku siap "
Sebagai lelaki aku harus tanggung jawab dengan perkataanku waktu di Singapore. Ini semua ke inginanku, sekarang keinginan itu sudah di depan mataku.
" tapi aku bilang ke ibu dulu yaa Dish!"
" ia sayang "
Gladis memeluku dan menyandarkan kepalanya di dada bidangku. Terasa hangat air mata Gladis menetes di dada bidangku, ia menangis bahagia tersedu sedu. Sekarang aku harus bagaimana menjelaskan semua ini kepada Audi?? Sebagai lelaki aku harus tanggung jawab, aku harus menceritakan ini semua ke Audi, mau pahit sekalipun aku harus siap menerima akibat dari perbuatanku.
Tok tok tok
Terdengar pelayan Hotel mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan, kemudian Gladis membukanya.
" terima kasih Mbak "
" sama sama.."
Terlihat Velvet Rool Cheesecake dan Chicken Cryspy Bollogness dengan Choco Milk with Soda langsung menggoda perutku yang sudah lapar.
__ADS_1
Aku dan Gladis segera menyantapnya, aku memperhatikan Gladis yang sedang menikmati makanan! Hatiku terenyuh melihat kesungguhannya, tak terasa air mataku menetes. Aku segera memeluk Gladis.
" Dish maafin sikapku selama ini"
" kamu kenapa sayang "
" aku tak mau menjelaskannya"
" aku hanya bisa mengucapkan terima kasih, dan minta maaf atas sikapku ke kamu selama ini "
Gladis heran apa maksud perkataanku, dia mengelus elus pundak dan belakang kepalaku. Terlihat dan Terbayang jelas kelakuanku dibelakang Gladis, waktu burung peliaaraanku dinikmati oleh keempat sahabatnya sendiri.
Kalau saja dia tau, apakah dia masih akan tetap mencintaiku atau meninggalkanku??
" ayo abisin dulu makanannya sayang"
" udah aah jangan bicara apa apa lagi, aku mau senang senang bukan mau sedih sedihan ahh "
Akhirnya Gladis menyuapiku yang sedang menangis.
" jelek tau sayang, makan sambil mewek xixixi "
" coba kamu bercermin ahahahah"
" biarin hu hu huhu "
" udah diem berisik dan jelek tau "
Akhirnya makanan pun habis, Gladis kembali berbaring di ranjang bersamaku. Dia memeluku dengan penuh ketulusan, berbeda seperti biasanya yang mengedepankan hasrat. Aku jadi semakin nyaman di dekatnya.
Aku cium keningnya dengan penuh kasih sayang, diapun balik memeluku dengan sangat erat.
" aku sayang banget kamu Purba "
" tau gak lagu Ahmad Dhani dan Agnes Monica??"
" taulah.."
" nah itu perasaan aku ke kamu Purba "
" masa ??"
" Bodo amat " kamu tuh yaa gendokin aku mulu, giliran kamu, malah mewek "
" sebelll sebel sebel deh "
" hahahaha "
" tapi kamu kangen kan diginiin ??"
" hayoh ngaku " hahahah
" hehe ia Purba .."
" I will always love u Purba "
" masa ??
" bodo amat " hahahaha
__ADS_1
Aku dan Gladis tertawa terbahak bahak