Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 56 # Ruqyah 2


__ADS_3

Ternyata perempuan itu ibuku waktu muda.


Dia terlihat cantik seperti bidadari, dia tidak berbicara sepatah katapun. Raut mukanya menandakan dia kecewa.


"Alhamdulillaah .. Ibu tolong aku"


Aku mencoba meraih tangan ibu, namun entah mengapa aku tidak bisa menyentuhnya! Dia terlihat nyata, tapi tak dapat di sentuh seperti bayang..


" kamu tak bisa meraih ibu nak"


" kembalilah, kembalilah, kembalilah sebelum semuanya terlambat.


" maksud ibu apa?? Aku tak mengerti !!"


"Kembalilah nak ,kembali lah ! Ibu perlahan semakin menghilang meninggalkan aku yang mematung dengan tanda tanya besar .


Ketiga : aku kembali di bawa ke dimensi lain. Kali ini aku berada di hutan, suasananya seperti di film Lord of the Rings. Terlihat 4 dukun mengelilingi aku, ke 4 dukun tersebut berpakaian seperti Mak Lampir di film Misteri Gunung Merapai.


" kali ini jiwamu akan ku ambil " ucap 4 dukun berbicara serentak"


" Apa yang maksud kalian??"


" kenapa kalian menyihirku?? Aku tidak pernah ada urusan dengan kalian "


Ke 4 dukun itu melempar kendi dari tanah liat ke arahku, kemudian kendi itu pecah dan keluar sesosok Gunderowo, badanya tinggi besar, bertanduk dan berbulu lebat. Matanya merah seperti api, taringnya tajam sampai ke dadanya. Ekornya panjang dan saling terhubung, mirip Kyubi di film Naruto. Kukunya tajam, ke 4 Gunderowo itu menyerangku.


Tiba tiba datang bantuan dari ayat ayat suci Alqur'an yang dibacakan Ustad, Gladis dan para jamaahnya. Aku terus menghindar dari pukulan dan cakaran Gunderowo, aku berlari kesana kemari. Tiba tiba tanganku memegang tasbih, tasbih nya bercahaya seperti kilat. Terdengar suara dari ustad.


" baca kalimat Tauhid Laaa illaaha illal laah 3 kali Purba, fokuskan bahwa Allaah yang hanya bisa menolongmu. Tidak aku daya dan upaya kecuali izin Allaah " lahaula wala quwwata illa billaah" " hasbunAllaah wanimal wakil nimal maula wa niman nasyir "


" Allaah akbar... Lemparkan tasbih itu ke arah salah satu dukun Purba"


Kemudian aku lempar tasbih yang aku pegang ke salah satu dukun.


" ahhhhhh tidakkkkk"


Semua dukun itu tiba tiba hancur seketika seperti asap di film jinny oh jinny, dan semua Gunderowo terbakar dan hilang seketika.


Baru saja aku menghela nafas panjang


Ke empat : aku di bawa lagi ke dimensi lain. Kali ini aku berada di air terjun yang sangat tinggi menjulang ke atas, di sekitarku hanya ada pohon pohon besar dan tidak ada jalan untuk melarikan diri.


Tiba tiba muncul sesok ular yang sangat besar dari bawah aliran terjun, ular itu bertanduk, berkumis dan memiliki tangan seperti naga di film Dragon Ball. Kepalanya mirip seperti kambing, dan terdapat berlian menyala di keningnya dengan matanya yang cacat satu.


" ayo ikut lah denganku Purba "


" jadilah pelayan di kerjaanaanku "


" maka engkau akan selamat"


" siapa kamu??aku tidak sudi menjadi budak mu"


" ikutlah denganku Purba, akan kuberi engkau kekayaan dan ke abadian"


" entahlah kau dari hadapanku wahai azazil yang terkutuk"


Tiba tiba ular itu melilit tubuhku dengan ujung ekornya, dia mau memasukan aku kedalam mulutnya!!


Terdengar kembali suara ustad, Gladis dan para jamaahnya melantunkan ayat ayat suci Alqur'an, mereka menyuruhku untuk membaca kalimat Tauhid seperti ketika aku melawan para dukun.


Aku memejamkan mata, mengosongkan pikiran dan berfokus hanya Allaah yang dapat menolongku.


" laa illaaha illallaah" "hasbunallaah wanimal wakil" ni mal maula wa ni man nasyir"


" laa haula walla quwwata illa billaahil aliyil adzim "


" Allaaahu Akbar "

__ADS_1


Lagi lagi ada tasbih bercahaya seperti kilat di tanganku, lalu ku lemparkan tasbih ke arah berlian yang ada di keningnya.


" tidakkkkkk"


Ular itu tiba tiba terbakar dan meledak setelah terkena tasbih yang ku lempar.


Aku pun terbangun dan tersadar! Terlihat ustad sedang membacakan doa! Semua yang hadir di sekelilingku mengaminkan doa yang d ucapkan ustadz.


Terlihat Gladis dan tukiyem menangis tersedu sedu dengan muka yang bahagia.


" pa. Ustad! Gladis! Tukiyem " ucapku sambil bangkit dan duduk."


" alhamdulillah.. Nak Purba sudah sadar " ucap ustad


" jangan dulu bangun Purba"


" kamu masih lemah"


Akupun berbaring kembali.


Pa.ustad berterima kasih kepada semua jamaah karena sudah membantunya untuk menolongku.


" minum dulu Purba " Gladis memegang gelas yang didalamnya ada air dan sedotan. Akupun meminumnya.


" alhamdulillaah kamu kuat sayang!!" ucap Gladis


" gimana kakimu sekarang??"


" Alhamdulillah udah mendingan, ini sudah bisa di gerakan"


" tapi masih sakit dan kaku Dish"


" ohh iyaa Pa.ustad,, aku ini kenapa" Tanyaku ke ustad.


" nanti kita ngobrol bertiga ya!!"


" ayo kita siap siap untuk sholat berjamaah "


" baik Pa.ustad "


" kamu sudah berjalan belum"


" coba sekarang bangkit dan berdiri!!


Aku segera bangkit dan berdiri, namun untuk jalan masih terasa sakit dan sulit.


" yaudah kamu duduk kursi roda lagi"


" nanti udah sholat kita bicara yaa "


"baik Pa.ustad "


Aku, Gladis dan Pa.ustad berankak dari basecamp menuju ke Mesjid.


*******'**


" enak gak Rotinya Purba??"


" enak Dish"


" syukurlahhh "


Terlihat dari kejauhan Pa.Ustad menghampiri kami yang berada diuar mesjid.


Gladis mendorong kursi roda yang ku duduki, Pa.Ustad membawa aku dan Gladis ke ruangan basecamp kemabali"


Terlihat suasana sudah sepi! hanya aku, Gladis dan Pa.Ustad.

__ADS_1


" coba jelaskan Purba "


" Apa yang tadi terjadi ketika proses Ruqyah terjadi??


Aku menceritakan kejadian yang terjadi semuanya, dari mulai aku didatangi makhluk besar yang ternyata makhluk itu adalah dosa yang kubuat. Dan menyuruhku kembali, kembali, kembali.


Kemudian aku ceritakan bertemu ibuku yang usianya masih muda, aku tak bisa memegang ya. Ibuku berpesta sama, dia menyuruhku kembali.


Aku ceritakan pula berkelahi menghadapi empat dukun dan empat Gunderowo yang saling terhubung yang akan membunuhku.


Ku ceritakan pula sesosok ular aneh yang besar, berkepala kambing memiliki mata cacat, serta mempunyai belian di keningnya. Dia mempunyai kumis dan tangan.


" maksud ke empat kejadian itu apa Pa.ustad??"


" aku tak mengerti"


" Khususnya yang pertama dan kedua, makhluk besar dan ibu menyuruhku kembali"


" maksudnya kembali kemana Pa.Ustad aku tak mengerti"


Pa.Ustad tersenyum dan menjawab pertanyaanku.


" jadi begini Purba!! Benar yang dikatakan makhluk besar dan ibumu itu"


" mereka mengingatkan kamu untuk segera bertaubat, kamu sudah terlalu jauh berbuat dosa"


" coba tanya diri kamu sendiri"


" dosa apa yang kamu buat selama ini"


" pernahkah kamu memberi makan ibumu dari uang yang tidak halal Purba ??


Tak terasa air mataku menetes, aku mematung dengan waktu yang sangat lama. Aku teringat dengan dosa dosa yang sudah aku lakukan dengan Gladis, Audi, Cleo dan Clara, Luthfi dan juga Vio.


Aku juga membelikan motor dan Ps dari uang pemberian manager Gladis yang aku puaskan hasratnya, dan ada juga uang yang mereka makan dari sisanya.


Terlihat Gladis sangat terpukul mendengar perkataan Pa.ustad. Dia menangis tersedu sedu.


" kalo bisa, kalian segera menikah yaa"


" gak baik kalian belum menikah tapi sudah bepergian bersama sama seperti ini "


Gladis menatap ke arahku dengan mimik muka senang dan malu.


" ohh ia Pa.Ustad, kalo perkelahian aku dengan ke empat dukun dan ular itu apa maksudnya!!"


" aku gak bisa jawab Purba "


" Yang terpenting kamu sudah agak baikan, dan semoga kamu cepat sembuh seperti sediakala"


" Apa benar Purba kena santet Pa.Ustad ?? Ucap Gladis "


" jangan bahas itu yaa"


" takutnya jadi fitnah"


" Yang terpenting Purba sehat lagi"


" ngerti kan maksud Pa.Ustad ??"


Aku dan Gladis berpamitan.


Tak lupa Gladis memberikan hadiah berupa uang, namun Pa.Ustad menolaknya. Dia menyaranka agar uang itu di berikan kepada kotak amal masjid, atau kepada yatim dan jompo.


Akhirnya Gladis memasukan uang ke kotak amal Mesjid dan menitipkan separuhnya ke Pa.Ustad untuk diberikan kepada yatim dan jompo. Pa.Ustad pun menerima amanat tersebut.


Dan kamipun beranjak pergi.

__ADS_1


__ADS_2