Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 77 # Madrid


__ADS_3

Setibanya di hotel aku masuk ke kamari mandi. Di atas closet aku duduk dan termenung. Aku masih tidak percaya bisa menginjakan kaki di sini.


Tak lama kemudian Gladis masuk ke kamar mandi.


" uwoooooo uwoooooo." Suara Gladis muntah muntah"


" Kamu hamil Dish? " Tanyaku.


" Bukan hamil Purba. Bau ee loe kamu tau. " Ucap Gladis sambil memegang pinggang menahan keluar muntahan.


Aku segera menyiramnya agar Gladis tidak muntah lagi.


Kemudian Gladis membersihkan tu..buhnya di bawah kucuran air hangat dari shower. Terlihat kedua gunung Gladis bergerak gerak seperti agar agar sehingga membuat burung peliaraanku bangun dari tidurnya.


Dia memakai Shampoo dan memainkan jari jemari di rambut panjangnya. Pikiran bawah sadarku membawa ke ingatan turis dari korea yang mirip Lisa Blackpink.


Aku segera menghampiri Gladis! Aku memeluknya dari belakang. Jari jemariku mere..mas re...mas gunung kembar Gladis dan memainkan kedua pu....tingnya.


Indera perasaku meliak liuk di area telinga dan lehernya sesekali menggigit gigit sehingga menimbulkan tanda merah di le..her Gladis.


Kemudian Gladis berbalik arah menghadapku. Aku dan Gladis saling berbalas juluran indera perasa. Kedua tanganku berada di atas bo..kong Gladis. Sedangkan kedua tangan Gladis berada di belakang Le..herku.


Gladis manaikan salah satu kakinya di pingg...gangku! Aku segera memasukan burung peliaraanku sambil menahan kaki Gladis dengan salah satu tang..anku.


Setelah agak lama, Gladis mengeluarkan burung peliaraanku dari kerang ajaibnya. Dia bertekuk lutut dan memainkan kepala burung peliaraanku dengan mulu...tnya.


Dia memainkan dagu burung peliaraan dengan indera perasanya. Kemudian aku memegang ke..pala Gladis dan menggerak gerakan ke luar dan kedalam.


Entah kenapa, kali ini aku langsung menikmati dari permainan Gladis! Aku tak habis pikir burung peliaraanku akan segera mengeluarkan cairan kasih sayangnya.


Aku segera mempercepat gerakan kedua tanganku yang sedang memegang ke....pala Gladis dengan sangat cepat.


" ihhhhhhhh Purba " ucap Gladis sambil mengeluarkan burung peliaraanku, dan memuntahkan air kasih sayang yang berada di dalam mulutnya.


" asin asin gimana gitu. " Ucap Gladis sambil memeras merasa burung peliaraanku "


" Kamu licik yaa. Awas saja kalau tidak memuaskan aku nanti di ran...jang. " Ucap Gladis sambil mengocok ngocok burung peliaraanku agar tetap hidup.


" ngilu dish! Sekarang kita bersihin dulu semua, nanti kita terusin lagi. "


" Oke!! Jawab Gladis" awas saja kalo langsung tidur"

__ADS_1


Aku keluar kamar mandi terlebih dahulu. Aku segera memakai kimono dan langsung berbaring di atas tempat tidur karena capek dan ngantuk.


***********


Ke esokan harinya.


" kamu udah siap sayang? " Tanya Gladis.


" Bentar lagi Dish. Perut aku mules banget nich. " teriak Purba di kamar mandi yang sedang mengeluarkan ee nya.


Gladis sudah siap untuk menonton Real Madrid Vs Liverpool. Dia memakai jersey putih kebanggaan real madrid bertuliskan nama Benzema bernomor 10 di punggungnya.


" Aku siap aku siap aku siap " ucapku menirukan suara Spongebob Squarepant.


" wihh kamu keren sayang. Kamu terlihat seperti Fede Valverde. " ucap Gladis melihatku memekai jersey real madrid.


Aku dan Gladis kemuar dari hotel dengan menenteng koper masing masing.


**********


Sesampai di Stadion Santiago Bernabeu milik Real Madrid. Gadis memutuskan untuk memesan Hotel untuk kita beristirahat karena capek sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh.


Gladis masuk ke Hotel Nuevo seberang jalan pintu masuk stadion Santiago Bernabeu. Terlihat iring iringan para suporter bola dari kedua kubu. Meraka membawa dan memakai atribut team kebanggaan mereka.


Tak lama kemudian gadis menghampiri dan menuntunku berjalan menuju kamar yang sudah di pesan oleh Gladis.


" ini hotel gak kalah mewah sama yang di Barcona Dish" ucapku sambil melirik kebagai penjuru hotel.


" harganya juga " sahut Gladis sambil menjulurkan lidahnya.


Pandanga. matakaku tak henti memperhatikan sekitar hotel. Aku melihat beadaku sendiri dan badan Gladis.


" Kenapa kamu sayang" Tanya Gladis yang melihatku seperti tidak nyaman.


" Ini Dish. Perasaan aku tuh badan tinggi. Coba kamu lihat wanita pendukung liverpool itu. Tungguan dia di bandung aku.


" kirain liat apa. Kamu ada ada aja "


" kalau mau tinggi. Sekarang juga bisa kok."


" gimana caranya?" ucapku penasaran.

__ADS_1


" Kamu pake aja sepatu hak aku Purba. " ucap Gladis tertawa terbahak bahak.


Sesampainya di kamar hotel aku dan Gladis menyimpan barang bawaan kami. Ada waktu sekitar 6 jam lagi untuk menuju kick off pertandingan sepak bola.


Aku berbaring di tempat tidur. Sedangkan Gladis masuk kedalam kamar mandi.


**********


6 jam kemudian.


Suasana riuh didalam Stadion Santiago Bernabeu. Terdengar kubu dari kedua hooligan saling berbalas chat ciri khas dari mereka.


Meskipun main di kandang lawan. Tak sedikitpun rasa takut dari pendukung Liverpool. Memang tak aneh para pendukung sepakbila Inggris ini suka berbuat onar.


Chant You Never Walk Alone dari pera pendukung Liverpool makin keras dan bergema, ketika para pemain liverpool mamasuki lapangan.


Terlihat Mohamed Salah pesepak bola muslim kebanggaanku yang berasa dari Mesir melambaikan tangannya ke pendukung Liverpool.


Tak kalah dari suporter team tamu. Para pendukung Real Madrid begermuruh ketika pembawa acara lapangan memanggil satu persatu para pemain Real madrid.


Terdengar Gladis berteriak kegirangan ketika di sebut nama Karim Benzema di sebutkan.


" Benzema I Love U " teriak Gladis.


Aku mengabdikan momen dengan berfoto dan merekam vidio.


Real Madrid terus mendapat pressing ketat dari para pemain liverpool. Namun karena pengalaman dan track record yang bagus para pemain real madrid terlihat tak sepanik pemain liga Indonesia.


Real Madrid adalah team terbanyak memenangkan trophy liga Champion sebanyak 14 kali. Apalagi di pertemuan pertama di Stadion Anfield real madrid menang dengan skor 1 - 4.


Kalh 2 - 0 pun Real Madrid akan tetap lolos karena memang agregat gol di kandang lawan.


Di babak kedua Real Madrid mulai mendominasi permainan. Dari sisi sayap kiri Vinicius Juniaor membombardir Trent Alexander Arnold. Beberapa kali Vinicius berhasil melewati pemain muda Inggris itu.


Setelah beberapakali berhasil melewati Arnold, akhirnya Vinicius berhasil melepaskan umlan kepada laris Benzema. Benzema berhasil mencetak Gol.


Terdengar suara gemuruh pendukung Real Madrid ketika Benzema berhasil mencetak gol dan melakukan selebrasi tepat didepa kami yang berada di belakang gawang liverpool.


Gladis sangat senang dengan gol itu, dia berjingkrak jingkrak dan berjoget dengan pendukun Real Madrid yang berada di sebelahnya.


Akhirnya wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya babak ke dua. Terlihat pera pemain Real Madrid senang karena lolos ke babak delapan besar. Sedangkan para pemain liverpool menangis di tengah lapangan termasuk M.Salah.

__ADS_1


Aku salut sama pendukung Liverpool. Mereka tak henti henti menyanyikan chant You Never Walk Alone.


__ADS_2