
" Aku gak suka aja sama orang yang membawa bendera dan banner berlambang kaum pelangi LGBT. "
" ohh ia. Kamu trauma si Rambo kan? " jawab Gladis sambil menertawakan.
Gladis merekam iringi iringan para supporter tersebut sambil berjalan menuju Menara Eiffel.
Mataku tertuju pada kerumunan orang di bawah Menara Eiffel yang sedang bertepuk tangan dan besok sorai. Hatiku bertanya tanya ada apa gerangan di sana. Aku memegang dan menuntun tangan Gladis ke arah kerumunan orang tersebut.
Sesampainya disana terlihat seorang pria berambut pink bergaya regae dengan topi putih yang ia kenakan. Terlihat bola yang ia mainkan dengan berbagai macam gaya membuat penonton semakin teriak histeris. Tak lupa Gladis merekam momen tersebut.
Dia berhenti sejenak kemudia menoleh ke arah kami. Ternyata dia ada Sean Galael, dia ada fresstyle bola yang terkenal di Youtube. Dia pernah adu skill dengan pemain bola terkenal dunia seperti Neymar, Ronaldo CR7 dan juga Marcelo 12.
" Kamu tau dia Purba? " tanya Gladis sambil.mereka..
" ia. Dia Sean Galael Freestyle yang terkenal di Youtube." jawabku sambil selfie berlatar belakang Sean Galael untuk pamer di medsos.
Gladis memintaku untuk merekam. Namun aku kasih dia surprise! Aku membuka google translate berbahasa France. Aku berteriak kepada Sean Galael bahwa aku orang Indonesia yang sedang berbulan madu. Aku berbohong bahwa Gladis sedang hamil dan seorang penggemar Sean.
Akhirnya Sean mengahampiri kami. Dia berfoto dan berselfie dengan Gladis kemudian aku merekam mereka.
Terlihat gadis berbincang bincang menggunakan bahasa inggris dengan Sean yang tidak aku mengerti. Namun terdengar jelas Gladis menyebut namaku dan menoleh ke arahku bersama Sean. Dia berkata kata sambil berkaca kaca menaha tangisan.
Kemudian Sean dan Gladis menghampiriku. Sean berkata kepadaku dengan kata kata seperti memberi semangat. Aku hanya mengangguk angguk karena tak mengerti apa yang dia ucapkan. Orang orang termasuk Gladis tertawa sambil bertepuk tangan ketika Sean menepuk nepuk bahuku.
Kemudian Gladis mendaratkan ciuman di bibir dan memeluku. Terlihat Sean sangat terharu melihat kami. Aku bingung sebenarnya apa yang mereka katakan, hingga membuat keadaan jadi seperti telenovela.
Sean pun berbalik arah dan memberikan jempol ke arahku sambil mengeluarkan kata kata yang tidak aku mengerti. Dia kembali meneruskan aksinya untuk menghibur turis asing dan lokal.
" Kamu dan Sean membahas apa Dish? " Tanyaku yang kebingungan.
Gladis hanya tersenyum tak menjawab pertanyaanku. Dia memegang salah satu tanganku dan menuntunku ke arah menara Eiffel.
Kami duduk di bawah menara Eiffel yang menjulang tinggi keatas. Gladis menyandarkan kepala di bahuku sambil menggandeng salah satu tanganku.
" Kamu mau tau apa yang bicarakan kepada Sean dan para penonton sayang? " tanya Gladis.
" ya iyalah. Aku penasaran mengapa kamu berkaca kaca dan para penonton yang sedang menyaksikan Sean memberi standing applause kepadaku. " jawabku sambil menyedarka kepalaku di kepala Gladis.
" aku bilang. Aku ada wanita paling beruntung di dunia. "
" kebahagiaanku adalah mempunyai dan memeliki kamu Purba. "
__ADS_1
" kamu adalah orang yang mengerti aku. Tanpa bicara, kamu sudah tau maksud dan keinginanku. "
" aku juga bilang bahwa kita terpaut umur 5 Tahun. Sean bilang aku menyukai berbondong. Makanya mereka tadi menertawakan aku. "
" terus yang membuat mereka terharu adalah perkataanmu ke aku waktu itu. "
" perkataan yang takan aku lupa, mungkin yang mendengar tadi juga tidak akan lupa dan akan menjadi motivasi bagi yang mendengarnya tadi. "
" ohhh begitu. "
" emang ucapan yang mana yang bikin mereka terharu? Tanyaku yang lupa dan penasaran.
" Kamu pernah bilang. Jikalau ada milyaran, ratusan juta, ribuan, puluhan yang mencintai aku. Maka salah satunya ada kamu. "
" dan jika hanya ada satu orang yang mencintaiku, berarti itu kamu. "
" dan jika tidak ada orang yang mencintaiku, berarti kamu sudah tiada. "
" yaa Allaah. Kamu masih ingat kata kata itu Dish? Aku kira kamu sudah lupa. " ucapku seperti orang bodoh.
" aku tau kamu yang sebenarnya Purba. "
" kamu memang polos dan terlihat bodoh bahkan seperti anak kecil. "
Aku dan Gladis saling beradu jigong dalam waktu yang lumayan lama. Di sini kami tak malu melakukan ini semua. Kalau di Indonesia mungkin bakal viral dan jadi head line news di medsos. Disini enggak, semua orang bebas melakukan ekspresinya.
Kemudian aku dan Gladis menyusuri sekitaran menara eiffel sambil berbincang bincang. Sekitarannya sangat luas beralaskan rumput seperti lapangan sepakbola. Terlihat pohon yang seperti benteng tinggi berjajar seperti permainan labirin.
Aku memoto dan merekam Gladis di bawah kaki Menara Eiffel.
" kenapa kita gak bikin konten sekalian yaa? "
Ucapku.
" ini acara bulan madu. Bukan cari cuan. " jawab Gladis sambil menertawakan aku.
" gitu aja di ketawain. "
" ohh ia.. Disini kaya Monas gak Dish? Maksud aku, kita bisa naik ke atas menikmati pemandangan Perancis dari atas Menara Eiffel gak. "
" gak tau sayang! Ini udah tengah malam. Besok kita cari tau ya. "
__ADS_1
" astaghfirullaah ini udah tengah malam aja. Tak terasa kita tadi disini jam 20.00. "
" balik ke hotel yuu? "
Aku dan Gladis berjalan menuju hotel sambil menikmati potongan pizza dan burger. Paris akan menjadi salah satu negara yang akan aku rindukan. Kalau ada umur dan rezekinya, aku ingin membawa ibu dan mertuaku kesini bersama Gladis.
" ohh ia Dish.. Klo kita udah di tanah air, boleh ga aku meng umrahkan ibu ku? Maksudku aku ingin ibumu dan ibuku kita umrahkan dengan uang yang kamu berikan ke aku. "
Langkah kaki Gladis terhenti dan menatap ke arahku. Seperti biasa setiap ada perkataan yang menyentuh, Gladis selalu berkaca kaca dan menangis. Di memeluku sambil berbisik.
" Kalau ada apa untuk kebaikan kita dan orang tua kita kamu lakuin aja! "
" kamu jangan nanya dulu ke aku. "
" aku sudah percaya sama kamu Purba. " ucap Gladis sambil memeluku sambil menangis tersedu sedu.
" ia gak bisa gitu Dish. Meski aku kepala rumah tangga! Semua juga harus di musyawarahkan. "
" gak bisa aku melakukan sesuatu di belakang kamu meskipun itu baik. "
" pernikahan itu selain kejujuran dan kepercayaan. Kita juga ada attitudenya. "
" Allaah mengutus Nabi kita Muhammad itu untuk menyempurnakan akhlak Dish. "
" yaa Allaah terima kasih. Emang gak salah aku memilih suamiku ini. " ucap Gladis sambil melepaskan pelukan dan mendaratkan ciuman di kedua tanganku.
" kamu itu the only one "
" the special one juga Purba. "
*********
Sesampainya di kamar hotel. Aku dan Gladis berbarengan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.
*********
Sperti biasa. Ketika sudah mandi Gladis selalu memakai kimono dan handuk di kepalanya. Dia duduk di depan cermin sambil membuka handuk di kepala kemudian menyisirnya.
Ku baringkan tubuhku di tempat tidur. Telihat Gladis membuka kimono sambil tersenyum menggodaku. Terlihat dia sudah siap dengan pakaian perang, dia memaki lingerie berwarna serba ungu.
Dia berjalan lenggak lenggok kearahku bak model cat walk. Dia membuka boxer, satu satunya pakaian yang aku kenakan.
__ADS_1
Kemudian Gladis memasukan burung peliaraanku ke dalam mulutnya. Dia memainkan indera perasanya di area dagu burung peliaraanku sesekali menghisapnya.