Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 61 # hotel with vio


__ADS_3

Aku terbangun dari tidurku. Aku menoleh ke samping kanan dan kiriku mencari Gladis, aku berjalan memeriksa kamar mandi, Gladis pun tidak ada. Mungkin dia pergi tak membangunkan aku karena tak mau mengganggu tidur nyenyaku.


Ku buka pesan what's app, ternyata benar Gladis pergi memenuhi undangan dari kliennya bersama Vio. Terlihat di meja di bawah TV, sudah ada dus dunkin dunuts beserta minumannya.


Lalu ku makan dunkin dunuts rasa coklat dan durian, ku minum juga coca cola yang sudah tidak dingin karena es nya sudah mencair. Aku menoleh ke arah jam, waktu menunjukan pukul 19.30. Tak kusangka, aku tidur sangat lama.


Tok.. Tok.tok. Suara pintu di ketuk. Aku berjalan membuka pintu.


" hei......... Kamu baru bangun yaa " Tanya Vio, sambil berjalan masuk kedalam.


Dia membuka menaruh tas selendangnya, kemudian membuka jaket tebal kain wolf tropical dan menggantungkan di pintu. Vio kemudian duduk dan membuka sepatu kulit sebetisnya, terlihat rumah kerang Vio dibalik rok hitam pendeknya.


Kemudian dia berjalan ke arahku sambil membuka satu persatu kancing kemeja putih lanjangnya, dia melemparkan kemejanya ke atas kursi. Dia tersenyum dan berjalan ke arahku, dia berhenti sejenak dan membuka pakaian kerang ajaib ya.


Vio berjalan ke arahku hanya memakai penyangga gunung kembar dan rok hitam pendeknya, dia berjalan melenggak lenggok sambil mengikat rambut panjangnya.


Aku hanya terdiam dan berdiri di samping pintu kamar mandi, kemudian Vio mendorong badanku hingga tersandar di tembok. Dia memainkan bibirnya di area telingaku, jari jemarinya membuka kancing jeans kemudian melepaskannya. Tak hanya disitu Vio juga membuka boxer dan memainkan burung peliaraanku dan memainkan kedua telur kembar burung peliaraanku.


Kemudian dia melepaskan kancing kemejaku satu persatu dengan jari jemarinya dan kemudian membukannya. Vio memainkan juluran saktinya di area dada bidangku yang berbulu, julurannya meliak liuk sampai area pusarku.


Vio memegang salah satu tanganku, dan menuntunku berjalan ke tempat tidur. Dia membaringkan aku dengan penuh hasrat, tercium bau minuman beralkohol dengan muka memerah di dekat matanya.


Vio membuka boxerku, dia mempermainkan burung peliaraanku dengan indera perasanya. Salah satu tangannya memegang rambut panjangnya, satu tangan lagi membantu indera perasanya memegang burung peliaraanku.


Kemudian Vio bangkit memasukan burung peliaraanku ke dalam rumah kacang ajaibnya, Vio langsung bergerak dan bergoyang dengan suara lantang. Kedua gunung kembarnya naik keatas dan kebawah, kemudian aku memegang sesekali memainkan kedua penutup gunungnya.


Vio mengeluarkan burung peliaraanku, kemudian dia berubah posisi membelakangiku. Kumasukan burung peliaraanku dan ku gerakan keluar dan ke dalam dengan tenang, Vio menoleh kearahku dengan ekspresi muka merem melek sesekali menggigit gigit bibir bawahnya.


Aku jambak rambut panjangnya, sehingga Vio menengadahkan kepalanya ke atas, sehingga keluar suara merdu yang sangat menggoda. Aku gerakan dengan menambah kecepatan sesekali aku mencambuk bagian belakang dengan telapak tanganku.


Aku berhenti sejenak, dan mengeluarkan burung peliaraanku.


Vio berbaring sambil mengelap kacang ajaib dengan menggunakan handuk kecil. Aku mengambil dunkin dunuts rasa coklat, kemudian coklatnya ku olesi di kacang ajaib milik Vio.


Aku memainkan kacang ajaib dengan olesan coklat dunkin dunuts dengan indera perasaku! Jari jemariku memainkan kedua penutup gunung kembar sesekali memijit mijitnnya! Vio bergerak dan bergoyang dengan memegang kepala bagian belakangku, di tekan tekannya kepalaku ke rumah kacang ajaibnya.


Terlihat dari balik kacang ajaib, Vio merem melek menikmati pertunjukan indera perasa dan jari jemariku. Dia mulai berkicau seperti burung kakak tua.


" emhhhhh emmmh emmmm "


" I like it Purba "


" emhhhhhhh emmmh emmmmmmh"


" tekan agak keresan Purba "


" ia seperti itu"


" emhhhhh emmmm mmm emmmmmmh "


" ia ah iahhh Purba "


" emhhhhh ahhhhh iahhhhhh iahhhhhh "


" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"


Vio sudah merasakan puncaknya, dia bergerak gerak dengan muka menggodanya.


Kumasukan burung peliaraanku dan menggerakanya, terdengar Vio makin berisik dibuatnya.

__ADS_1


Vio menyilangkan kedua ke dua kakinya di belakangku, burung peliaraanku bergerak dengan kecepatan tinggi sehingga Vio menjerit jerit ke enakan. Aku gigit dan ku isap area telinga dan leher, Vio mencengkeram dan mencakar punggungku.


Teriakan Vio makan keras seiring bertambahnya laju burung peliaraanku.


" iahhhhhh iahhhhhh ahhhhh"


" ahhhhhhhh ahhhhh ahh


" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"


Dan akhirnya, burung peliaraanku berhasil mengeluarkan cairan kasih sayangnya. Dia bergerak gerak di dalam kerang ajaib, kemudian melemas dan mengecil ke bentuk semula.


Aku keluarkan burung peliaraanku, terlihat cairan kasih sayang keluar dari lubang kerang ajaib seperti keju mozarela. Segera kuambil handuk kemudian mengelapnya.


Vio pun bangkit, kemudian jongkok. Dia bergerak gerak untuk mengeluarkan sisa cairan kasih sayang yang tertinggal didalam.


" akhirnya aku bisa menikmatinya lagi Purba "


" rudal milikmu memang beda dari yang lain"


" besar dan panjangnya itu loh"


" di tambah durasina yang bikin anteng dan uhhhhh" ucap Vio memuji muji burung peliaraanku.


" emang yang lain gimana" tanyaku


" Yang lain cuman nafsu diawal"


" paling bertahan 5 menit, cuman bikin jorok dan kotor doang, ******* kagak" ucap Vio dalam keadaan setengah mabuk"


Aku sengaja mengerjainnya yang sedang setengah sadar untuk hiburan.


" aku makin iri sama Gladis, dia mempunyai semua yang aku mau"


" kita selingkuh Yuu Purba?? "


" emangnya ini bukan selingkuh??"


" ohh ia aku lupa!! Maklum aku lagi diluar kesadaran Purba "


" aku nambah lagi yaa"


" oke... Bayar di muka tambahannya yaa "


Vio kemudian berbaring dan tidur.


*********


Tok.. Tok..tok


Aku segera membangunkan Vio


" Vio ... Viooo.. Bangun"


" Gladis kesini "


Vio terperanjat dan langsung bangkit dari tempat tidur dalam keadaan seperti bayi baru lahir, dia seperti orang linglung bingung mau bersembunyi dimana!


" aduh aku ngumpet dimana ya?? Sambil memakai pakaiannya"

__ADS_1


" kamu kenap belum memakai pakaian Purba"


" aku juga bingung"


" segera aku memakai pakaian"


" mati kita" ucap Vio


Aku segera mendekat ke pintu dan memeriksa dari lubang lubang pintu untuk mengeceknya.


" bener Gladis kan??"


" ia bener Vio "


Vio mundar mandir bingung kesana kemari, dia mengambil tas dan jaket tebalnya seperti orang yang mau di usir.


" tidak ada jalan lain Vio"


" kita tamat" sembil tak kuat menahan tawa di dalam hati, karena yang datang adalah pelayan hotel yang mengantarkan makanan"


" terus kita harus bagaimana Purba ??"


" Kita jujur aja Vio"


" ini kesalahan kita"


" aku tak mau hubungan sama Gladis ancur"


" aku belum punya kerjaan lain"


Dug Dug Dug... Suara pintu di ketuk kembali


Terlihat Vio semakin panik.... Lalu kubuka pintu!


" maaf kak mengganggu, ini Ada pesanan dari kak Gladis, buat kak Purba katanya "


" ohh iaa.. Makasih yaaa "


Bantal lemayang dan mendarat di wajahku"


" dasar gillaaaaaaaaaaas "


" aku kira bener Gladis " ucap Vio dengan muka kesalnya"


" hahahhaa"


" Awas yaah " sambil menertawakan dirinya sendiri


Aku segera makan makanan yang di pesankan Gladis tadi.


" kamu mau gak Vio??"


" Apa itu??"


" spaghetti sama banana coklat"


" yaudah sisain, jangan di abisin aku mau" dengan muka memelas dan malu"


Terdengar suara telpon dari Audi, lalu aku angkat. Audi mengabarkan dia sedang di perjalanan menuju Jogja, dia mengatakan ada bisnis dari klien ayahnya dari luar negri. Kliennya tersebut meminta untuk bertemu dan membahas bisnisnya di Jogja.

__ADS_1


Aku kaget setelah


__ADS_2