
" gue tak heran sekarang, mengapa Gladis selalu membangga banggakan loe Purba "
" apa sich rahasia nya?? Tak mungkin loe sepolos itu "
" aku gak ngerti apa yang kamu katakan Vio!!"
" ohh ia, Gladis dimana??"
" Gladis tidur, dia harus fit buat pemotretan besok."
" santai aja, kan ada gue disini"
" klo loe mau nambah, dengan senang hati gue siap" ucap Vio dalam pengaruh alkohol"
" astaghfirullaah ... Kamu gak tau malu ya, Kita ini baru ketemu! Tega yaa kamu lakuin ini ke aku!! Kamu tuh sahabat sekaligus managernya Gladis, bisa bisanya kamu mengkhinatinya"
" kalo Gladis tau, mau bagaimana??
" suutt, jangan sok suci loe purba"
" loe juga menikmatinya juga kan ??"
" loe butuh berapa?? Sambil melempar segepok uang"
" itu uang buat tutup mulut loe"
" besok Gue mau nambah lagi, klo loe gak mau, gue akan bilangin ke Gladis kejadian ini."
" silahkan.. Dengan senang hati Vio,!! kamu harus tau, bukan kamu aja yang udah mencicipiku,, teman Gladis yang lain juga sama bejadnya seperti kamu"
" Cleo, Clara, Luthfi dan sekarang kamu "
Mendengar jawabanku, Vio terkejut. Dia tak mengucapkan sepatah katapun, dia memakai pakaiannya kembali dan berlalu pergi meninggalkan aku.
Aku berbaring menatap langit langit, aku berfikir bagaimana kalau aku terus kaya begini! Setiap bertemu teman baru Gladis, aku selalu di cicipi mereka! Sampai kapan dan berapa banyak lagi teman Gladis yang akan mencicipi pisang coklatku?? Entahlah.
***********
Tok.tok.tok
__ADS_1
" sayang... Kamu udah bangun "
Aku terbangun dari tidur panjangku, aku berjalan menuju pintu dengan keadaan masih ngantuk. Terlihat Gladis bak puteri salju di negeri dongeng, mataku yang tadinya seperti lampu spaneng, kini menjadi terang benderang.
Gladis dengan dress hitam panjang senada dengan sepatu hak tingginya. Belahan gunung kembarnya terlihat seperti kue balok setengah matang. Dia memegang tas kecil di lengannya dan berjalan menuju kursi.
" kamu abis liat hantu yaa?? Ko malah bengong sich!!"
" liat tuh di cermin, muka kamu kaya Kadal Gurun xixixi"
" ehh mpok Nori, mau ke an sich pagi pagi gini udah cantik!!"
" sembarangan,,, bilang aku mpok nori!! Gak sekalian boyen!!
" lagian kamu yang mulai dish, aku baru bangun di bilang kadal gurun!! Jadi siapa yang salah coba??
" Yang salah itu, yang di penjara Bambang xixixi "
Gladis menjelaskan maksudnya, dia sekarang akan pergi menuju tempat pemotretan yang berlokasi di patung kepala singa yang setengah itu. Tadinya Gladis mau mengajaku, tapi karena jadwalnya yang padat dan dia pun gakbenak dengan pihak yang mengontraknya. Aku mengerti dan paham dengan alasan Gladis, ini acara kerja bukan main, segala sesuatu harus sesuai pada tempatnya.
Gladis berpesan, aku harus menemani Viona bertemu dengan klien yang akan memakai jasa Gladis untuk sebuah iklan. Aku diam tak mengeluarkan sepatah katapun, karena masih kesal dengan Viona semalam.
Aku berjalan menuju kamar mandi, tak lupa aku membawa handuk. Aku duduk di closet sambil memandang gedung gedung tinggi negeri kepala singa. Sedang enak enaknya membuang sisa proses makan kemarin, aku terhenti karena Hpbku berdering.
Karena takut ada berita pahit, akhirnya aku mengambil Hp tanpa membersihkan kenalpot terlebih dahulu. Aku ambil Hp, dan kembali meneruskan proses pembuangan. Ternyata yang menelpon tadi Vio, dia mengatakan dia berada diluar kamar Hotel ku. Segera aku membersihkan kenalpotku, kemudian mandi.
Aku segera membuka pintu dengan hanya memakai handuk, Viona tertegun dan mematung karena melihat aku yang hanya memakai handuk. Viona terlihat cantik, dia memakai kemeja putih dan rock hitam pendek.
" ayo masuk Vio "
" vio.. Ayo cepet masuk "
" masukin lagi sekarang yaaa "
" astaghfirullaah.. Kamu masuk kesini, kamu menghalangi jalan orang tau "
" pikiranmu traveling kemana tadi??"
Viona masuk dan duduk di kursi, dia tumpang kaki dan menyandarkan punggungnya. Terlihat belahan pahanya coklat eksotis, membuat pikiranku agak traveling.
__ADS_1
Aku minum coffee dan sepotong roti yang sengaja Viona bawa untuku, kemudian aku memakai axe ke ketiaku dan bersiap siap untuk berpakaian. Terlihat dari cermin Viona makan roti sambil memperhatikanku dengan penuh hasrat.
Karena masih kesal kejadian semalam, aku menantang Viona untuk tanding ulang. Dia tersenyum dengan semangat juang 45 mendengar tantanganku, dia berjalan lenggak lenggok seperti model catwalk sambil melepas Cdnya. Dia memutar mutar Cdnya kemudian melemparkan ke arahku, sehingga mendarat di wajahku. Tak hanya sampai di situ, dia membuka kancing kemeja satu persatu dan terus berjalan menghampiriku. terlihat kedua gunung kembarnya seperti tercekik, karena tali bra yang menyangganya,
Dia memeluk dan menciumku yang sedang berdiri hanya memakai handuk, kumudian dia menjulurkan dan memainkan lidahnya di area dada bidangku. Dia meliak liuk kebagian pusarku, tak hanya itu dia meremas sesekali mencengkeram dan mencakar bagian belakangku, aku jambak rambutnya kemudian ku masukan pisang coklatku kedalam mulutnya.
Dia mempermainkan pisang coklatku seperti memakan biskuit oreo dan loli chupa chup, ku gerakan maju mundur cantik seperti lagu Syahrini.
" Pelan pelan kali Purba "
Dia tersedak dan hampir muntah karena tertusuk pisang coklat panjangku, matanya memerah mengeluarkan air mata akibat insiden tersebut. Kemudian dia berjalan menuju kursi dengan kemeja dan rok yang masih menempel di tubuhnya, hanya minus Cd saja yang tak melekat di tubuhnya.
Dia bak artis Miyabi pemersatu bangsa bercocok tanam dengan pakaian seperti itu, terlihat potongan rambut seperti Avatar di rumah kerang ajaib miliknya. Aku memegang dan memainkan kedua gunung kembar miliknya dengan lidahku.
Dia mendorongku sehingga tubuhku terjatuh di pojok kursi dengan posisi terbaring dan handuk terlepas, kemudian dia naik dan memasukan pisang coklatku kedalam kerang ajaib miliknya, dia menggoyang goyangkan badannya dengan kepala menengadah keatas. Kedua tangannya memegang kedua lututku, sehingg terlihat kedua gunung kembarnya seperti terkena gempa bumi. Aku coba menolong kedua gunung kembar tersebut dengan memegang sesekali memainkannya.
Viona terlihat sangat khidmat menikmati suguhan hidangan pisang coklatku, sudah hampir 1 jam dia berada di atasku. Kemudian terdengar suara rintihan dari nada sedang ke nada paling tinggi, terlihat Viona mengendurkan goyangannya secara perlahan dan melepaskan pisang coklatku yang masih berdiri tegap pantang menyerah.
Kemudian Viona menaruh kedua siku dan kedua gunung kembarnya di kursi bagian atas dengan posisi membelakangiku, aku tarik roknya keatas kemudian kumasukan kembali pisang coklatku ke rumah kerang ajaib miliknya.
Terdengar suara melow dari Viona karena aksi memukau burung peliaraanku, aku jambak rambutnya sehingga aku seperti menunggangi balap kuda. Suaranya semakin meninggi seiring kecepatanku bertambah, karena kasihan aku berhenti sejenak dan merubah posisi.
Viona dan aku duduk berhadapan, dengan posisi burungku sudah masuk dirumah kerangnya. Kedua kaki Viona berada dibelakanku, Di bergerak naik turun kadang kadang mundur maju, dia seperti biasa menengadahkan kepala keatas disertai suara rintihan yang membuatku iba. Karna iba, aku cium sesekali memainkan kedua gunung miliknya dengan aksi juluran lidahku.
Tak terasa burungku dan kerang Viona bermain sudah dua jam, acara pertemuan Viona dan Kliean satu jam lagi. Kemudian aku menyuruh Viona menambah kecepatan goyangannya, aku remas remas bagian belakangnya untuk membantu burung peliaaraanku agar cepat muntah, namun usaha itu gagal.
Viona merubah kembali posisinya, dia berbaring dengan kemeja terbuka dan bra yang masih menyangga kedua gunungnya, kemudian aku menaruh kedua kakinya di pundaku. Aku langsung tancap gas dari awal agar Viona tidak terlambat ke acara pertemuan klien, dia menjerit jerit ke enakan akibat kecepatan tinggi burungku.
" iyah terus terus Purba
" owh yeahh
" ahhhh ahhh ahhh ahhhhhhh
Akhirnya burung peliaraanku muntah kembali dirumah kerang Viona, aku berhenti sejenak sambil memeluknya, Viona mengelus ngelus kepala bagian belakangku.
" luar biasa, aku sampe keluar dua kali Purba,, makasih yaa "
" Aku harap ada sesi pertemuan yang ke tiga nya "
__ADS_1