
Audi mengajaku untuk ke kolam renang di belakang rumah, aku dan Audi berjalan melalui tangga dan melewati bibi yang sedang menyiapkan makanan di dapur. Tak Audi menyurub bibi untuk mengantarkan makanan ke gazebo apabila sudah siap.
Audi .. Audi.. Teriak ayahnya dari dalam rumah.
Ia mengatakan kepada Audi kalau dia akan pergi keluar kota karena ada bisnis mendadak. Tak lupa ia pamit dan memasukan amplop coklat kedalam saku hoody sebagai upah terapiku.
" terima kasih yaa om"
" hati hati di jalan "
Ayahnya Audi pergi dengan dengan security yang merangkap sebagai supirnya juga. Tinggallah aku, Audi dan bibi.
Aku dan Audi berbincang bincang dengan memasukan kedua kaki kami ke kolam renang. Tak lama datang bibi dengan membawa dua gelas cantik avocado moccacino, mpek mpek dan nasi gila.
Aku dan Audi segera menuju gazebo, kami makan sambil menceritakan kisah hidup masing masing. Audi bilang sebenarnya dia bukan anak asli ayahnya, dia menambahkan dia juga tidak tau keberadaan orang tua aslinya.
" ohh gitu ya ceritanya "
" terus kamu.di bawa om kesini umur berapa tahun??"
Audi menjelaskan dia di bawa kesini sejak berusia 5 Tahun, waktu itu istrinya om masih ada. Om hanya mengangkat anak Audi saja.
" emh maaf yaa sebelumnya, apa benar kamu belum pernah pacaran?? Masa wanita secantik kamu belum pernah pacaran "
" Emng pacaran harus ya?? Hehe,, kalau yang mau sih banyak, tapi belum ada yang srek "
" ayah juga sering menanyakan ini, sama kaya kamu!!"
" emang ada kriteria khusus gitu??"
" coba kasih tau aku, barangkali kriterianya ada di aku hehe "
" emhh oke! Aku tuh suka lelaki yang bisa mengutamakan tuhannya, terus dia simpel gak ribet, ditambah dia bertanggung jawab, jujur dan apa yaahhh,, oh iya humoris "
" aku banget dong heheh"
" bentar..bentar, maksud mengutamakan tuhannya gimana??"
" kalau dia miskin gimana ?? Maaf yaa, misalnya kaya aku gitu xixixi "
" maksud aku, kalau tuhan aja di tinggalin apalagi kita Purba .. Ingsya Allaah kalu dia deket.sama tuhannya dia gak membuat kita kecewa." terus
" aku dan ayah buka orang yang memandang harta Purba, ayah selalu bilang ini semua hanya titipan, bukan milik kita !"
" masya allah adem bener yaa dengernya "
Aku dan Audi meneruskan makan hingga habis. Audi.selain cantik dia dewasa juga. Aku yang tadinya bergebu gebu ingin merebut hatinya jadi mengurungkan niatku. Tapi apa salahnya aku menanyakannya.
__ADS_1
" ohh iaa.. Sebelumnya maaf yaa!!"
" kalau aku memikimu bisa gak yah "
" ihh kamu ko gitu sih, kita kan baru kenal "
" masa main memiliki aja, lucu yaa kamu "
" maaf.. Jika itu salah, aku cuma mengutarakan apa yang aku rasa."
" memang aneh sih, tapi yaa itu,, aku jatuh hati pada pandangan pertama"
" soal kamu mau terima atau tidak itu gak terlalu penting, yang terpenting bagiku aku sudah melakukan kejujuran, aku gak mau ribet memendam perasaan ini, dan aku juga akan bertanggung jawab atas apa yang aku bicarakan, bagiku cinta bukan untuk di bercandakan Audi "
Mendengar itu semua membuat pipi Audi memerah, dia tak berani menatapku. Dia hanya menoleh sesekali tersenyum malu.
" bentar bentar..kamu udah punya pacar Purba ??
" pacar?? Yaa enggak lah !! Makanya aku nembak kamu juga!! Kamu ada ada aja ya hehehe "
" dari caramu, sepertinya kamu sudah terbiasa menghadapi wanita!! Maaf yaa kalo aku salah "
Audi berjalan menuju kolam renang, dia memasukan kembali kedua kakinya ke dalam kolam renang. Dia memainkan air dengan tangannya, kemudian dia mencipratkannya ke arahaku.
Kemudian aku membalasnya, akhirnya aku dan Vio saling mencipratkannya air sehingga baju yang kami pakai basah kuyup. Aku Dan Audi saling kejar kejaran hingga pada suatu momen Audi terpeleset terjatuh ke dalam kolam renang, aku segera melompat dan menolongnya. Hingga akhirnya tanpa sengaja Audi memeluku.
Aku langsung memeluk dan membalas ciuman ya, Audi menyerangku dengan memainkan lidahnya di area mulutku. Terasa Audi memang pemain baru dalam adegan ini, dia tak sama seperti Gladis dan yang lainnya. Aku pun hanya menuruti permainan Audi.
Terdengar suara adzan berkumandang, Audi sontak melepaskan aku dan berbalik membelakangiku.
" astaghfirullaah apa yang aku lakukan!!"
" Purba maaf yaa!! Ini tak seperti yang kamu kira!!"
Audi segera naik dan berlalu meninggalkanku!! Aku bingung, sekarang aku harus bagaimana! Aku tak membawa baju cadangan. Aku buka hoody dan kaos yang aku pakai, tak lupa aku mengambil amplop pemberian ayah Audy yang basah terkena air di dalam saku hoody, kemudian aku membuka jeans ku.
Aku berjalan menuju gazebo sambil memeres air dari pakainku, aku lalu menjemurnya sambil menunggu kedatangan Audi. Aku kedinginan hingga batuk tak berhenti.
Tiba tiba Audi datang dengan menggunakan kimono putih dengan handuk melingkar di kepalanya, terlihat dia membawa handuk dan pakaian di tangannya dan memerikan ke padaku.
Dia tak bicara sepatah katapun, dia hanya tertunduk dan sesekali menatapku penuh malu.
" kamu kenapa"
" ini rumahmu bukan kuburan xixix "
" apasih kamu "
__ADS_1
" tuh kan makin terlihat cantik kalau bicara, tak seperti tadi kaya manekin di mall xixixi "
" iih Purba.. Jangan bercanda mulu, aku malu tau gak "
" emhh oke.. Makasih yaa "
" makasih untuk apa?"
" makasih atas ciuman yan Audi hahahaha "
" bukan bukan, maksudku makasih buat handuk sama pakaiannya "
" ihh kamu tuh yaa. Jangan bikin aku malu mulu Purba.. Tadi itu gak sengaja, itu replek"
" kamu jangan mikir yang macem macem !"
Aku mengelap badanku dengan handuk, terlihat Audi memperhatikan dada bidangku yang berbulu, sesekali dia mencuri curi pandang tubuh sixpack ku. Aku berpura pura tidak melihatnya, Audy terus memandangi aku, sesekali dia menelan lidahnya seperti terasa berat, sehingga ia sampai tersedak.
" minum minum Audi "
" hati jangan terus perhatiin aku, netar jatuh cinta lohh "
" baru gitu aja udah batuk "
Audi mencubitju dan memukul mukul bahuku dan beranjak masuk ke dalam rumah.
Tak lama berselang dia kembali dengan memakai kaos hitam dan hotpant jeans navy pendeknya. Terlihat toge pasar Audi hingga membuat pikiranku traveling. Aku tak bisa memalingkan pandanganku, dengan cara berpakaian Audi seperti ini mengingatkanku kembali kepada Gladis.
" Purba Purba.. Hello Purba "
" kamu lihat apaan sich "
" engga Dish... Ehh Audy "
" Dish?? Siapa itu Dish ??
" Eu Eu Eu kamu salah dengar kali "
Aku keceplosan memanggil Audy dengan sebutan Gladis, memang aku tadi sedang membayangkan Gladis, sehingga areplek karna terkejut aku bilang Audi jadi Gladis.
" aku bentar lagi pulang ya "
" aku anterin yaa Purba,, "
" aku naik umum aja gak apa apa "
" udah diem,, aku yang antar..lagian sekarang kan weekend "
__ADS_1
" ohh ia sekarang kan malam minggu "