Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 26 # dragonfly


__ADS_3

Lelaki itu menawari tukiyem dengan tambahan uang 100.000 lagi disertai dengan gerakan tambahan, tukiyempun mau dan langsung mengambil uangnya. Kemudia laki laki itu mengeluarkan pisang coklat miliknya, dia melumuri pisang coklatnya dengan minyak zaitun, kemudian memasukannya kedalam kenalpot milik tukiyem.


Hari demi hari berlanjut, tukiyem setiap pulang sekolah selalu mampir dan melakukan perbuatan itu terus menerus, sampai dia bisa membantu keuangan kelurganya. Orang tua tukiyem pun sangat berterimakasih kepada lelaki itu karena selalu membantu mengerjakan PR dan memberi uang jajan tambahan kepada tukiyem.


Bersamaan dengan itu, tukiyem pun selesai memijat seluruh badanku. Aku segera memakai baju, kemudian Gladis memberi tukiyem upah sudah memijatku.


" kasian banget yaa Dish dia"


" akibat dari kejadian itu, dia sampai sekarang jadi begitu efeknya"


" ia sayang"


" gak tega dan jijik banget aku mendengarnya"


" ohh ia Dish, rencana besok mau gimana?? Jadi pulang ke Bandung gak."


" tuh kan hampir saja aku lupa,"


" tadi aku ditelpon manager aku, ada panggilan job ke Singapura" kamu mau yah temenin aku kesana?? "


" tapi Dish!!"


" suutttt, sekarang kabarin ibu kamu, aku akan Tf untuk biayanya selama sebulan"


" ini seriuz kan Dish?? Aku gak mimpi??" coba cobit aku Dish "


" aku akan pergi ke Singapura, negara yang ingin baget aku kunjungi"


Gladis menyentuh burung peliaraanku, untuk menyadarkan aku, bahwa aku memang akan pergi ke Singapura.


" yaa Allaah.. aku nyuruh kamu nyubit Dish, bukan nyentuh pisang coklatku,, kamu tuh ada ada ya."


Gladispun memeluku dengan sangat senang, karena aku akan pergi menemaninya ke Singapura.


" besok kita pergi ke imigrasi yaa, untuk membuat paspor kamu, sekarang kamu download dulu aplikasi m. Paspornya, lalu isi semua data yang diminta aplikasi tersebut."


" data data aku kan d Bandung Dish"


" kamu telpon ibu atau adik kamu, untuk memfoto nya sayang" gampang kan, beres dehhh "


Aku pun segera melaksanakam apa yang di bicarakan Gladis. Aku sangat senang banget,. Karena aku akan segera berangkat ke negara impianku bersama orang yang aku cintai. Terimakasih tuhan.


Aku baringkan tubuhku di tempat tidur bersama Gladis, dia menyandarkan kepalanya di dada bidangku, dia tertidur di pelukanku. Aku segera membuka Hp dan mendownload Apk M- Paspor, aku segera mendaftar dan mengupload file yang sudah di kirim ibu dan adiku ke aplikasi tersebut. Setelah selesai aku mentransfer uang ke apk M-paspor tersebut, dan dafar online pun selesai. Tinggal besok aku mengisi formulir dan interview di Kantor Imigrasi.


Dan aku pun tidur

__ADS_1


*********


Waktu menunjukan pukul 06.30 wib. Aku dan Gladis sedang menyantap sarapan pagi, bubur ayam paket komplit dengan telur dan kerupuk kriuknya. Pedas dari sambal bubur ayam, tak akan sepedas kisah aku sewaktu di hotel bersama Cleo dan clara.


Gladis dan aku bersiap siap untuk berangkat mengurus paspor di Kantor Imigrasi di Jakarta. Aku dan Gladis lagi lagi memakai baju couple, kali ini aku dan Gladis memakai kemeja panjang hitam senada dengan jeans nya. Kami terlihat seperti orang yang sedang berduka, dengan memakai pakaian serba hitam.


Aku dan Gladis berjalan menuju garasi, terlihat disana mobil Gladis baru selesai di cuci oleh karyawannya. Gladispun memberikan tips 50.000, karyawannya pun senang dan mengucapkan terima kasih. Kami pun berangkat.


" gimana perasaanmu sayang??


" B aja sich, singapura kan deket garut Dish. "


" itu mah Singaparna dodol,, ahh gawat, pagi pagi gini udah eror"kwkwkwk"


" sayang, seberapa besar sih rasa cintamu ke aku."


" ahh ini mah modus mau di gembelin"


" gombalin dodol, bukan gembelin" hahahha "


" gini yaa Dish ( jika ada miliaran orang yang mencintai kamu, maka salah satunya ada aku!! Dan jika hanya ada satu orang yang mencintai kamu, berarti orang itu aku!! Dan andaikan tidak ada seorang pun yang mencintai kamu, berarti aku sudah tiada.)


Mendengar kata kata itu, Gladis menepikan mobilnya. Kemudian dia memeluk dan mencium keningku dengan cukup lama, terasa hangat di pipiku karena tetesan air mata dari Gladis.


" andai kamu tau, betapa aku sangat bahagia bisa memiliki kamu." jujur saja, aku tersiksa ketika jauh darimu"


" aku tak tau apa yang menghinggapiku, hingga membuat aku seperti ini"


" namun yang pasti, dirimu sudah terpatri dalam sanubariku Purba"


" apa sich Dish, Lebay banget ahh"


" aaaaah purbaaaaaaa,,,"


Gladis pun menjalankan mobil kembali, dia terlihat masih kesal karena aku mengabaikan kata kata romantisnya.


Setibanya di Kantor Imigrasi, ternyata astaghfirullaah suasananya seperti mengantri BLT.


" Dish... Pulang lagi yu!!"


" aku gak yakin hari ini bakal selesai."


" diam ah"


Gladis terlihat seperti orang linglung, dia melirik kesana kemari seperti mencari sesuatu. Tiba tiba.

__ADS_1


" maaf non, tadi saya lagi sibuk!!"


" pantesan daritadi di telpon gak jawab jawab"


" jadi sekarang gimana pa??"


" ayo ikut kedalam non!"


Ternyata Gladis membuat paspor untuku lewat calo, dia bilang ia terpaksa melakukakn semua ini karena di kejar waktu. Gladis lebih baik mengeluarkan uang 10 kali lipat dari pada menunggu daftar online yang tak tentu kapan. Harga paspor yang biasanya hanya 350.000, kini mejadi 3.000.000.


Aku pun menuruti apa yang Gladis usahakan, akhirnya aku mengisi formulir pendaftaran di bantu Gladis. Kemudian melakukan sesi interview, disini aku seperti menjadi terdakwa, aku di tanya sana sini. Ini baru di dunia sudah ribet begini, apalagi nanti di tanya malaikat di dalam kubur. Banyak orang yang gagal dalam interview ini, untungnya aku lulus.


Akhirnya proses interview selesai, kemudian aku dan Gladis di bawa menuju ruang foto. Disana aku dan Gladis lagi lagi mengantri seperti mengambil BLT, dan tiba saatnya giliran aku di foto. Dan akhirnya paspor ku selesai.


" akhirnya beres juga"


" kamu kenapa sayang??"


" aku LAPARRRRR"


" Dasar..."


Gladis terlihat bahagia setelah pasporku selesai, dia tadi harap harap cemas karena takut aku gagal dan tidak lolos dalam interview, meskipun lewat calo tetap sesuai prosedur.


*********


Jam menunjukan 21.30. Gladis membawaku ke klub malam ternama di Jakarta yaitu Dragonfly, aku yang baru pertama kali ke klub malam merasa merinding dengan suasananya.


Terlihat banyak pengunjung lokal dan asing disana, dengan botol botol miras dimeja, mereka tertawa terbahak bahak dengan gelas di tangan mereka. Mereka saling berbalas juluran lidah tak tau malu di depan umum.


Aku dan Gladis berjalan ke tangga atas untuk menemui sahabat lama Gladis dari Malaysia, aku dan Gladis duduk di kursi pojok sambil menunggu kedatangan sahabatanya. Terlihat perempuan perempuan seksi mondar mandir memberikan pesanan ke tiap meja, suara bising dari DJ dan musiknya membuat pendengaranku aku dan Gladis bicara seperti orang minta tolong di hutan teriak teriak.


Banyak wanita wanita lokal duduk di pangkuan para bule dibawah kilauan dan kilatan cahaya lampu, aku berasa ada di hutan sedang berburu kunang kunang. Tiba tiba.


" sayang kamu minum apa??"


" teh manis aja Dish"


Mendengar perkataanku Gladis menertawakanku.


" kamu harusnya tadi beli teh pucuk aja di luar sayang, hahahah"


" Dish pulang yu, dosa tau minum khamar itu,, satu tetes minum khamar sholat kita selama 40 hari tidak di terima, itu kata temen ngajiku."


" terus kenapa kamu kemarin kamu mau aku ajak zinah, apakah itu tidak dosa?? Aku juga pernah lihat dan dengar di youtube, Allaah melarang kita mendekati zinah!! Tuh larangannya juga jangan mendekati, terus kemarin kita ngapain ayo??"

__ADS_1


__ADS_2